Connect with us

Sumut

Paul Simanjuntak Ajak Warga Bayar PBB Tepat Waktu

Published

on

Medan, Geosiar.com – Anggota DPRD Medan Paul Mei Anton Simanjuntak (PDI P) ajak masyarakat untuk bayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tepat waktu untuk menghindari denda. Bila masyarakat merasa terbebani karena besarnya PBB dapat diajukan revisi ke kantor pajak.

Ajakan sekaligus himbauan itu disampaikan Paul MA Simanjuntak saat menggelar sosialisasi V Tahun 2019 Perda Kota Medan No 3/2011 tentang pajak bumi dan bangunam perdesaan perkotaan di Jl Krakatau/Selamat Kel Durian, Kecamatan Medan Timur, Minggu (10/3/2019). Hadir saat sosialisasi, staf BPHTB dan PBB Kota Medan Joharsyah, Lurah Dirian Sugianto, tokoh masyarakat, tokoh agama dan ratusan konstituen.

Disampaikan Paul, masyarakat perlu menyadari betapa pentingnya sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari PBB untuk peningkatan pembangunan di kota Medan. Masyarakat diharapkan sadar akan pentingnya pembayaran tepat waktu
“Jika obyek pajak merasa tidak nyaman atau terbebani besar nya PBB dapat mengajukan permohonan peninjauan kembali,” ujar Paul.

Sebagaimana diketahui, Perda No 3 Tahun 2011 tentang pajak bumi bangunan (PBB) perdesaan dan perkotaan terdiri dari XVI BAB dan 33 Pasal. Dktetapkan 27 Juni 2011 oleh Walikota Medan Drs Rahudman Harahap.

Seperti yang tertuang pada BAB III dasar pengenaan, tarif dan cara menghitung pajak, Pada Pasal 4 diuraikan,
Dasar penetapan PBB perdesaan dan perkotaan adalah NJOP. Besarnya NJOP ditetapkan setiap 3 tahun, kecuali objek pajak tertentu ditetapkan sesuai perkembangan wilayah.

Adapun tarif PBB ditetapkan sbb, untuk NJOP sampai Rp 1 M ditetapkan sebesar Rp 0,2 persen pertahun. Untuk NJOP diatas Rp 1 M sebesar 0,3 % per tahun.

Sedangkan objek pajak yang tidak dikenakan PBB pada BAB II Pasal 2 ayat 4 yakni bangunan pemerintah, digunakan untuk melayani kepentingan umum bidang ibadah, bidang sosial, kesehatan, pendidikan tidak memperoleh keuntungan.

Selain itu juga tidak dikenakan PBB jika penggunaan untuk kuburan, peninggalan purbakala, hutan lindung, hutan suaka alam, hutan wisata dan lainnya.
Besar NJOP tidak kena pajak disesuaikan Rp 15 jt untuk setiap wajib pajak.

Sebagaimana disebutkan pada BAB XII bagian ketentuan khusus pada Pasal 27, setiap pejabat dilarang memberitahukan kepada pihak lain atau wajib pajak dalam rangka jabatan atau pekerjaannya untuk menjalankan peraturan perundang undangan.

Begitu juga pada BAB XIV Ketentuan Pidana pada pasal 29 menyebutkan, pejabat dan tenaga ahli yang dihunjuk oleh kepala daerah karena kealpaannya memenuhi kewajiban merahasiakan yang disebut pada pasal 27 dipidana kurungan 1 tahun atau pidana denda paling banyak Rp 4 jt. Pejabat dan tenaga ahli yang menyebabkan tidak dilenuhinya kewajiban pada Pasal 27 akan dikenakan kurungan pidana 2 tahun dan denda Rp 10 jt. (lamru).

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sumut

Pasar Kampung Lalang Resmi Beroperasi, Penempatan Lapak Diundi

Published

on

Medan, Geosiar.com – Menyusul telah selesainya pembangunan dan akan beroperasinya pasar tradisional Kampung Lalang. Pemko Medan melalui PD Pasar melakukan pengundian sebanyak 723 kios Pasar Tradisional Kampung Lalang. Pengundian yang berlangsung selama dua hari untuk menentukan tempat/lapak kepada pedagang.

Pengundian ini berlangsung di Pasar Tradisional Kampung Lalang dan dihadiri Assisten Umum Renward Parapat ATD, MT serta Dirut Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Medan Rusdi Sinuraya, Jumat (22/3/2019).

Asmum mengungkapkan pengundian nomor kios sudah dilakukan dan bagi pedagang yang sudah mendapatkan nomor, dapat langsung mengambil kunci kiosnya, dan bisa langsung menempati kios milik masing-masing.

“Bagi para pedagang yang sudah mendapatkan nomor kiosnya, mereka dapat langsung mengambil kunci dan meletakkan barang-barang mereka sehingga mereka dapat langsung berjualan,” katanya.

Renward juga menekankan kepada para pedagang agar tidak menaruh curiga kepada panitia dalam pencabutan nomor kios ini. Karena semua dilakukan dengan jujur, adil serta transparan.

Kemudian Renward juga menjelaskan untuk para pedagang yang berjualan di pasar ini tidak dikenakan biaya apapun hanya saja dikutip biaya retribusi setiap bulannya sesuai dengan perda yang berlaku.

“Semua pedagang yang masuk disini tidak ada dikutip biaya untuk memasuki pasar tersebut, karena bangunan ini berasal dari APBD Kota Medan yang merupakan uang rakyat juga. Tetapi setiap bulannya akan dikutip biaya retribusi sesuai Perda yang belaku tidak ada biaya tambahan apalagi uang pembangunan,” jelasnya.

Sementara itu, Dirut PD Pasar Kota Medan menyatakan nomor kios diundi dihadapan semua pedagang jadi semuanya besifat transparan, tidak ada permainan, kita berusaha mencari cara bagaimana agar bersifat transparan dan dapat disaksikan dihadapan semua yang hadir disini.

“Proses pengundian nomor kios nantinya mendapatkan nomor dan dapat memasuki kios tersebut hari ini juga dan bisa langsung berjualan. Proses pengundian berlangsung secara jujur, adil dan transparan serta akuntabel tidak ada yang perlu dicurigai, semua terbuka dan ada saksi dari badan pengawas, dari kepolisian dan dari Kecamatan,” ucap Dirut.

Dirut PD Psara Kota Medan menambahkan,  ada 2 tahap dalam pembagian kios ini dan berlangsung selama 2 hari. Tahap pertama dilakukan diundi yakni lantai 1 dan lantai 2 sebanyak kurang lebih 360 kios dengan jenis dagangan pakaian dan sepatu/sendal.

“Ada 2 tahap dalam pengundian nomor kios ini, tahap pertama dilakukan pada hari Jumat (22/3/2019) yang berada dilantai 1 sebanyak 360 kios dan tahap kedua dilakukan pada Sabtu (23/3/2019l),” sebut Rusdi. (lamru)

Continue Reading

Sumut

Berpotensi Merusak Citra Universitas Sumatera Utara, Rektor USU Runtung Sitepu: UKM Suara USU Akan Dibubarkan!

Published

on

Ilustrasi logo LGBT

Geosiar.com, Medan – Pengunggahan cerpen (cerita pendek) bertemakan LGBT di website UKM Suara USU (suarausu.co) dan media sosial (instagram) berujung pada ancaman pembubaran oleh Rektor USU, Prof. Dr. Runtung Sitepu, SH. M.Hum.

Unggahan cerpen oleh penulis, Yael Stefani yang juga menjabat sebagai Pimpinan Umum Suara USU, menimbulkan kontra terhadap pembacanya. Hal ini dikarenakan cerpen tersebut memuat konten penolakan diskriminasi terhadap LGBT sehingga penulis dianggap Pro LGBT.

Yael membenarkan adanya kontra yang ditimbulkan akibat pengunggahan cerpennya itu pada Kamis (21/3). Dia menjelaskan kurang dari sehari diunggah, cerpen yang ditulisnya sudah memperoleh komentar negatif yang menganggap dirinya dan Suara USU Pro LGBT.

“Nggak lebih sehari (diunggah) ribut. Suara USU dianggap pro LGBT karena di ilustrasi cerpen ada lambang pelangi. Jadi langsung di-judge,” ujarnya.

Akibat banyak menuai kritikan publik, pihak rektorat USU memerintahkan agar mengadakan pertemuan kepada penulis dan pengurus Suara USU dalam rangka mencari solusi permasalahan yang terjadi. Hasil dari pertemuan itu tidak disangka oleh Yael akan menjadi ujung tombak pada kegiatan UKM Suara USU.

“Jadi mereka (pihak rektorat) bilang harus dihapus (cerpen) karena sudah tersebar luas. Bahkan orang rektorat, rektor, dan wakil rektor I sudah tau. Tapi kami nggak mau, kami cuma mengarsipkan dari medsos (instagram). Tapi website nggak (kami) tarik,” jelasnya.

Setelah pertemuan itu, website suarausu.co tidak dapat diakses dan mengalami penangguhan hingga saat ini. Selain itu, legalitas Suara USU juga akan ditarik oleh rektorat.

Kabar ini dibenarkan oleh Rektor USU, Runtung Sitepu. Dalam wawancara melalui sambungan telepon, Ia mengatakan kalau cerpen yang diunggah berlawanan dengen visi dan misi USU dan Ia berniat untuk membubarkan UKM tersebut.

“Rencananya, Senin saya akan mengundang semua pengurus, penanggung jawab, dan termasuk pembina Suara USU, kenapa dibiarkan yang seperti ini? Ini sudah merusak citra USU,” tegas Runtung.
Lanjutnya, “UKM Suara USU akan dihapuskan kalau sudah begitu. Itu belum diterbitkan karena (saya) masih di Jakarta.”

Diungkapkan Runtung, Ia hanya ingin citra USU di mata publik tidak tercemar oleh karena sebagian pihak. Selanjutnya, Ia juga mengatakan bahwa kejadian yang mengaitkan Suara USU ini tidak terjadi hanya sekali ini saja.

“Ini bukan sekali saja, lima tahun lalu sudah kami alami tapi bukan ke arah ini (LGBT).” tutupnya.

Cerpen kontroversial dikalangan USU itu berjudul “Ketika Semua Menolak Kehadiran Diriku di Dekatnya.” Kasus ini juga mendapat perhatian dari para sastrawan dan jurnalis. Ringkasan cerpennya bercerita tentang seorang perempuan yang juga menyimpan perasaan kepada perempuan lainnya (lesbian) tetapi mengalami deskriminasi dari orang sekitarnya. (YRS)

Continue Reading

Sumut

Taklukkan Kesombongan Jadi Motivasi Gandi Parapat Raih Kesuksesan

Published

on

Gandi Parapat (Geosiar.com)

Geosiar.com, Medan – Menaklukkan kesombongan, Gandi Parapat memulai pembicaraan ketika ditemui geosiar.com sore itu. Hal tersebut diakuinya saatdirinya memulai karir, menempah diri, ia mengaku tidak bercita-cita menjadi pejabat dan kaya.

“Cita-cita Saya tidak mau jadi pejabat, tidak mau kaya tapi mampu menyelesaikan berbagai persoalan serta mengenal para pejabat dan menerima masukannya,” ungkap Gandi Parapat.

Gandi mengaku dirinya memiliki inspirasi dalam hidupnya, yaitu Adil Parapat. Walau kadang menjadi kekesalan dalam hidupnya, namun dijadikan pemicu dan motivasi bagi dirinya untuk tetap bangkit dalam menaklukkan kesombongan itu. Bahkan Gandi sering bahan tertawaan namun tetap berprinsip tidak mundur.

“Menunggu 1 jam bagi orang kampung sangat membosankan. Karena malu ketika ditanya, Apa kau sudah makan ?. Selalu saya jawab sudah padahal lapar dan air liyur selera makan tinggi melihat mereka makan,” kata Gandi menceritakan masa lalu ketika dirinya sering dihadapkan dengan perang mental dan uji kesabaran.

Melalui didikan mental tersebut Gandi lulus testing di Departemen Kesehatan dan sering dipanggil ke rumah keluarga untuk tanding makan durian atau rambutan dengan ditimbang beratnya.

Perjalanan hidup, ternyata tidak gampang dan cepat bosan. Setelah menjalani selama 6 tahun jadi PNS. Gandi bercita-cita lain dan ingin mengakhiri dari perusahaan berplat merah itu.

“Enam tahun bekerja PNS, Saya sudah minta pensiun dini tapi tidak dikasih,” ungkap Gandi.

Lanjut Gandi Parapat, lebih banyak menghabiskan waktu bergaul dengan semua lapisan masyarakat dan selalu berhasil memberikan jalan keluar dari permasalahan itu, bergaul dan bersahabat dengan Menteri Kehutanan MS Kaban, dengan Menteri BUMN Dahlan Iskan ketika dimasanya dan beberapa pejabat di Sumut.

Banyak terobosan untuk kepentingan masyarakat luas, tidak peduli dan tidak takut. Seperti melarang Presiden Jokowi bernatal di Sumut, melarang Presiden meresmikan PT SOL.

Ketika Gandi bersahabat dengan Menteri BUMN Dahlan Iskan, dirinya pernah ditawarkan Menteri posisi di PT SOL tapi Gandi menolak.

Gandi Parapat

“Dahlan mengajak Saya membangun Sumut, membangun Bandara Silangit dengan kata lain membangun Tapanuli cukup membangun Bandara Silangit menjadi Bandara Internasional, Tapanuli pasti maju,” ujar Gandi Parapat.

Peristiwa PT SOL yg turbinnya diledakkan oleh PT SOL yg menghebohkan masyarakat spontan dan menjadi berita dunia yang akhirnya masyarakat Pahae sempat mendapat kutukan atau cemoohan karena berita-berita dari pihak PT SOL dan masyarakat ditangkapi.

PT SOL sempat berhasil membuat tuduhan perencanaan Pemukulan, perencanaan Pencurian, perencanaan Pengrusakan hampir semua mengaminkan itu karena berita yang disekeraniokan namun Gandi getol menyatakan itu Spontanitas dan meminta ke Presiden agar hal itu jangan diamini dan jangan bernatal di Sumut dan meresmikan PT SOL karena persoalan yang dihadapi masyarakat.

Gandi selalu menyampaikan pendapat positif melalui media sehingga di dengar oleh Presiden. Gandi mengaku tidak pernah merasa takut bersahabat dengan siapapun. Modal Gandi utk membuat yakin orang banyak yaitu kejujuran dan keberanian mengungkapkan pendapat dan keinginan.

Namun kata Gandi, hal itulah yang membuat dia tidak terkalahkan oleh yang lain sehingga dia sering tidak disenangi kawannya karen kecemburuan. Tidak pernah berpikir harta walaupun kesempatan sangat banyak, hidupnya apa adanya.

Gandi adalah Caleg dari Labuhan Batu untuk SUMUT partai HANURA No 5, semua rekannya di Medan menyalakan tidak akan mungkin menang. Namun Gandi saat ini sudah menang karena semakin mengenal dan mengetahui arti kehidupan setelah menelusuri kehidupan masyarakat di Labuhan Batu. (X1)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com