Connect with us

Nasional

KPK Tetapkan Ketum PPP Romahurmuziy Sebagai Tersangka Suap Jabatan

Published

on

KPK Tetapkan Ketum PPP Romahurmuziy Sebagai Tersangka Suap Jabatan

Geosiar.com, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memutuskan, Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy atau Romi sebagai tersangka kasus suap jabatan di Kementerian Agama.

Wakil Ketua KPK Laode M Syarief saat jumpa pers di KPK, Sabtu (16/3/2019) mengatakan KPK meningkatkan status penanganan perkara ini ke penyidikan dan didapati tiga orang jadi tersangka.

KPK juga menetapkan dua orang lainnya yang menjadi tersangka, yakni Kepala Kantor Kemenag Gresik MFQ dan Kepala Kanwil Kementerian Agama, Jawa Timur HRS.

Laode mengungkapkan, sebagai pihak penerima suap, Romahurmuziy dan kawan-kawan atau pihak dari Kemenag telah melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sebagai pihak yang diduga pemberi MFQ diklaim melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sebagai pihak yang diduga pemberi HRS disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001.

KPK sudah menyita uang ratusan juta dari hasil operasi tangkap tangan (OTT) Ketua Umum PPP Romahurmuziy (Rommy) pada Jumat (15/3/2019). Uang tersebut diduga bagian dari suap atau fee terkait jual beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag).

Juru bicara KPK, Febridiansyah di Gedung KPK menyebut OTT terhadap Romahurmuziy terkait pengisian jabatan di kantor wilayah Kementerian Agama di daerah atau pusat.