Connect with us

Kriminal

Tega! Seorang Anak di Mojokerto Gorok Leher Ibunya

Published

on

Ilustrasi

Geosiar.com, Mojokerto – Seorang anak, Muhammad Ikyu Avianto (22) di Kabupaten Mojokerto tega menggorok leher ibu kandungnya sendiri. Ternyata pelaku yang merupakan anak kandung mempunyai riwayat gangguan jiwa.

Insiden nahas ini terjadi di Dusun Sumberdadi, Desa Gunungsari, Kecamatan Dawarblandong. Pelaku menggorok ibu kandung pelaku, yaitu Soning (62).

Kapolsek Dawarblandong AKP Supriyadi menjelaskan kronologis peristiwa ini, saat korban sedang tidur pulas di dalam kamarnya dini hari sekitar pukul 00.30 WIB, pelaku tiba-tiba menggorok leher korban dengan sebilah pisau. Akibatnya korban mengalami luka di leher bagian depan.

Kasus penganiayaan ini terungkap setelah korban berlari ke luar rumahnya untuk meminta pertolongan warga. Dalam kondisi bersimbah darah, korban berusaha menyelamatkan diri dari upaya pembunuhan yang dilakukan putra kandungnya itu.

“Korban saat ini menjalani perawatan di Rumah Sakit Rekso Waluyo, Kota Mojokerto,” kata Supriyadi kepada wartawan di kantornya, Rabu (13/3/2019).

Supriyadi menambahkan, upaya penangkapan terhadap pelaku sempat berjalan alot. Karena seusai menganiaya ibunya, Avianto bertahan di dalam rumah sembari membawa sebilah parang. Bahkan pelaku sempat merusak kaca depan rumahnya menggunakan parang tersebut.

“Kami datangkan bantuan dari Satuan Sabhara Polres Mojokerto Kota sehingga pelaku berhasil kami tangkap,” terangnya.

Supriyadi mengatakan pihaknya masih mendalami motif percobaan pembunuhan yang dilakukan Avianto kepada ibunya. Menurutnya, pelaku memiliki riwayat gangguan kejiwaan. Anak kandung Soning itu pun pernah menjalani pengobatan di Nganjuk sekitar dua tahun yang lalu.

Atas kejadian itu, pelaku kini di tahan di polsek dan akan di evakuasi ke Rumah Sakit Jiwa Lawang, Malang.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kriminal

Kasus Pengeroyokan AKP di Wonogori: 5 Tersangka Ditahan, 22 Saksi Diperiksa

Published

on

Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel. (Foto: Dok. Istimewa)

Geosiar.com, Jakarta – Peristiwa nahas yang menimpa Kasatreskrim Polres Wonogiri, AKP Aditia Mulya Ramdhani, yang menjadi korban pengeroyokan saat melerai dua kelompok silat yang bertikai di Sidoarjo, Wonogiri pada Rabu (8/5/2019) malam lalu masih dalam penyelidikan Polda Jawa Tengah.

Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel menyebut saat ini pihaknya sudah menahan lima (5) orang tersangka dan memeriksa 22 saksi.

“Lima tersangka ditahan, 22 saksi sudah diperiksa,” kata Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel kepada awak media di kantornya, Kamis (16/5/2019).

Selain itu, polisi masih mengejar tiga orang yang diyakini ikut mengeroyok AKP Aditia. “Tiga orang DPO,” sambung Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel.

Saat ini, AKP Aditia sedang menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Dr Oen Solo Baru, Sukoharjo. Akibat pengeroyokan itu, AKP Aditia tidak sadarkan diri.

Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Medis Rumah Sakit Dr Oen Solo Baru, dr Yohana Denyka Kurniawati mengatakan, korban mengalami sejumlah luka berat di sekujur tubuh, terutama di bagian kepala.

Selain itu, kata dr Yohana, setelah tim medis melakukan pemeriksaan dan penunjang diagnosa, ditemukan cedera kepala berat, di mana ada pendarahan di bagian otak sehingga harus melakukan tindak operasi.

Kendati demikan, kondisi AKP Aditia pascaoperasi sudah menunjukkan ke arah positif. Dia juga telah diperiksa oleh perwakilan dokter dari Singapore General Hospital (SGH), dr Yohanes pada Rabu (15/5/2019) di ruang ICU RS dr Oen Solo Baru.

Berdasarkan pemeriksaan, kondisi Aditia menunjukkan hasil positif. Hal ini disampaikan oleh Wakapolda Jawa Tengah Brigjen Pol Ahmad Luthfi yang turut menemani pemeriksaan Rabu kemarin.

“Hasilnya positif, saraf mata kanan sudah bergerak-gerak. Insyaallah satu atau dua hari lagi akan dikirim ke SGH Singapura,” ujar Ahmad Luthfi, Rabu (15/5/2019).

Rencananya, AKP Aditia akan dirujuk ke Singapore Royal Hospital untuk melakukan perawatan lanjutan.

Continue Reading

Kriminal

Pasca Rusuh Hingga Terbakar, Napi di Rutan Siak Berhasil Kabur

Published

on

Rutan Siak terbakar saat terjadi kerusuhan (Partukkoan.com)

Geosiar.com, Riau – Kerusuhan terjadi di Rutan kelas II B Siak Sri Indrapura, Kabupaten Siak, Riau, Sabtu (11/5/2019). Akibat peristiwa ini, rutan tersebut terbakar hingga narapidana berhasil kabur.

Meskipun begitu, sekitar 110 narapidana itu sudah berhasil dievakuasi dan diamankan usai kerusuhan yang terjadi.

Para napi yang berhasil diamankan untuk sementara dievakuasi ke sel yang dimiliki kepolisian. Karena sel yang berada di Rutan Siak sudah habis api.

Berdasarkan informasi sementara yang dihimpun, kebakaran ini terjadi diduga buntut dari kericuhan yang terjadi di dalam Rutan, sehingga memicu mereka untuk membakar Rutan tersebut.

Kepolisian Resor Siak menyebut kerusuhan itu disebabkan oleh sekelompok warga binaan yang tersulut emosi karena ada salah satu rekan mereka yang ditangkap petugas diduga menggunakan narkoba di dalam penjara.

Napi yang mengamuk itu juga sempat melempari petugas rutan dengan batu dan mercon sehingga muncul kobaran api yang cukup besar hingga ke atap pintu masuk rutan.

Menurut data yang didapati, ada sebanyak 648 orang tahanan dan narapidana di Rutan Kabupaten Siak.

Kepala Bidang Humas Polad Riau Kombes Sunarto mengungkapkan, para napi dievakuasi saat subuh sebanyak 648 orang.

“Evakuasi tahanan dan napi dilakukan subuh tadi. Total penghuninya sebanyak 648 orang, 110 lainnya sudah diamankan dan dievakuasi,” kata dia, Sabtu (11/5).

Data kepolisian juga menyebutkan 495 orang masih di dalam rutan dan tengah menjalani proses negosiasi untuk dipindahkan ke rutan kabupaten lain.

Sementara Kapolda Riau, Irjen Widodo Eko Prihastopo dikabarkan sudah berada di Siak untuk melakukan pengecekan kondisi terkini Rutan. Aparat kepolisian juga sudah berada di sana melakukan pengamanan, bersama TNI.

Continue Reading

Daerah

Penangkapan 5 Pelaku Money Politik Oleh Polres Karo Diduga Salahi Prosedur Dan Etika

Published

on

Kantor Sekertariat Gakkumdu disamping Kantor Bawaslu Kabupaten Karo dikabanjahe

Geosiar – Kabanjahe – Menindaklanjuti pemberitaan sebelumnya terkait dugaan adanya tindak pidana politik uang yang terjadi didaerah kecamatan Tigabinanga dan Polres Karo amankan beberapa orang laki laki yang diduga sebagai pelaku dan diamankan bersama barang bukti, senin (15/4) yang lalu, dan kini disinyalir akan berbuntut panjang karena diduga menyalahi prosedur dan etika sebagai pengawas pemilu langsung melakukan penangkapan tanpa melalui proses dan tahapan yang seharusnya dipedomani.

Pasalnya berdasarkan informasi yang selanjutnya dibenarkan oleh Kapolres Karo melalui Kasat Reskrim polres Karo AKP Ras Maju Tarigan diruang kerjanya mengatakan “Benar ketua Bawaslu kabupaten Karo sudah membuat Laporan Polisi di SPKT polres karo dengan no Lp 269 tertanggal 8 Mei 2019, untuk selanjutnya kita akan proses dulu, ucap Tarigan.

Ketua Dewan Pinpinan Cabang (DPC) Partai Gerakan indonesia Raya (Gerindra) Kabupaten Karo Corry Srywati Sebayang saat dikonfirmasi diruang Kerjanya menjelaskan, kamis (9/5) menyebutkan sebelumnya Polres Karo lebih dahulu melakukan penangkapan secara langsung terhadap 5 orang yang diduga melakukan tindak pidana pemilu (moneypolitik) didaerah kecamatan Tigabinanga Kabupaten Karo – Sumatra utara.

Ketua ranting gerindra Tigabinanga yang sedang membawa uang untuk saksi partai sebesar 11 juta ditangkap hanya dilakukan oleh pihak kepolisian saja, dan pihak Bawaslu serta Panwaslu tidak turut serta didalam kegiatan penangkapan, saya juga berharap agar pihak kepolisian bersama Gakkumdu berani memperjelas dan mempublikasikan dimana Tempat penangkapan serta saat melakukan kegiatan apa sehingga harus dilakukan penangkapan, pinta Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Karo.

Lanjutnya, berdasarkan informasi diberbagai media bahwa Tim Satuan Tugas (Satgas) Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu) Kabupaten Karo sukses mengungkap dua tindak Pidana Pemilu melalui Oprasi Tangkap Tangan (OTT) dan langsung melakukan Pemaparan dimapolres Karo, ini sudahlah patut kita duga tidak lagi sesuai dengan prosedural cara kerja Gakkumdu sesuai amanah peraturan yang ada.

Pihak kepolisian dengan semangat mengekspose kejadian ini dan disiarkan melalui media televisi dengan mengabaikan prosedur dan tahapan yang ada, sesungguhnya itu tidak boleh terjadi karena belum melalui tahapan tahapan yang diamanahkan undang undang dan peraturan tentang penanganan tindak pidana pemilu, pengeksposan ini dapat menciderai nama baik partai gerindra nantinya, ujar Corry Sebayang.

Lebih aneh lagi, mengapa Polres Karo melakukan Konference Pers dimapolres karo, dan tidak dilakukan di kantor sekertariat Gakkumdu serta tanpa dihadiri oleh unsur unsur yang tergabung didalam Penegakan Hukum Terpadu (GAKKUMDU) seperti pihak kejari karo yang tidak terlihat hadir, serta penangkapan dan pengamanan yang dilakukan polisi dari polres tanahkaro patut diduga “Cacat Hukum” dan melanggar etika.

Tambahnya lagi, saat konference pers dilakukan terkait hasil tangkapan polres karo di kantor polres karo kabanjahe, Ketua Bawaslu Kabupaten Karo Eva Juliani yang hadir dalam pemaparan menjelaskan kepada media ” terkait temuan ini, kami sudah periksa terhadap kelimanya dan kita nyatakan sudah memenuhi syarat untuk dilakukan register dan direkomendasikan untuk dibuatkan laporan polisi (lp)” agar dapat diproses secara praturan dan perundang undangan hingga sampai tahap putusan dipengadilan, tegas Ketua Bawaslu. ucap ketua DPC Gerindra Karo

Padahal setelah penangkapan oleh petugas dari Polres Karo barulah dilakukan tahapan klarifikasi hingga pelaporan ke SPKT Polres Karo tertanggal 8 mei 2019, seharusnya dalam menerima Laporan/Temuan, Bawaslu Provinsi atau Panwaslu Kabupaten/Kota harus didampingi dan dibantu oleh Penyidik Tindak Pidana Pemilihan dan Jaksa yang tergabung dalam Sentra Gakkumdu.

Pihak kepolisian yang tergabung dalam Gakkumdu juga seharusnya untuk melakukan Pendampingan tindakan identifikasi, verifikasi, dan konsultasi terhadap laporan/temuan tersebut dengan melepaskan wewenang dari instansi sebelumya, dan selanjutnya Pengawas Pemilu didampingi oleh anggota Sentra Gakkumdu melakukan klarifikasi terhadap pelapor dan saksi terlebih dahulu.

Kenapa pihak Kepolisian harus langsung melakukan penangkapan, kam tanyalah pihak polres karo, apakah ini Oprasi Tangkap Tangan (OTT) seperti pidana umum lainya dan ataukah ini harus melalui proses penegakan tindak pidana pemilu melalui tahapan dan proses yang sudah ditetapkan oleh aturan dan peraturan, jelas cory.

Pengamat Pelaksanaan Pemilu dikabupaten Karo, Surya Girsang dikabanjahe saat dimintai menanggapi permasalahan ini, kamis (9/5) mengatakan ” Penyidik Tindak Pidana Pemilihan yang ditunjuk seharusnya terlebih dahulu melakukan Penyelidikan setelah Bawaslu Provinsi atau Panwaslu Kabupaten/Kota mengeluarkan Surat perintah Tugas untuk melaksanakan Penyelidikan yang dilanjutkan Penyidik Tindak Pidana Pemilihan mengeluarkan surat Perintah Penyelidikan berdasarkan Surat Perintah Tugas.

Lanjutnya, didalam Pembahasan Pertama Gakkumdu diwajibkan harus melakukan Pembahasan atas laporan tersebut 1 (satu) hari setelah tanggal diterimanya laporan/temuan untuk menemukan peristiwa pidana Pemilihan, serta mencari dan mengumpulkan bukti-bukti untuk menentukan pasal yang akan disangkakan terhadap peristiwa yang dilaporkan untuk ditindaklanjuti dalam proses kajian pelanggaran Pemilihan oleh Pengawas Pemilu dan hasil Penyelidikan oleh Penyidik Tindak Pidana Pemilihan.

Pengawas Pemilu harusnya tidak langsung melakukan penangkapan, mereka dapat mengundang Pelapor, Terlapor, Saksi, dan/atau Ahli untuk dimintakan keterangan dan/atau klarifikasi, dimana keterangan tersebut dilakukan di bawah sumpah dan dituangkan ke dalam Berita Acara Klarifikasi, dan bila laporan/temuan telah memenuhi unsur Tindak Pidana Pemilihan, barulah dapat memutuskan untuk melanjutkan laporan/temuan ke tahap Penyidikan, jelas Surya.

Sekedar mengingatkan, baca : www.geosiar.com 5 Pelaku Politik Uang Untuk Caleg Dari Partai Gerindra Ditangkap Polres Karo.

Ketua Bawaslu Kabupaten Karo Eva Juliani yang hadir dalam pemaparan menjelaskan terkait temuan ini, kami sudah periksa terhadap kelimanya dan kita nyatakan sudah memenuhi syarat untuk dilakukan register dan direkomendasikan untuk dibuatkan laporan polisi (lp) agar dapat diproses secara praturan dan perundang undangan hingga sampai tahap putusan dipengadilan, tegas Ketua Bawaslu./Edy surbakti.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com