Connect with us

Nasional

Kapolres Madina Ajak Masyarakat Selalu Patuhi Peraturan Lalu Lintas Saat MRSF 2019

Published

on

saat Kapolres Madina Ajak Masyarakat Selalu Patuhi Peraturan Lalu Lintas dalam acara Millennial Road Saefty Festifal 2019

Geosiar – Sumatra Utara – Ribuan masyarakat di kabupaten Mandailing Natal terpat nya di kota Panyabungan ikut meramaikan Millennial Road Safety Festival (MRSF) 2019 yang digelar‎ oleh Kepolisian Resort (Polres) Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Provinsi Sumatera Utara di Lapangan Pasir Putih Lintas Timur Kecamatan Panyabungan, Minggu (3/3/2019).

Kegiatan acara MRSF 2019 bertema kan ” Mewujudkan Millennial Cinta Lalu Lintas Menuju Indonesia Gemilang ” kegiatan tersebut tergolong sukses, aman dan lancar. Terbukti, 5.500 masyarakat tumpah ruah memenuhi kawasan lapangan Pasir Putih Lintas Timur Panyabungan Kab Mandaling Natal Sumatera Utara .

Acara Millennial Road Safety Festival (MRSF) 2019 tersebut dipandu oleh Tim MC asal Sumatera Utara dan Prvovinsi Bengkulu, yaitu Faisal Roeslan, Adi Besar dan Sherly Pardede kegiatan MRSF 2019 dibuka langsung oleh Kapolres Madina AKBP Irsan Sinuhaji, S.iK, MH, Turut hadir dalam acara tersebut Bupati Madina Drs. Dahlan Hasan Nasution yang diwakili Wakil Bupati Madina M Jakfar Sukhairi Nasution, Ketua TP PKK Madina beserta pejabat Pemkab Madina.

Kegiatan Millennial Road Safety Festival (MRSF) 2019 yang dibuka oleh Kapolres Mandailing Natal tersebut dihadiri juga oleh Muspida Plus, Partai Politik di Madina, Waka Polres Madina dan para Perwira jajaran Polres Madina, Ketua Okp, LSM, Mahasiswa, Pelajar serta undangan lainnya.

Pada kata sambutannya , Kapolres Madina AKBP Irsan Sinuhaji, S.ik, MH., mengatakan berterima kasih kepada semua pihak yang telah ikut mensukseskan acara Millennial Road Safety Festival (MRSF) 2019 tersebut.

Menurutnya, latar belakang digelarnya acara Millennial Road Safety Festival setelah lembaga PBB, dalam hal ini World Health Organization‎ (WHO) yang menyebutkan Lakalantas menempati urutan kelima penyebab kematian merupakan penyebab kematian tertinggi setelah penyakit jantung koroner, paru-paru, diabetes dan TBC.

“Khusus di wilayah Kabupaten Madina lakalantas tahun 2018 sebanyak 76 kasus dengan korban meninggal dunka 48 orang. Pelaku/korban lakalantas didominasi oleh kaum muda/millennial kurang lebih 54 persen,” ungkap Kapolres Madina.

Maka kepolisian bersama pihak terkait berupaya menggelorakan tertib berlalu lintas dengan berbagai cara untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya tertib berlalu lintas di jalan raya, guna menurunkan kejadian lakalantas khususnya kaum millennial. Sebut Kapolres Madina

“Salah satu program kerja Kepolisan yang digagas Perkumpulan Gerakan Kebangsaan bersama Relawan Lalu Lintas yang dilakukan tahun 2019 adalah “Millennial Road Safety Festival”. jelas AKBP Irsan Sinuhaji.

Melalui kegiatan MRSF 2019, mari kita wujudkan keselamatan di Jalan. Semua ini butuh partisipasi semua elemen masyarakat.

“Kita harus bersama-sama menyelamatkan pengguna jalan khususnya kaum millennial di Sumatera Utara. Sedikit empati yang kita berikan dapat menyelamatkan orang yang lain,” imbuh Kapolres Madina.

Pada kesempatan tersebut, Kapolres Madina juga mengajak masyarakat untuk selalu mematuhi peraturan lalu lintas.

Sementara, Wakil Bupati Madina, Jakfar Sukhairi Nasution mengapresiasi acara yang digelar Polres Madina tersebut, Wakil Bupati Madina mengajak para generasi muda untuk mengetahui cara berlalu lintas yang benar.

Adapun rangkaian kegiatan yang dilaksanakan gerak jalan santai, pelepasan burung merpati dan balon lounching MRSF 2019, deklarasi pelopor keselamatan berlalu lintas, senam kolosal millennial, tari tor tor, tarian takki takki, tarian meraih bintang serta gordang sambilan.

Selain itu dilaksanakan millennial entrepreneur expo, safety riding dan driving, penandatanganan deklarasi, donor darah, pengobatan gratis serta servis sepeda motor gratis.

Acara MRSF 2019 Madina ini dipenuhi berbagai hiburan dan lucky draw serta sajian gerobak makanan gratis./edy surbakty.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nasional

Ajak Kepung KPU 22 Mei, Eks Danjen Kopassus Dilaporkan ke Bareskrim Polri

Published

on

Humisar Sahala melaporkan mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) Mayjen TNI (Purn) Soenarko. (Foto: CNN Indonesia)

Geosiar.com, Jakarta – Seorang pengacara bernama Humisar Sahala melaporkan mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) Mayjen TNI (Purn) Purnawirawan Soenarko ke Bareskrim Polri atas dugaan provokasi dan tindakan adu domba pada Senin (20/5/2019).

Dalam laporannya, Humisar menyebut, pernyataan-pernyataan yang diserukan Soenarko dapat menimbulkan keresahan publik. Pasalnya, Soenarko menyerukan agar masyarakat mengepung KPU dan Istana pada 22 Mei dalam menyikapi hasil Pemilu 2019. Seruan Soenarko itu terekam dengan format video dan tersebar luas di media sosial.

“Pernyataan yang membuat keresahan adalah memerintahkan mengepung KPU dan Istana,” tutur Humisar di gedung Bareskrim, Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (20/5/2019).

Sebagai rakyat biasa, kata Humisar, dia merasa resah dan tidak nyaman dengan seruan dan hasutan Soenarko tersebut.

“Saya di sini menjadi pelapor karena sebagai rakyat, saya merasa resah dan tidak nyaman dengan ajakan-ajakan dan hasutan-hasutan ini,” ujarnya.

Selain itu, pernyataan yang lebih meresahkan Humisar adalah saat Soenarko dinilai sedang mengadu domba antara Polri dan TNI.

“Dan kemudian menyatakan seakan-akan polisi akan bertindak keras, tentara tidak, dan provokasi tentara pangkat tinggi sudah bisa dibeli, yang di bawah tetap membela rakyat. Itu menurut saya pernyataan yang mengadu domba dan menimbulkan gejolak di masyarakat,” tuturnya.

Oleh karena itu, demi memperkuat laporannya, Humisar menyertakan bukti berupa rekaman video dalam sebuah Flashdisk dan print out berita.

Humisar melaporkan Soenarko tentang Keamanan Negara atau Makar Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 110 Juncto Pasal 108 Ayat 1, Kejahatan terhadap ketertiban umum UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 163 bis Jo Pasal 146.

Laporan tersebut bernomor registrasi LP/B/0489/V/2019/BARESKRIM tertanggal 20 Mei 2019.

Surat laporan (Foto: Suara.com)

Continue Reading

Nasional

Ditangkap Polisi, Jubir BPN: Enggak Adil

Published

on

Juru bicara BPN, Lieus Sungkharisma saat digiring ke Polda Metro Jaya, Senin (20/5/2019). (Foto: Jawapos)

Geosiar.com, Jakarta – Pihak Kepolisian Polda Metro Jaya menangkap Juru bicara BPN, Lieus Sungkharisma atas kasus dugaan penyebaran berita bohong (hoax) dan makar.

Lieus ditangkap pada sebuah apartemen di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat, Senin (20/5/2019) pukul 06.40 WIB. Kini, Lieus telah tiba di Polda Metro Jaya sekitar pukul 10.10 WIB.

Sesampainya di Mapolda, tangan Lieus tampak diborgol oleh petugas. Pada media, Lieus mengungkapkan kekecewaan terhadap aparat kepolisian atas penangkapan terhadap dirinya.

“Saya langsung ditarik, diangkat, kayak ogoh-ogoh. Enggak adil, lah,” ucap Lieus di Mapolda Metro Jaya, Senin (20/5/2019).

Selain itu, Lieus mengatakan tak akan menjawab pertanyaan apapun yang diajukan penyidik.

“Pokoknya saya udah bilang polisi saya enggak akan jawab satu patah katapun, dia mau tulis apapun mana ada takutnya kita, kita berjuang untuk kedaulatan rakyat,” imbuh Lieus.

Penangkapan atas Lieus Sungkharisma dilakukan karena sebelumnya dia tidak memenuhi panggilan penyidik Bareskrim Mabes pada Selasa (13/5/2019). Saat itu, kasusnya belum dilimpahkan ke Polda Metro Jaya.

Sebagai informasi, Lieus Sungkharisma dilaporkan oleh Eman Soleman atas dugaan penyebaran berita bohong (hoax) dan makar ke Bareskrim Polri pada 7 Mei 2019 dengan nomor laporan LP/B/0441/B/2019/Bareskrim.

Continue Reading

Nasional

Digugat Sofyan Basir, KPK Minta PN Jaksel Tunda Praperadilan

Published

on

Direktur Utama PT PLN (Persero) nonaktif, Sofyan Basir terkait kasus suap engadaan proyek PLTU Riau-1. (Foto: Kompas)

Geosiar.com, Jakarta – Tersangka kasus suap pengadaan proyek PLTU Riau-1, Sofyan Basir menggugat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lewat sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Senin (20/5/2019).

Dalam gugatanya, Sofyan berniat untuk melawan KPK terkait penetapan status tersangka yang diterimanya. Gugatan itu didaftarkan Sofyan pada Rabu (8/5/2019) lalu.

Atas gugatan tersebut, KPK meminta PN Jaksel untuk menunda dan menjadwalkan ulang sidang praperadilan Direktur Utama PT PLN (Persero) nonaktif itu. Surat itu disampaikan pada Jumat (17/5/2019).

“Praperadilan SFB (Sofyan Basir) KPK sudah sampaikan surat ke PN Jaksel. Permintaan penjadwalan ulang sidang,” tutur Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah kepada awak media, Senin (20/5/2019).

Febri mengatakan, permohonan penundaan dan penjadwalan ulang sidang praperadilan tersebut berhubungan dengan kebutuhan koordinasi KPK.

“Pertimbangannya kebutuhan koordinasi terkait kebutuhan praperadilan,” jelas Febri.

Seperti diketahui, Sofyan Basir merupakan tersangka kelima dalam rangkaian kasus dugaan suap terkait proyek PLTU Riau-1. KPK menduga, Sofyan terlibat untuk membantu tersangka Eni Maulani mendapatkan suap dari tersangka Johanes Budisutrisno Kotjo.

Sofyan disangkakan berperan aktif memerintahkan jajarannya agar kesepakatan dengan Kotjo terkait proyek PLTU Riau-1 segera terealisasi.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com