Connect with us

Nasional

Tiga Prajurit TNI Ditembak, Pengamat Sebut Atasi Separatisme dengan Politik Internasional

Published

on

Susaningtyas NHerita


Geosiar.com, Jakarta – Pengamat militer dan intelijen, Susaningtyas NH Kertopati menyampaikan, serangan terhadap patroli TNI di Papua, yang menewaskan tiga orang, adalah bukti bahwa separatis OPM sudah melakukan kejahatan terhadap negara. Oleh sebab itu, sudah saatnya pemerintah Indonesia menggunakan instrumen politik internasional berupa hukum-hukum nasional untuk menangani tindakan separatisme itu.

“Sekali lagi, separatis OPM melakukan serangan kepada prajurit TNI yang sedang patroli. Korban tiga prajurit gugur dan sebagian terluka merupakan duka bangsa Indonesia. Serangan-serangan sebelumnya juga telah menyebabkan korban tewas, bahkan sampai ada 31 orang dibantai beberapa bulan lalu,” kata Susaningtyas yang akrab disapa Nuning itu kepada Beritasatu.comdi Jakarta, Sabtu (9/3/2019).

Nuning mengatakan, dengan status OPM sebagai separatis, maka mekanisme dukungan internasional akan berpihak kepada pemerintah Indonesia. Mekanisme tersebut juga pernah dilakukan oleh beberapa negara di dunia yang tengah menghadapi kelompok separatisme.

Bahkan, ungkap Nuning, pemerintah Indonesia pada masa lampau juga menetapkan PRRI dan Permesta sebagai pemberontak, yaitu pada era 1950-1960. Dengan status separatis atau pemberontak, maka aksi militer dan polisionil sah untuk dilakukan demi hukum.

“Bahkan, PBB juga akan memberikan dukungan nyata, seperti dukungan kepada pemerintah Inggris terhadap separatisme Irlandia Utara dan kepada pemerintah Spanyol terhadap separatisme Catalunya. Komisi HAM PBB juga akan memberikan rekomemdasi positif terhadap korban prajurit militer yang diserang separatis,” ujar Nuning.

“Untuk itu, sangat penting bagi pemerintah Indonesia menugaskan TNI dan Polri menumpas habis separatisme OPM sesuai hukum nasional dan hukum internasional,” sambungnya

Sebelumnya diketahui, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen Sisriadi menyampikan, pasukan TNI diserang dengan kekuatan tidak berimbang di Distrik Mugi, Kabupaten Nduga, Papua, Kamis (7/3/2019) pagi. Mereka diserang oleh Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) pimpinan Egianus Kogoya.

“Pasukan yang diserang tergabung dalam Satgas Penegakan Hukum (Satgas Gakkum). Mereka sedang melaksanakan pengamanan dalam rangka proses pergeseran pasukan TNI yang akan melaksanakan pengamanan dan pembangunan infrastruktur Trans-Papua, yakni jalur Wamena-Mumugu di Kabupaten Nduga,” ujar Sisriadi.

Dikatakan Kapuspen TNI, pasukan Satgas Gakkum TNI berkekuatan 25 orang. Mereka baru tiba dalam rangka mengamankan jalur pergeseran pasukan. Tiba-tiba, patroli mendapatkan serangan mendadak oleh sekitar 70 orang anggota KKSB bersenjata campuran, baik senjata standar militer maupun senjata tradisional seperti panah dan tombak.

“Pasukan berusaha melakukan perlawanan sehingga berhasil menguasai keadaan. Musuh berhasil dipukul mundur sampai menghilang ke dalam hutan belantara,” tuturnya. Walau demikian, dalam peristiwa itu tiga prajurit TNI gugur, yaitu Serda Mirwariyadin, Serda Yusdin, dan Serda Siswanto Bayu Aji.

Sedangkan, dari KKSB, prajurit TNI berhasil merampas lima pucuk senjata dan ditemukan pula satu jenazah yang identitasnya masih dalam penyelidikan. “Diperkirakan sekitar 10 orang anggota KKSB juga tewas, namun mayatnya berhasil dibawa kabur oleh teman-teman mereka,” ujar Sisriadi.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nasional

Polisi di Bali Gelar Doa Bersama Guna Keselamatan Rekannya di Jakarta

Published

on

Polisi di Bali Doa Bersama untuk Keselamatan Rekannya di Jakarta (Detik.com)

Geosiar.com, Bali – Puluhan polisi di Polresta Denpasar, Bali mengadakan doa bersama guna keselamatan rekan mereka yang bertugas mengamankan aksi 22 Mei di Jakarta. Doa bersama itu digelar di pura dan musala di area Mapolresta Denpasar, Bali.

Kegiatan doa bersama itu digelar sekitar pukul 12.00 WITA ketika umat Hindhu Puja Trisandya dan umat Muslim salat dzuhur. Para umat Hindhu berdoa bersama di Pura Linggar Adhi Adhva Dhiva dipimpin oleh pemangku sementara umat muslim di Mushala Baitul Amanah.

“Tujuannya adalah untuk mendoakan rekan-rekan kita yang bertugas di Jakarta. Kita juga berdoa wilayah kita di Polresta Denpasar kabupaten/kota Denpasar dan Badung supaya tetap aman dan kondusif,” jelas Kabag Ops Polresta Denpasar Kompol I Nyoman Gatra, Rabu (22/5/2019).

Gatra menjelaskan, doa bersama ini digelar untuk memohon keselamatan untuk para polisi yang bertugas di Jakarta. Dia berharap masyarakat juga tetap tenang dan tidak terprovokasi.

“Kami punya kewajiban dan di samping perintah pimpinan mendoakan dan masyarakat tetap sabar dan tenang dan menunggku karena semua ada aturannya. Kita tak bisa main hakim sendiri karena sudah tak ada zamannya, lebih-lebih di bulan puasa dan kedamaian ketertiban dan kesejukan supaya kita hidup tenang dan nyaman,” urai Gatra.

Diketahui, kericuhan terjadi saat dini hari tadi di beberapa lokasi buntut demo di Gedung Bawaslu, Selasa (21/5/2019). Massa yang disebut merupakan massa bayaran bertindak anarkis melawan aparat kepolisian.

Continue Reading

Nasional

Sambangi Istana, AHY: Saya Mengucapkan Selamat Kepada Presiden Jokowi

Published

on

Ketua Kogasma Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Bogor, Rabu (22/5/2019). (Foto: Suara.com)

Geosiar.com, Bogor – Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengucapkan selamat kepada Presiden sekaligus Calon Presiden terpilih Pilpres 2019, Joko Widodo (Jokowi) saat menyambangi Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (22/5/2019).

“Pada kesempatan baik ini, tadi saya mengucapkan selamat kepada Presiden Jokowi atas kemenangan hasil rekapitulasi KPU 21 Mei lalu,” kata AHY usai bertemu Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor.

Ucapan selamat kepada Jokowi pun, kata AHY, sudah disampaikan oleh Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang juga ayahnya. Ucapan selamat SBY disampaikan lewat sambungan telepon serta video yang direkam di Singapura.

“Ini juga telah disampaikan langsung Bapak SBY tadi malam melalui telepon, dan ada video statement yang masyarakat sudah menyaksikannya,” kata AHY.

Dalam video tersebut, SBY menunjukkan perasaan lega setelah Jokowi berkomitmen menjadi presiden bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Ada kelegaan di hati Bapak SBY dan kita semua. Bahwa kita kemarin dengarkan langsung, bahwa ada itikad semangat agar semua pihak dapat menjaga suasana pasca-pengumuman (KPU) dengan tenang damai,” sambung AHY.

Pada kesempatan itu, Ketua Kogasma Partai Demokrat itu mengigatkan kepada pihak yang tidak puas menerima hasil rekapitulasi suara KPU, agar menggugat melalui jalur konstitusional.

“Kalau pun ada kalangan yang belum puas atau belum menerima hasil rekapitulasi KPU tadi, maka bisa disalurkan melalui jalur konstitusional. Ada jalannya,” lanjut AHY.

Pun, AHY mengharapkan agar masyarakat terhindar dari polemik dengan aksi-aksi yang tidak konstitusional.

“Dan mudah-mudahan masyarakat terhindar dari segala polemik yang diperburuk dengan aksi-aksi yang tidak konstitusional,” tandas AHY.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah mengumumkan hasil rekapitulasi penghitungan suara secara nasional pada Selasa (21/5/2019) dini hari lalu. Berdasarkan hasil rekapitulasi, Paslon nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin unggul dengan perolehan suara 85.607.362 atau 55,50 persen.

Sedangkan, pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga mengantongi 68.650.239 suara atau 44,50 persen.

Continue Reading

Nasional

Polri: Massa yang Bikin Rusuh Diduga Setting-an

Published

on

Massa melakukan perlawanan ke arah petugas di depan kantor Bawaslu di kawasan Thamrin, Jakarta, Selasa (21/5/2019) malam. [Foto: ANTARA]

Geosiar.com, Jakarta – Kerusuhan massa demo pada sejumlah titik di Jakarta membuat sejumlah pihak keamanan negara harus diterjunkan ke lokasi. Sebab, massa sempat bertindak anarkis dengan melempar polisi dengan batu serta membakar mobil dan asrama Brimob.

Atas tindakan anarkis massa, Mabes Polri melalui Kadiv Humas Polri, Irjen M Iqbal menduga, massa yang rusuh merupakan massa yang sudah dipersiapkan dan di-setting.

“Saya sampaikan bahwa dari rangkaian tadi dari aksi damai bahwa peristiwa dini hari tadi adalah bukan massa spontan, tapi peristiwa by design, settingan,” duga Irjen M Iqbal pada jumpa pers di Kemenkopolhukam, Jakarta, Rabu (22/5/2019).

Irjen M Iqbal mengatakan, dari serangkaian peristiwa yang terjadi sejak demo di Bawaslu, hingga bentrok di Tanah Abang, Sabang, hingga kerusuhan di Petamburan, menunjukkan indikasi adanya settingan. Sebab, diketahui mayoritas massa berasal dari luar Jakarta.

“Dari pemeriksaan sementara bahwa mayoritas berasal dari luar Jakarta. Dari Jabar, Banten, dan ada dari Jateng,” imbuhnya.

Kericuhan pertama, rinci Iqbal, terjadi di Tanah Abang sekitar pukukl 23.00 WIB. Padahal, saat itu massa aksi damai di Bawaslu sudah bubar.

“Pukul 23.00 WIB tiba-tiba ada massa yang kita tidak tahu dari mana yang berulah anarkis dan provokatif,” sebut Iqbal.

Massa itu menyerang petugas dengan batu dan petasan. Saat dibubarkan polisi, massa berhamburan dan membentuk dua kelompok yang menuju dua lokasi baru yakni Jalan Sabang dan Jalan Wahid Hasyim hingga dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.

Kemudian, massa lain muncul di KS Tubun dan menyerang asrama Brimob hingga rusak, lalu membakar mobil dinas maupun pribadi.

“Karena itu, kita duga massa ini sudah dipersiapkan dan di-setting,” sambungnya.

Selain itu, dari massa yang diamankan ditemukan amplop berisi uang. Kemudian, satu ambulans berlogo partai ditemukan batu dan alat-alat untuk sebabkan kerusuhan. Saat ini, Polda Metro Jaya sudah mengamankan temuan tersebut.

“Ada 1 ambulans ada logo partainya itu penuh dengan batu dan alat-alat. Sudah kami amankan, Ada juga kami geledah massa-massa itu ada amplop dan uangnya, sudah disita, Polda Metro Jaya sedang mendalami,” tandas Iqbal.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com