Connect with us

Politik

H Hamidah Dorong Pemko Medan Percepatan Penerapan Perda MDTA

Published

on

Medan, Geosiar.com – Anggota DPRD Medan Hj Hamidah mendukung penuh Pemko Medan secepatnya menjalankan Perda No 5 Tahun 2014 tentang wajib belajar Madrasah Diniyah Takmiliywh Awaliyah (MDTA). Karena Perda MDTA sangat bermanfaat membina moral generasi muda paham ajaran Islam dan isi Alquran.

Dukungan itu disampaika H Hamidah saat menggelar sosialisasi V Tahun 2019 Perda Kota Medan No 5/2014 tentang wajib belajar Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) di Kecamatan Medan Tembung, Minggu (10/3/2019). Ratusasan masyarakat.dan tokoh agama serta ibu ibu perwiritan/ pengajian hadir acara sosialisasi tersebut.

Untuk itu kata Hamidah (PPP), mendorong Pemko Medan supaya mempersiapkan sarana dan prasarana perangkat Perda. “Jika Perda MDTA dapat diterapkan dengan baik dipastikan akan membina anak anak sejak usia dini paham dengan Alquran. Sehingga tingkat religius anak anak semakin tinggi dan dengan memahami Alquran akan menghindari sifat kejahatan, ” ujar Hamidah yang saat ini Caleg DPRD Medan 2019-2024 asal Partai PPP dapil III meliputi Medan Perjuangan, Medan Timur dan Medan Tembung.

Ditambahkan Hamidah yang juga Ketua Fraksi PPP DPRD Medan itu, sangat mengapresiasi dengan terbitnya Perda No 5/2014 itu. Pemko Medan diharapkan menerapkan dengan baik mengingat saat ini generasi muda di Medan darurat pengerahuan agama. Maka, dengan adanya Perda diharapkan dapat membentengi terhindar dari kenakalan remaja dan memahami pentingnya ilmu agama.

“Sama-sama kita ketahui, anak-anak banyak yang menjadi korban penyalahgunaan narkoba dan tindak kriminal lantaran kurangnya pemahaman tentang agama. Makanya, Pemko Medan membuat perda tersebut karena melihat kondisi itu dan mengancam masa depan bangsa,” katanya.

Diuraikan Hamidah, dalam perda itu dibuat untuk anak-anak SD yang beragama Islam. Ketika mereka ingin melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya SMP dan SMA, maka perlu ada semacam surat keterangan seperti MDTA tersebut.

“Jadi bagi anak yang beragama islam ini kewajiban untuk punya Ijazah MDTA jika mau melanjutkan ke SMP. Atau, bagi yang belum punya ijazah MDTA nya maka harus mengikuti pendidikan khusus selama dua tahun, “jelasnya.

Dalam isi Perda pada Pasal 3, MDTA sebagai satuan pendidikan agama Islam nonformal. Dan pada Pasal 4 disebutkan lagi Wajib Belajar MDTA berfungsi untuk memenuhi kebutuhan tambahan pendidikan agama Islam di SD sederajat kecuali SD Islam terpadu.

Perda bertujuan memberikan bekal kemampuan beragama kepada peserta didik mengembangkan kehidupan berahklak mulia. MDTA diselenggarakan dengan masa belajar 4 tahun.

Dikatakannya, Perda dalam Pasal 9 menyebutkan, tenaga pendidik MDTA adalah anggota masyarakat yang mempunyai kompetensi mengajar peserta didik yang diangkat penyelenggara pendidikan.Sedangkan pengangkatan tenaga pendidik harus memiliki kompetensi dan ilmu mendidik.

Seperti pada Pasal 10 disebutkan beberapa kewajiban bagi tenaga pendidik. Sedangkan tenaga pendidik mempunyai hak hak seperti memperoleh penghasilan dan jaminan kesejahteraan sosial. Menggunakan sarana, prasarana dan fasilitas pendidikan dalam melaksanakan tugasnya.

Sebagaimana diketahui Perda No 5 Tahun 2014 Pemko Medan tentang Wajib Belajar  Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah terdiri XIII BAB dan 28 Pasal. (lamru)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Politik

Karyawan RS Sari Mutiara Ngadu ke DPRD Medan, Henry Jhon : Gaji Harus Dibayar dan Status Jelas

Published

on

Medan, Geosiar.com – Puluhan karyawan Rumah Sakit (RS) Sari Mutiara Medan delegasi ke DPRD Medan terkait ketidakjelasan nasib mereka dan gaji belum terima. Delegasi mereka diterima Ketua DPRD Medan Drs Henry Jhon Hutagalung SH SE MH diruangan kerjanya Jumat (22/3/2019).

Salah satu perwakilan karyawan Suhaida dihadapan Henry Jhon Hutagalung menyampaikan, pihaknya mengadukan nasib sekitar 80 karyawan belum terima gaji. Karyawan yang terdiri dari tenaga medis, admnistrasi dan cleaning service belum menerima gaji sejak bulan Januari, Pebruari dan Maret Tahun 2019.

Parahnya kata Suhaida, bulan Pebruari lalu ada instruksi lisan dari pihak manajemen agar karyawan tidak bekerja lagi. Alasan, izin operasional RS Sari Mutiara sudah habis dan tidak diperpanjang lagi.

“Status kami tidak jelas, apakah diberhentikan atau tidak. Kalau memang dirumahkan harus secara tertulis, bukan lisan. Kalau menunggu rumah sakit beroperasi kembali tentu ada pemberitahuan. Namun kami juga berharap agar gaji sejak Januari 2019 lalu tetap dibayar,” pinta Suhaida.

Sama halnya keluhan yang disampaikan Sri Elfisah, selain tuntutan pembayaran gaji. Elfisah juga berharap ada kejelasan dari pihak manajemen RS Sari Muriara soal kapan beroperasi kembali, sehingga nasib karyawan tidak terkatung katung.

“Kami sangat berharap agar pembayaran gaji tetap menjadi prioritas. Kebutuhan keluarga sangat mendesak dan mengharap dari gaji itu,” pinta Elfisah seraya memelas agar Ketua DPRD Medan Henry Jhon Hutagalung dapat membantu memfasilitasi.

Menyahuti keluhan karyawan, Ketua DPRD Medan Henry Jhon Hutagalung SE SH MH menyampaikan, secepatnya akan memfasilitasi pertemuan pihak Rumah Sakit, Dinas Tenaga Kerja, Dinas Kesehatan, BPJS dan perwakilan karyawan.

“Minggu depan akan saya undang seluruh pihak terkait hadir disini. Masalah pembayaran gaji akan saya surati pihak RS Sari Mutiara supaya secepatnya dibayar,” ujar Henry Jhon selaku politis PDIP itu.

Ditegaskan Henry Jhon lagi, pihak manajemen RS Sari Mutiara harus segera membayar gaji dan selanjutnya memperjelas status karayawan. “Kalau memang diberhentikan, harus bayar pesangon sesuai ketentua,n” sebutnya.

Sama halnya, terkait karyawan yang telah pensiun dari RS Sari Mutiara. Henry berharap supaya ikut diakomodir terkait haknya. “Ada puluhan karyawan yang sudah pensiun namun tidak diperdulikan selama ini, bagi yang pensiun juga supaya diberi haknya,” imbuh Henry. (lamru)

Continue Reading

Politik

Sandiaga Terima Dukungan Emak-emak dan Purnawirawan TNI-Polri di DIY

Published

on

Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno (tengah) berkampanye di Lapangan Tegaltirot, Yogyakarta, Jumat (22/3/2019) (Kumparan)

Geosiar.com, Yogyakarta – Pasangan calon (paslon) nomor urut 02 Sandiaga Uno safari politik ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Lapangan Tegaltirot, Berbah, Kabupaten Sleman menjadi tempat awal yang didatangi Sandi dalam kampanyenya, Jumat (22/3/2019) pagi.

Para emak-emak menyambut kedatangan Sandi dengan penuh antusias. Dalam kesempatan ini, Sandi bersama emak-emak bernyanyi dan berjoget bersama.

Selain emak-emak, di lapangan tersebut turut hadir pula purnawirawan TNI-Polri yang memberikan ikrar mendukung capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Ketua DPP Relawan Sekoci Padi Indonesia, Djoko Subroto, mengungkapkan bahwa para purnawirawan TNI-Polri siap mendukung Prabowo-Sandi melenggang menuju Istana.

“Ini calon wakil presiden yang memimpin kita. Di sini ada sebagian kecil purnawirawan akan membela bersama emak-emak dan para relawan. Saya siap mengiringi Bang Sandi dan Mas Prabowo memimpin bangsa kita,” ujarnya.

Sandi mengapresiasi dukungan yang diberikan kepadanya ini. Pada masa kampanye pilpres 2019, Sandi mengaku sudah berkunjung di 1.500 titik di Indonesia. Dari kunjungan tersebut, ia melihat Indonesia memiliki modal kuat dari sumber daya alam (SDA) maupun sumber daya manusia (SDM).

“Saya ingin menyampaikan salam hormat dari Bapak Haji Prabowo. Beliau berkegiatan di Jawa Tengah. Tinggal 26 hari lagi menuju pemilihan. Kita memperjuangkan apa yang kita perjuangkan kita perjuangan ekonomi dan keadilan untuk masyarakat,” tambah Sandiaga.

Pada kesempatan itu, Sandi juga menyinggung masalah lapangan pekerjaan yang susah didapatkan saat ini. Dia berjanji pengangguran akan dikikis jika dirinya menang.

Sandi berencana akan memulai kampanye akbar di Jawa Tengah dan DIY pada Minggu (24/3/2019). Sementara capres Prabowo akan berkampanye di Makassar, Sulawesi Selatan.

Continue Reading

Politik

Ini Kata TKN Soal BPN Sebut Jokowi ‘Game Over’

Published

on

Sekjen Perindo, Ahmad Rofiq

Geosiar.com, Jakarta – Badan Pemenangan Nasional (BPN) paslon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menganggap Joko Widodo sudah ‘game over’ berdasarkan pada hasil survei Litbang Kompas yang menunjukkan selisih elektabilitas petahana kian tipis dengan sang capres. Merespon hal tersebut, begini kata Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Kita buktikan di pemilu nanti,” kata Wakil Sekretaris TKN Jokowi-Ma’ruf, Ahmad Rofiq, kepada awak media, Kamis (21/3/2019).

Ahmad Rofiq mengatakan, hasil survei Litbang Kompas kerap tak tepat. Politikus Perindo ini menyebut hasil survei tersebut bagian dari anomali dari survei-survei lain yang kerap menunjukkan selisih Jokowi dan Prabowo di atas 20%.

Lebih lanjut Rofiq menegaskan agar pihaknya selalu optimis demi kemenangan paslon nomor urut 01 itu. Mesin politik timses, relawan hingga simpatisan terus digenjot agar Jokowi kembali memimpin di 2019 mendatang.

“Kita terus berjuang untuk pemenangan,” tegas Rofiq.

Sebelumnya, BPN Prabowo-Sandiaga menilai hasil survei Litbang Kompas turut mengkonfirmasi survei internal yang menunjukkan elektabilitas capres petahana Joko Widodo (Jokowi) sudah di bawah 50 persen. BPN menganggap Jokowi tidak mungkin menang. Jokowi dinilai sudah ‘game over’.

“Tapi Litbang Kompas memastikan Jokowi decline dan sudah di bawah 50 (persen). Kalau di bawah 50 (persen) udah nggak mungkin menang ya. Karena gini, ini tren berarti Pak Jokowi sudah tren turun terus, Pak Prabowo naik terus,” kata juru bicara BPN Andre Rosiade di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan seperti dikutip dari detik.com, Rabu (20/3/2019).

“Yang ketiga ini perlu tahu, Kompas sebagai grup besar sudah berikan sinyal kepada seluruh rakyat Indonesia bahwa 17 April besok presiden Indonesia akan diganti dari Jokowi ke Prabowo Subinato. Intinya apa? Litbang Kompas memberikan pemberitahuan bahwa Pak Jokowi game over,” tutupnya.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com