Connect with us

Ekonomi

Harga Beli Kubis Dari Petani Dikaro Capai Rp.500/Kg, Gubsu Sentil Bupati Karo

Published

on

Gubsu Edy Rahmayadi, Bupati Karo dan wakilnya Cory Seriwaty Br Sebayang, Kepala Dinas (Kadis) Tanaman Pangan dan Hortikultura Pemptovsu M Azhar Harahap, Dirjen Hortikultura Suwandi, dan Kepala Badan Karantina Pertanian Kementan Ali Jamil, Kadis pertanian kab karo Sarjana Purba, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPP) Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Sumatera Utara (Sumut), Drs Hendrik Halomoan Sitompul MM

Geosiar – Tanahkaro – Terkait Pelepasan Ekspor 50,2 Ton sayur Kubis (Kol) dari Tanahkaro keluar Negri, Gubernur Sumatra Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi ‘Sentil’ Bupati Karo Terkelin Brahmana SH, bahkan Gubsu mengatakan jika kemampuan Kepala Dinasnya perlu di uji dan dikaji hingga pergantian Kepala Dinas.

Edy Rahmayadi mengatakan jika tidak mampu bekerja, langsung diganti saja, ujarnya saat melakukan pelepasan pengiriman sayur kubis yang telah disusun dalam kontainer untuk dikirim ke Malaysia oleh PT Juma Berlian Exim Gudang Karona di Desa Lambar, Kecamatan Tigapanah, Kabupaten Karo, Kamis (28/02/2019).

Lanjutnya lagi, kegiatan pelepasan ini tidak seharusnya dihadiri Gubernur, Kepala Desa pun bisa melakukan hal ini jika hanya untuk melepas keberangkatan kontainer yang berisi kubis ke Malaysia, kalau hanya melepas saja, tidak usah Gubernur datang, sebutnya.

Dalam kata sambutannya, Edy juga memotivasi dengan mengatakan kegiatan ini juga merupakan bagian dari program Nawacita untuk meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing pasar internasional, sehingga Bangsa Indonesia bisa maju dan bangkit bersama Bangsa – bangsa di Asia lainnya untuk dapat mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor – sektor Strategis Ekonomis Domestik.

Di Kabupaten Karo ini salahsatunya produksi yang diunggulkan dibidang pertanian seperti Kubis, tegasnya disela -sela kegiatan yang didampingi Bupati Karo dan wakilnya Cory Seriwaty Br Sebayang bersama Kepala Dinas (Kadis) Tanaman Pangan dan Hortikultura Pemptovsu M Azhar Harahap, Dirjen Hortikultura Suwandi, dan Kepala Badan Karantina Pertanian Kementan Ali Jamil.

Gubsu juga berpesan, agar Bupati Karo mengambil langkah konkrit untuk mengatasi turunnya harga kubis maupun harga komoditas lainnya seperti Wartel, Cabai, Tomat, Brokoli.

Tinggal ngomong ke saya, biar kita carikan solusi, jika Pemkab Karo tidak bisa menaik kan Harga Kubis, tak lupa juga saya ucapkan apresiasi dan terima kasih kepada rakyat saya, tanpa campur tangan rakyat, ekspor Kubis ini tidak dapat berjalan lancar.

Kedepannya, saya dan Bupati akan membantu sesuai apa yang bisa kami bantu. sekarang ini kita jangan main-main lagi dan kencangkan ikat pinggang, lakukan Sinergitas maka masyarakat semakin maju dan sejahtera, ujar Edy Rahmayadi.

Gubsu menambahkan, Pemprovsu akan terus membantu Pemkab Karo terkait alat-alat pertanian sesuai dengan kebutuhan masyarakat, “ Alat Dryer (pendingin) dan Cold stroage (ruang pendingin) akan kita tampung dananya di Perubahan APBD Provinsi. Dengan syarat mencarikan dulu lokasi tempat pembangunan pengadaan kedua alat tersebut,”imbuh Gubsu mengakhiri.

Selanjutnya Bupati Karo Terkelin Brahmana pada kesempatannya menyampaikan kata sambutan dan mengucapkan terimakasih kepada Gubsu yang sudah meluangkan waktu hadir pada kegiatan tersebut, Kehadiran Gubsu merupakan suatu kehormatan yang luar biasa bagi masyarakat Karo, khususnya masyarakat di Desa Lambar.

Bupati menyebutkan, jika sayuran kubis sangat diakui kualitasnya di luar negeri dan pantas diperhitungkan daya saingnya. Sebab komoditas kubis merupakan produk pertanian yang unggul, bernilai dan diminati.

“Kedepannya Pemkab Karo akan menggelar rapat dengan teknis terkait. Sesuai arahan Pak Gubsu tadi, agar ada strategi menaikkan harga kubis yang saat ini berkisar Rp. 500-700/Kg, sebab hal ini sangat membutuhkan proses, jika belum ada jalan Solusi, maka dari itu kita tetap akan bekordinasi dengan Bapak Gubsu kedepan nantinya,”ujar Terkelin.

Ia juga mengakui, apa yang dikatakan Gubsu tadi terkait beberapa OPD Pemkab Karo yang tidak mampu dalam tugasnya, salah satunya terkait mendorong ekspor komoditas kubis dan komoditas lainnya.

“ Masukan dari Gubsu untuk mengganti OPD yang tak mampu akan kita evaluasi, Pemkab Karo juga membutuhkan OPD yang bekerja maksimal, jika ini sudah terlaksana maka saya optimis masyarakat saya akan makmur dan sejahtera ” tutup Terkelin.

Usai kegiatan, pengusaha kubis PT Juma Berlian Exim melalui Kepala Gudang Anta Ginting (42) didampingi manajer pemasaran pengendalian Susi beru Ginting jika pengiriman kubis ke Malaysia dan Taiwan sudah ada ikatan kontrak.

Sehingga dalam kerjasama ini, kita harus memenuhi target pengiriman kubis setiap harinya, minimalnya dalam sebulan harus ada 10 kontainer ke Malaysia sesuai permintaan yang tertuang dalam kontrak.

“Selain itu, ke Negara Taiwan juga harus ada pengiriman Kubis minimal dalam sebulan sebanyak 5 kontainer, bedanya kalau ke Malaysia harus kubis bulat putih, sedangkan ke Taiwan kubis bersayap, artinya pakai daun.

Sementara cara menyusun kubis yang dimuat dalam kontainer membutuhkan waktu 3 jam dengan isi 25 ton dalam posisi sudah dikemas, inilah yang diekspor ke Malaysia dan Taiwan jika kontainer kami berangkat dari gudang, jelas Anta.

Disinggung cara memperoleh kubis untuk di ekspor, Anta menuturkan jika perusahan itu sudah mempunyai lahan 20 hektar dengan sistem hamparan, yang telah ditanami kubis. Selebihnya dibeli dari masyarakat sekitar dengan harga bervariasi.

Saat ini harga anjlok, kami beli Rp 500/Kg. Akibat murah inilah, pihak Malaysia meminta kontrak dengan kita untuk pengiriman kubis. Jika mahal biasanya Malaysia tidak mau beli sama kita. Kalau Malaysia tidak beli, kita akan jual ke Taiwan karena lebih menguntungkan ke Taiwan ketimbang Malaysia,”ungkapnya lagi.

Untuk itu, Ia berharap agar Pemerintah dapat mencari solusinya terkait Harga, sehingga pengiriman ke Taiwan dapat di tingkatkan volume ekspor komoditas Kubis./Ant/Mawar

Advertisement

Ekonomi

Saldo Nasabah Raib, Bank Mandiri: Kami Pastikan Rekening Aman

Published

on

Ilustrasi Gedung Bank Mandiri.

Geosiar.com, Jakarta – Kabar mengejutkan datang dari puluhan nasabah Bank Mandiri di Kota Pekanbaru, Riau lantaran saldo tabungan mereka tiba-tiba kosong dan tidak bisa melakukan transaksi non tunai. Kepanikan nasabah ini langsung mendapat tanggapan dari pihak Bank Mandiri, Sabtu (20/7/2019).

Corporate Secretary Bank Mandiri, Rohan Hafas mengatakan bahwa hal itu terjadi akibat dari proses pemeliharaan dan peningkatan kualitas sistem teknologi informasi yang sedang dilakukan Bank Mandiri, sehingga berdampak pada perubahan nilai saldo sebagian nasabah.

“Kami memohon maaf atas kejadian ini. Saat ini kami sedang melakukan normalisasi saldo nasabah,” tutur Rohan di Jakarta, Sabtu (20/7/2019).

Lebih lanjut, Rohan memastikan bahwa rekening nasabah tetap aman dan tidak ada pengurangan saldo seiring dengan proses pemeliharaan yang dilakukan. Pemeliharaan itu, kata Rohan, demi meningkatkan layanan transaksi keuangan.

“Kami pastikan rekening nasabah aman dan kami juga memastikan bahwa dana nasabah tetap aman serta tidak hilang,” imbuh Rohan.

Oleh karena itu, Rohan mengimbau agar nasabah tidak panik dan terprovokasi dengan pemberitaan hoaks oleh pihak-pihak yang tak bertanggung jawab. Ia pun mempersilahkan nasabah untuk mengecek rekening tabungan melalui kantor cabang Bank Mandiri.

Continue Reading

Ekonomi

Dahsyat! Harga Emas Antam Naik Rp 9000 Hari Ini

Published

on

Ilustrasi Emas Antam

Geosiar.com, Jakarta – Harga logam mulia atau emas batangan milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) semakin naik bersinar.

Dilansir dari situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam, Jumat (19/7/2019) berada di Rp 714.000. Harga tersebut naik Rp 9.000 dari posisi, Kamis (18/7/2019).

Demikian pula dengan harga buyback atau pembelian kembali emas Antam yang hari ini naik Rp 9.000 ke level Rp 643.000/gram Harga buyback ini berarti, jika Anda ingin menjual emas, maka Antam akan membelinya dengan harga tersebut.

Harga emas batangan itu sudah termasuk PPh 22 sebesar 0,9%. Jika ingin mendapatkan potongan pajak lebih rendah, yakni sebesar 0,45% maka bawa NPWP saat transaksi.

Berikut ini rincian harga emas Antam hari ini, Jumat (19/7/2019) :

Pecahan 1 gram Rp 714.000
Pecahan 5 gram Rp 3.390.000
Pecahan 10 gram Rp 6.715.000
Pecahan 25 gram Rp 16.680.000
Pecahan 50 gram Rp 33.285.000
Pecahan 100 gram Rp 66.500.000
Pecahan 250 gram Rp 166.000.000
Pecahan 500 gram Rp 331.800.000

Continue Reading

Ekonomi

Angka Kemiskinan RI Maret 2019 Turun ke 9,41%

Published

on

Ilustrasi Kemiskinan

Geosiar.com, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan angka kemiskinan pada Maret 2019 mencapai 9,41% atau turun 0,41% poin dari Maret 2018. Jumlah penduduk miskin pada Maret 2019 mencapai 25,14 juta orang.

“Kalau dibandingkan September 2018 ada penurunan dari 9,66% ke 9,41% dan jumlah penduduk miskinnya turun,” kata Suhariyanto di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (15/7/2019).

Turunnya angka kemiskinan di Indonesia dikarenakan adanya bantuan sosial dan juga beras rastra. Penurunan kemiskinan ini terjadi baik di desa dan kota.

“Di pedesaan lebih cepat 0,25%, di kota turun 0,20% dari September-Maret 2019,” tambahnya.

Kendati demikian, masih ada disparitas yang tinggi kemiskinan di kota sebesar 6,69% dan di desa 12,85%.

“Ini mengindikasikan mayoritas penduduk miskin ada di desa, pertanian. Sehingga kebijakan spesifik perlu ke desa, maka dana desa implementasinya diharapkan digunakan secara cepat,” tambahnya.

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com