Connect with us

Kesehatan

Suka Makan Mie Instan? Hati-Hati, Ini Bahayanya!

Published

on

Ilustrasi

Geosiar.com, Kesehatan – Mie instan memang dapat meredam rasa lapar secara praktis, tapi makanan cepat saji ini tidak bisa menggantikan nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Apalagi ditambah dengan bumbu buatan dan pengawet kimia, yang semakin membahayakan kesehatan tubuh.

Berikut beberapa bahaya makan mie instan terhadap kesehatan tubuh bila terlalu sering menyantap mie instan:

1. Berisiko kanker

Bahaya mie instan memberi tekanan pada sistem pencernaan, memaksanya untuk mencerna mie yang sudah diproses selama berjam-jam. Bahaya makan mie instan juga dapat mengganggu kadar gula darah dan pelepasan insulin jika dicerna terlalu cepat. Karena jika makanan disimpan di dalam tubuh selama akibat pencernaan yang lambat, bahan kimia beracun dan pengawet dipertahankan di dalam tubuh, sering mengarah pada paparan berlebihan dari Butylated hydroxyanisole (BHA) dan t-butylhydroquinone(TBHQ).

Sedangkan TBHQ dan BHA digunakan dalam produk untuk membuat mie dapat digunakan lebih lama (dan berarti kita dapat menyimpannya di rak selama berbulan-bulan pada suatu waktu), kedua bahan kimia tersebut sebenarnya bersifat karsinogenik. Ini berarti bahwa mereka dapat menyebabkan kanker, dan bahkan dapat menyebabkan asma, kecemasan dan diare jika dikonsumsi terlalu sering.

2. Kerusakan jaringan otak

Mengonsumsi mie instan terus-menerus sama dengan memperbanyak zat-zat kimia berbahaya dalam tubuh dan efeknya bisa merusakkan sel-sel jaringan otak. Efek terlalu sering makan mie instan kemungkinan akan terjadi penurunan transmisi sinyal dalam otak. Tak hanya itu, kerusakan jaringan sel otak ini juga akan memicu penyakit-penyakit lain seperti stroke atau kelumpuhan.

3. Berisiko keguguran

Bahaya makan mie terlalu sering pada sejumlah wanita hamil berisiko mengalami keguguran, hal ini dikarenakan kandungan bumbu dan pengawet pada mie instan dapat memengaruhi perkembangan janin.

4. Gangguan metabolisme

Bahaya makan mie instan jangka panjang dapat memengaruhi metabolisme tubuh, hal ini disebabkan akumulasi dari zat-zat kimia beracun seperti pewarna makanan, pengawet dan aditif dalam mie.

5. Kerusakan organ

Mie instan juga mengandung propylene glycol, bahan anti-beku yang mencegah mie dari pengeringan dengan mempertahankan kelembapan. Bila sering makan mie instan, tubuh menyerap zat tersebut dengan mudah dan terakumulasi di jantung, hati dan ginjal. Efek makan mie instan menyebabkan kerusakan dan kelainan organ, dan juga melemahkan sistem kekebalan tubuh.

6. Obesitas

Mie instan adalah salah satu penyebab utama obesitas, kurangi bahkan perlahan menghindari makan mie instan karena mengandung sejumlah besar lemak dan natrium, karena dampak makan mie instan menyebabkan retensi air dalam tubuh.

7. MSG

Monosodium glutamate (MSG) digunakan untuk meningkatkan rasa mie, sekitar 1-2 persen dari populasi alergi terhadap MSG. Ketika orang-orang yang alergi terhadap MSG mengonsumsinya, maka bahaya makan mie akan dapat menyebabkan rasa terbakar, panas di dada, kemerahan pada wajah, atau nyeri dan sakit kepala.

8. Tinggi natrium

Mie instan juga mengandung sejumlah natrium yang tinggi, kelebihan konsumsi natrium bisa menyebabkan hipertensi, penyakit jantung, stroke dan kerusakan ginjal. Jadi, hindarilah bahaya mie instan dengan tidak berlebihan mengonsumsi mie.

Nah, itulah bahaya mie instan bila terlalu sering dikonsumsi. Selalu hati-hati, ya!

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kesehatan

Ini yang akan Terjadi Bila Konsumsi Kacang Berlebihan

Published

on

Ilustrasi kacang

Geosiar.com, Lifestyle – Kacang merupakan salah satu jenis polong-polongan yang digemari banyak masyarakat. Kacang juga bisa dijadikan camilan yang memiliki rasa yang gurih dan renyah, hingga sulit untuk menjauhkannya dari kehidupan kita. Sebagian orang mengaku ketagihan makan kacang, apalagi saat mengobrol dan menonton televisi.

Walaupun dikenal sebagai camilan sehat, pakar kesehatan mengatakan bahwa makan kacang berlebihan dapat memberikan dampak buruk bagi tubuh. Seperti diketahui, apapun jika dikonsumsi secara berlebihan berdampak negatif.

Berikut ini sejumlah dampak yang akan dialami apabila mengonsumsi kacang secara berlebihan seperti dikutip dari doktersehat.com.

Menyebabkan gangguan pencernaan

Beberapa orang mengaku mengalami sensasi perut kembung usai makan kacang. Berdasarkan pakar kesehatan, hal tersebut ternyata cukup wajar terjadi. Hal ini disebabkan oleh keberadaan senyawa bernama tanin dan phytates di dalam kacang yang cenderung sulit untuk dicerna oleh tubuh. Hal inilah yang akhirnya membuat datangnya masalah perut kembung.

Tak hanya itu, jika mengonsumsi kacang yang digoreng, maka kita pun akan mengonsumsi lemak dalam jumlah yang cukup banyak. Padahal, lemak bisa menyebabkan pencernaan berjalan dengan lebih lambat dan akhirnya membuat gangguan pencernaan seperti perut kembung atau begah.

Bisa menyebabkan kenaikan berat badan

Kacang sebenarnya termasuk dalam makanan yang tinggi kandungan serat dan protein. Banyak orang yang menjadikan kacang sebagai makanan untuk program diet, namun pakar kesehatan menyebut kacang harus dikonsumsi dengan porsi yang tepat, bukannya berlebihan. Jika kita memakannya dengan jumlah yang banyak atau terlalu sering, maka berat badan akan naik.

Hal tersebut disebabkan oleh kadar kalori di dalam kacang yang sebenarnya cukup banyak. Sebagai contoh, jika kita mengonsumsi kacang almond sejumlah satu ons saja, maka kita sudah mengonsumsi 163 kalori. Padahal, terkadang kita mengonsumsinya lebih dari jumlah tersebut.

Menyebabkan kerontokan rambut

Dampak ini memang masih menjadi hal yang kontroversial dan memicu perdebatan banyak pakar kesehatan, namun ada sebuah penelitian yang menyebut kebiasaan terlalu banyak makan kacang-kacangan berjenis kacang brasil bisa menyebabkan dampak seperti kerontokan rambut, bau mulut, nyeri pada otot dan persendian, hingga kuku yang menjadi semakin rapuh. Hal ini disebabkan oleh kandungan selenium di dalam kacang brasil yang cukup tinggi.

Jika kita makan delapan butir kacang brasil saja, maka kita sudah mengonsumsi selenium dengan jumlah 10 kali lebih banyak dari batasan aman. Karena alasan inilah kita memang sebaiknya tidak mengonsumsi kacang jenis ini dengan sembarangan.

Kelebihan asupan vitamin E

Kacang almond termasuk dalam camilan yang baik bagi kesehatan tubuh karena kaya akan kandungan zat besi, kalsium, magnesium, zinc, serta vitamin B dan vitamin E. Sayangnya, jika kita mengonsumsi kacang almond sebanyak 100 gram saja, maka hal ini akan membuat kita kelebihan asupan vitamin E.

Sebagai informasi, di dalam kacang almond dengan jumlah tersebut sudah memiliki 25 miligram vitamin E atau 10 miligram lebih banyak dari kebutuhan harian vitamin E. Masalahnya adalah kebanyakan vitamin E bisa menyebabkan efek seperti diare, tubuh yang lemah, hingga gangguan penglihatan.

Keracunan

Jika makan kacang berlebihan khususnya almond juga bisa menyebabkan efek keracunan meskipun dampak ini tergolong jarang terjadi. Hanya saja, kita memang sebaiknya mewaspadai keberadaan asam hidrosianat di dalam kacang almond yang bisa memicu gangguan pernapasan, gangguan pada sistem saraf, atau bahkan tersedak. Kandungan ini biasanya ditemukan pada kacang almond yang memiliki rasa pahit.

Walaupun rasanya enak, ada baiknya memang kita tidak berlebihan dalam makan kacang dan memvariasikan camilan ini dengan camilan sehat lainnya seperti buah-buahan saja demi menjaga kesehatan tubuh.

Continue Reading

Kesehatan

Ini Tips untuk Cegah Mata Terkena Katarak

Published

on

Ilustrasi

Geosiar.com, Kesehatan – Indonesia mempunyai jumlah kasus penyakit katarak yang cukup tinggi dibandingkan dengan negara lain. Sebagai negara tropis dengan paparan matahari yang banyak serta kurangnya kesadaran masyarakat ddalam menjaga kesehatan mata menjadi pemicu tingginya kasus penyakit katarak.

Harus diketahui bahwa setiap orang berpotensi menderita penyakit mata katarak karena pengaruh bertambahnya usia. Di samping itu, faktor gaya hidup juga mempengaruhi kualitas mata seseorang.

“Sebenarnya hidup sehat saja sudah cukup. Banyak mengonsumsi buah dan sayur yang mengandung antioksidan supaya nggak cepat katarak. Kemudian, tidak merokok dan pakai topi, sunglasses serta kacamata anti UV,” ujar Nashril Ihsan, dokter spesialis mata di Klinik Utama Mata Jakarta Eye Center (JEC) Bekasi, Jawa Barat.


Katarak juga bisa dipicu diabetes atau penyakit mata lainnya, trauma kecelakaan, bayi yang terlahir infeksi atau penggunaan kacamata dengan minus di atas 6.

Meski, bisa sembuh total dengan sekali operasi, penderita katarak yang telah berusia lanjut atau dengan kondisi tertentu, tak akan terlalu banyak membantu.

“Kalau kondisi korneanya tidak baik, kami tidak anjurkan operasi karena keadaannya tidak akan jadi lebih baik. Biasanya, kalau terkena makula degeneration atau kemunduran penglihatan karena usia, setelah operasi juga tidak akan bisa melihat,” ungkap Iwan Soebijantoro, Dirut JEC Medika Indonesia.

Sangat penting dilakukan pencegahan sebelum terlambat. Sangat dianjurkan untuk memeriksakan mata secara teratur, terutama mereka yang memiliki cacat mata seperti minus ataupun plus.

Usaha yang tak kalah penting adalah selalu pakai kacamata hitam saat harus melakukan aktivitas di luar ruangan.

Continue Reading

Kesehatan

Ahli Nutrisi: Durian Tak Mengandung Kolesterol

Published

on

Ilustrasi

Geosiar.com, Kesehatan – Durian selama ini dikatakan mengandung kolestrol. Sebaliknya, buah itu justru mengandung banyak vitamin.

Hal itu disampaikan oleh spesialis nutrisi Rachel Olsen di Medan. Rachel mengatakan, durian tidak memiliki kolesterol, seperti yang dikutipnya dari riset US National Library of Medicine, Kamis (29/3/2019).

Bahkan, katanya, durian kaya dengan kandungan gizi karena di setiap daging buahnya memiliki protein, serat, karbohidrat, lemak baik, vitamin, dan juga mineral.

“Durian merupakan buah yang memiliki komposisi nutrisi yang bagus untuk dikonsumsi setiap hari,” kata Rachel Olsen.

“Jadi jangan khawatir makan durian. Justru gizinya cukup lengkap untuk kebutuhan harian manusia,” lanjutnya.

Durian seperti yang diketahui, mengandung vitamin A, B kompleks, C serta mineralnya juga beragam seperti kalium, kalsium, zat besi, mangan, sodium, zinc dan fosfor.

Tak hanya itu, durian juga memiliki anti oksidan yang tinggi untuk membantu pencegahan penyakit kanker.

Walau durian memiliki nilai gizi yang bagus, mengonsumsi sayur dan buah yang bervariasi tetap diperlukan untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral harian.

“Sebenarnya saat kita sudah rutin makan sayur dan buah, tetapi terkadang tubuh tidak dapat menyerapnya dengan maksimal akibat banyak faktor ,” katanya.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com