Connect with us

Nasional

Umat Hindu di Bali Lakukan Upacara “Tawur Kesanga”

Published

on

Tawur Kesanga


Geosiar.com, Bali – Beberapa upacara sehari menjelang Nyepi, Rabu (6/3/2019) digelar Puncak Tawur Agung yang dilaksanakan di “bencingah” Besakih. Sementara di Denpasar puncak acara dilaksanakan di lapangan Puputan Margarana.

Didampingi Sekteraris Karya Aji Magku Putu, Ketua Panitia Jro Mangku Widiartha menyampaikan dalam pelaksanaan upacara mapepada serangkaian Karya Agung Panca Wali Krama sarana wewalungan yang digunakan diantaranya babi, angsa, ayam, penyu, kambing, kerbau, asu blang bungkem, sapi, menjangan dan itik.

“Wewalungan yang dipergunakan saat Karya Panca Wali Krama bertambah dengan Karya Betara Turun Kabeh setahun lalu. Kalau karya biasa tidak memakai wewalungan menjangan. Karya sekarang ini memakai menjangan. Tujuan upacara mapepade ini adalah untuk menyempurnaan atau menyucikan semua binatang dari bhuta kembali menjadi dewa,” ungkap Jro Mangku Widiartha.

Widiartha melanjutkan, dari penggunaan sarana sanggar tawang juga mengalami penambahan. Kata dia, karya sebelumnya hanya menggunakan satu tanggar tawang.

Sedangkan untuk karya Panca Wali Krama ini menggunakan sebanyak lima sanggar tawang. “Lima sanggar tawang ini tempatnya di timur, selatan, barat, utara dan tengah. Kalau karya biasa hanya satu sanggar tawang di tengah saja,” ujarnya.

Sekretaris Aji Mangku Putu menambahkan, sarana upacara saat Puncak Tawur mempergunakan lima banten catur di areal Karya Tawur Agung yang kalinggihang (distanakan) di sanggar tawang itu, yakni catur di bagian sisi (barat) dengan kurban kebo (kerbau) Yos Brana linggih Ida Bhatara Mahadewa, (utara) dengan kurban kebo cemeng linggih Ida Bhatara Wisnu (timur) dengan kurban Kebo Anggrek Wulan linggih Ida Bhatara Iswara (selatan) dengan kurban Kebo Bang linggih Ida Bhatara Brahma dan tengah dengan kurban Kebo Yos Brana linggih Ida Bhatara Siwa.

“Dibangunnya lima palinggih sanggar tawang untuk linggih banten catur ini bertujuan untuk menyucikan seluruh isi alam semesta serta untuk membangkitkan dan meningkatkan energi serta mensejahterakan kehidupan,” katanya.

Mangku Putu melanjutkan, selesai upacara nantinya seluruh banten akan disatukan jadi nasi tawur. Nasi tawur itulah nantinya untuk kesuburan semesta.

Dengan harapan kita semua diberikan kemakmuran. Sedangkan, banten catur di segala penjuru untuk menghadirkan empat unsur kemahakuasaan Ida Hyang Widhi Wasa dalam bentuk Cadu Sakti, yakni Tuhan sebagai Yang Maha Kuasa, Tuhan Yang Maha Kerja, dan Tuhan Yang Maha Ada.