Connect with us

Politik

Perda KTR Dapat Mengajak Generasi Muda Kegiatan Kreatifitas

Published

on

Medan, Geosiar.com – Keberadaan Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR) perlu didukung berbagai elemen masyarakat termasuk generasi muda milenial dan emak-emak. Selain hidup sehat, berhenti merokok dapat membantu ekenomi.

Saat ini, penerapan perda KTR masih belum maksimal. Hal ini dibuktikan masih banyak kawasan yang ditetapkan sebagai zona bebas asap rokok, belum sepenuhnya menerapkan Perda tersebut.

Hal itu disampaikan anggota DPRD Medan H Ihwan Ritonga SE saat acara sosialisasi IV Tahun 2019 Pemko Medan No 3/2014 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Jl Jermal 11 lingkungan 9 Kelurahan Denai Kec Medan Denai, Minggu (3/3/2019).

“Anak muda adalah generasi harapan bangsa. Kita sangat berharap generasi bangsa kedepan, hidup di lingkungan yang sehat dan bebas polusi. Dan kita mengharapkan perda KTR benar-benar diterapkan di masyarakat,” ungkapnya.

Dikatakan, kesadaran untuk tidak merokok sebaiknya dibangun mulai dari dalam rumah karena keluarga khususnya anak-anak yang ikut tinggal di dalam rumah sangat rentan menjadi perokok pasif. Bila ini disadari maka keinginan untuk merokok di luar rumah ataupun di tempat umum dapat terhindari.

Lanjut Wakil Ketua DPRD Medan itu, perda itu mengatur kawasan-kawasan yang harus bebas asap rokok dan perlu dipahami generasi muda di Kota Medan.

“Dalam pasal 7 perda KTR, semua fasilitas pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat bermain anak, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja, dan tempat umum, sudah ditetapkan sebagai kawasan tanpa asap rokok (KTR),” urainya.

Politisi Gerindra ini juga meminta, pemilik angkutan umum wajib memberitahukan kepada pengemudi untuk tidak merokok dan tidak membiarkan penumpang merokok. Dan selanjutnya pada pasal 28, ditekankan bagi pengemudi/sopir wajib melarang penumpang merokok.

“Ini harus dipahami generasi muda, agar dalam kehidupan sehari-hari mereka bisa memberikan informasi dan edukasi yang baik kepada lingkungannya,” sebutnya.

Dalam perda ini, katanya, juga memuat sanksi tegas diantaranya ketentuan pidana diatur pasal 44 yakni, setiap yang merokok ditempat area KTR diancam pidana denda Rp 50 ribu. Sementara itu bagi setiap pengelola/pimpinan penanggung jawab KTR yang tidak melakukan pengawasan internal dengan membiarkan orang merokok diancam pidana kurungan 15 hari dan pidana denda Rp10 juta.

Selain memahami perda, Ihwan juga mengajak generasi muda Medan untuk melibatkan diri dengan kegiatan-kegiatan positif, seperti olahraga dan kegiatan kreatifitas lainnya.

“Ingat rokok dan narkoba itu sangat membahayakan bagi kesehatan dan tentunya masa depan kita bersama,” tegasnya

Sebagaimana diketahui Perda No 3 Tahun 2014 terdiri dari XVI BAB dan 47 Pasal. Dalam pasal 7 KTR disebutkan beberapa lokasi yang haram untuk merokok yakni fasilitas pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat anak bermain, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja dan tempat umum.

Sama halnya mengenai pemasangan iklan rokok dan etika pemasangan reklame serta sponsor rokok. Maka itu kepada semua pihak diminta supaya lebih berhati hati dalam pemasangan iklan rokok. (lamru)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Politik

Karyawan RS Sari Mutiara Ngadu ke DPRD Medan, Henry Jhon : Gaji Harus Dibayar dan Status Jelas

Published

on

Medan, Geosiar.com – Puluhan karyawan Rumah Sakit (RS) Sari Mutiara Medan delegasi ke DPRD Medan terkait ketidakjelasan nasib mereka dan gaji belum terima. Delegasi mereka diterima Ketua DPRD Medan Drs Henry Jhon Hutagalung SH SE MH diruangan kerjanya Jumat (22/3/2019).

Salah satu perwakilan karyawan Suhaida dihadapan Henry Jhon Hutagalung menyampaikan, pihaknya mengadukan nasib sekitar 80 karyawan belum terima gaji. Karyawan yang terdiri dari tenaga medis, admnistrasi dan cleaning service belum menerima gaji sejak bulan Januari, Pebruari dan Maret Tahun 2019.

Parahnya kata Suhaida, bulan Pebruari lalu ada instruksi lisan dari pihak manajemen agar karyawan tidak bekerja lagi. Alasan, izin operasional RS Sari Mutiara sudah habis dan tidak diperpanjang lagi.

“Status kami tidak jelas, apakah diberhentikan atau tidak. Kalau memang dirumahkan harus secara tertulis, bukan lisan. Kalau menunggu rumah sakit beroperasi kembali tentu ada pemberitahuan. Namun kami juga berharap agar gaji sejak Januari 2019 lalu tetap dibayar,” pinta Suhaida.

Sama halnya keluhan yang disampaikan Sri Elfisah, selain tuntutan pembayaran gaji. Elfisah juga berharap ada kejelasan dari pihak manajemen RS Sari Muriara soal kapan beroperasi kembali, sehingga nasib karyawan tidak terkatung katung.

“Kami sangat berharap agar pembayaran gaji tetap menjadi prioritas. Kebutuhan keluarga sangat mendesak dan mengharap dari gaji itu,” pinta Elfisah seraya memelas agar Ketua DPRD Medan Henry Jhon Hutagalung dapat membantu memfasilitasi.

Menyahuti keluhan karyawan, Ketua DPRD Medan Henry Jhon Hutagalung SE SH MH menyampaikan, secepatnya akan memfasilitasi pertemuan pihak Rumah Sakit, Dinas Tenaga Kerja, Dinas Kesehatan, BPJS dan perwakilan karyawan.

“Minggu depan akan saya undang seluruh pihak terkait hadir disini. Masalah pembayaran gaji akan saya surati pihak RS Sari Mutiara supaya secepatnya dibayar,” ujar Henry Jhon selaku politis PDIP itu.

Ditegaskan Henry Jhon lagi, pihak manajemen RS Sari Mutiara harus segera membayar gaji dan selanjutnya memperjelas status karayawan. “Kalau memang diberhentikan, harus bayar pesangon sesuai ketentua,n” sebutnya.

Sama halnya, terkait karyawan yang telah pensiun dari RS Sari Mutiara. Henry berharap supaya ikut diakomodir terkait haknya. “Ada puluhan karyawan yang sudah pensiun namun tidak diperdulikan selama ini, bagi yang pensiun juga supaya diberi haknya,” imbuh Henry. (lamru)

Continue Reading

Politik

Sandiaga Terima Dukungan Emak-emak dan Purnawirawan TNI-Polri di DIY

Published

on

Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno (tengah) berkampanye di Lapangan Tegaltirot, Yogyakarta, Jumat (22/3/2019) (Kumparan)

Geosiar.com, Yogyakarta – Pasangan calon (paslon) nomor urut 02 Sandiaga Uno safari politik ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Lapangan Tegaltirot, Berbah, Kabupaten Sleman menjadi tempat awal yang didatangi Sandi dalam kampanyenya, Jumat (22/3/2019) pagi.

Para emak-emak menyambut kedatangan Sandi dengan penuh antusias. Dalam kesempatan ini, Sandi bersama emak-emak bernyanyi dan berjoget bersama.

Selain emak-emak, di lapangan tersebut turut hadir pula purnawirawan TNI-Polri yang memberikan ikrar mendukung capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Ketua DPP Relawan Sekoci Padi Indonesia, Djoko Subroto, mengungkapkan bahwa para purnawirawan TNI-Polri siap mendukung Prabowo-Sandi melenggang menuju Istana.

“Ini calon wakil presiden yang memimpin kita. Di sini ada sebagian kecil purnawirawan akan membela bersama emak-emak dan para relawan. Saya siap mengiringi Bang Sandi dan Mas Prabowo memimpin bangsa kita,” ujarnya.

Sandi mengapresiasi dukungan yang diberikan kepadanya ini. Pada masa kampanye pilpres 2019, Sandi mengaku sudah berkunjung di 1.500 titik di Indonesia. Dari kunjungan tersebut, ia melihat Indonesia memiliki modal kuat dari sumber daya alam (SDA) maupun sumber daya manusia (SDM).

“Saya ingin menyampaikan salam hormat dari Bapak Haji Prabowo. Beliau berkegiatan di Jawa Tengah. Tinggal 26 hari lagi menuju pemilihan. Kita memperjuangkan apa yang kita perjuangkan kita perjuangan ekonomi dan keadilan untuk masyarakat,” tambah Sandiaga.

Pada kesempatan itu, Sandi juga menyinggung masalah lapangan pekerjaan yang susah didapatkan saat ini. Dia berjanji pengangguran akan dikikis jika dirinya menang.

Sandi berencana akan memulai kampanye akbar di Jawa Tengah dan DIY pada Minggu (24/3/2019). Sementara capres Prabowo akan berkampanye di Makassar, Sulawesi Selatan.

Continue Reading

Politik

Ini Kata TKN Soal BPN Sebut Jokowi ‘Game Over’

Published

on

Sekjen Perindo, Ahmad Rofiq

Geosiar.com, Jakarta – Badan Pemenangan Nasional (BPN) paslon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menganggap Joko Widodo sudah ‘game over’ berdasarkan pada hasil survei Litbang Kompas yang menunjukkan selisih elektabilitas petahana kian tipis dengan sang capres. Merespon hal tersebut, begini kata Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Kita buktikan di pemilu nanti,” kata Wakil Sekretaris TKN Jokowi-Ma’ruf, Ahmad Rofiq, kepada awak media, Kamis (21/3/2019).

Ahmad Rofiq mengatakan, hasil survei Litbang Kompas kerap tak tepat. Politikus Perindo ini menyebut hasil survei tersebut bagian dari anomali dari survei-survei lain yang kerap menunjukkan selisih Jokowi dan Prabowo di atas 20%.

Lebih lanjut Rofiq menegaskan agar pihaknya selalu optimis demi kemenangan paslon nomor urut 01 itu. Mesin politik timses, relawan hingga simpatisan terus digenjot agar Jokowi kembali memimpin di 2019 mendatang.

“Kita terus berjuang untuk pemenangan,” tegas Rofiq.

Sebelumnya, BPN Prabowo-Sandiaga menilai hasil survei Litbang Kompas turut mengkonfirmasi survei internal yang menunjukkan elektabilitas capres petahana Joko Widodo (Jokowi) sudah di bawah 50 persen. BPN menganggap Jokowi tidak mungkin menang. Jokowi dinilai sudah ‘game over’.

“Tapi Litbang Kompas memastikan Jokowi decline dan sudah di bawah 50 (persen). Kalau di bawah 50 (persen) udah nggak mungkin menang ya. Karena gini, ini tren berarti Pak Jokowi sudah tren turun terus, Pak Prabowo naik terus,” kata juru bicara BPN Andre Rosiade di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan seperti dikutip dari detik.com, Rabu (20/3/2019).

“Yang ketiga ini perlu tahu, Kompas sebagai grup besar sudah berikan sinyal kepada seluruh rakyat Indonesia bahwa 17 April besok presiden Indonesia akan diganti dari Jokowi ke Prabowo Subinato. Intinya apa? Litbang Kompas memberikan pemberitahuan bahwa Pak Jokowi game over,” tutupnya.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com