Connect with us

Nasional

Umat Katolik Rayakan Rabu Abu Lambang Pertobatan, Ini Penjelasannya

Published

on

Ilustrasi Prosesi Rabu Abu umat Katolik

Geosiar.com – Hari ini, Rabu (6/3/2019) umat Katolik merayakan Rabu Abu. Umat Katolik akan diberi tanda salib dari abu yang terbuat dari daun palma kering yang telah dibakar di dahi umat.

Daun palma yang dipakai adalah daun palma kering yang telah diberkati dan disimpan sejak Minggu Palma tahun lalu.

Berdasarkan kalender Katolik, hari Rabu Abu adalah hari pertama masa Prapaskah (menjelang Paskah). Pemberian abu di dahi umat Katolik menandai dimulainya masa tobat dan persiapan hati selama 40 hari sebelum Paskah.

Menurut referensi dari berbagai sumber, hari Rabu Abu juga pertanda hari pertama pantang dan puasa Katolik.

Pantang dan puasa dengan makan kenyang satu kali ini adalah simbol dari tanda pertobatan umat Katolik dan silih atas dosa. Juga pantang dan puasa juga berarti turut ambil bagian dalam sengsara Yesus Kristus.

Alasan dinamakan abu, Mengutip Katolisitas, kitab suci mengisahkan abu sebagai tanda pertobatan. Abu juga menjadi tanda kesedihan, penyesalan, sekaligus pertobatan.

Oleh karenanya ketika menerima abu, pastor dan prodiakon pemberi abu akan mengucapkan, “Bertobatlah dan percayalah pada Injil.”

Debu juga dipercayai menjadi sebuah lambang kefanaan manusia. Lewat pemberian abu ini, umat Katolik diingatkan bahwa suatu saat nanti akan mati dan kembali menjadi debu.

Seperti yang tertulis di kitab Kejadian 3:19 tertulis “Sebab engkau debu dan akan kembali menjadi debu.”