Connect with us

Daerah

Warga Desa Semangat Gunung Protes Pengutipan Retribusi Wisata

Published

on

Merasa kecewa dengan minimnya pembangunan di desa mereka yang merupakan kawasan objek wisata. Warga Desa Semangat Gunung, Kecamatan Merdeka, demo ke pos retribusi wisata (Geosiar.com)

Geosiar.com, Tanah Karo – Akhir pekan biasanya diisi dengan berlibur. Di daerah Tanah Karo yang menjadi sasaran kunjungan adalah Desa Semangat Gunung, yang lebih dikenal dengan sebutan Rajaberneh, Kecamatan Merdeka-Karo.

Sebagai salah satu daerah tujuan wisata, tempat ini sangat tidak layak karena minimnya sarana fasilitas dan akses menuju Kawasan Parawisata yang dikelola dalam pengutipan retribusi oleh dinas Pariwisata Kabupaten Karo.

Masyarakat Desa Semangat Gunung-karo yang merasa sangat dirugikan dalam hal pengutipan retribusi oleh dinas terkait akhirnya melakukan aksi damai pada hari ini, Sabtu (9/3/2019). Sejauh amatan awak media Geosiar, aksi damai ini berjalan dengan tertib hingga Pukul 13.15 WIB.  Setelah melakukan orasi dan berbagai penampilan seperti bernyanyi dan landek, masyarakat melakukan makan bersama.

Masyarakat juga telah membuat dapur umum untuk terjalinnya kerjasama dan kekeluargaan gotong royong yang erat ditengah masyarakat Karo.

Kepala Desa Semangat Gunung-Karo,  Muhammad Ahyad Ginting SH, mengatakan sebagai pimpinan desa mereka tetap konsisten dalam menyalurkan aspirasi masyarakat .

“Juga sebagai aparat pemerintah kita tetap mengaspirasi tuntutan rakyat yang untuk lebih baik lagi, dan sah-sah saja masyarakat menuntut yang merupakan hak mereka sebagai bagian dari warga Indonesia,” ucap Ginting.

Sementara Koordinator aksi damai Desa Semangat Gunung-Karo, Waji Sembiring  (59) mengatakan bahwa dirinya kecewa dengan kinerja pemerintahan saat ini.  “Sekitar tahun 1985 kita sudah bergotong royong membuka jalan ini, dan yang membuka usaha disini juga kami masyarakat lokal, kami tidak pernah mempermasalahkan pengutipan yang dilakukan pemerintah Kabupaten Karo, selama ini kita diam” ungkap Ginting kesal.

“Namun kami menunggu terus hingga batas kesabaran kami habis karena seolah-olah Bapak Bupati Karo dan jajarannya menutup mata. Desa kami ini aset daerah yang menjadi salah satu ikon pariwisata Kabupaten Karo. Kenapa hingga saat ini tidak ada Akses yang memadai kedaerahan kami,” tambahnya.

BPD Semangat Gunung-Karo  juga sepakat agar pemerintah merealisasikan tuntutan masyarakat, yaitu sebagai berikut :

1. Perbaikan akses jalan mulai dari simpang masuk hingga ke batas akses desa.

2. Pengutipan kontribusi oleh pemerintah direlesasikan untuk desa

3. Mempekerjakan tenaga lokal agar lebih efisien dalam pelayanan

4. Mendirikan Prasarana lampu jalan

5. Sebagai tujuan wisata Penanggulangan sampah Sanggat lah penting.

Di lokasi yang sama, Kepala Dinas Pariwisata Ir. Mulia Barus M.si, menyampaikan kepada awak media Geosiar, bahwa masyarakat telah menyampaikan aspirasinya, hanya saja anggaran tidak memadai untuk langsung merealisasikan secara keseluruhan karena harus bertahap.

“Tadi saya menyarankan agar masyarakat membuat pernyataan tertulis terkait tuntutan dari aksi damai tersebut, hanya saja masyarakat menyatakan tidak pandai Menulis ,” tutur Mulia Baru ./Mawar