Connect with us

Hukum

Kejari Karo Diminta Lakukan Konferensi Pers Terkait Kasus Tugu Mejuah Juah

Published

on

saat geosiar konfirmasi kepada kejaksaan negri karo bersama masyarakat, anggota Ormas dan LSM diruangan kasi intelijen kejari Karo (28/2/2019)

Geosiar – Kabanjahe – Menindaklanjuti dari Pemberitaan terkait Kasus Tugu Mejuah juah Berastagi, Masyarakat Kabupaten Karo Minta PN Kabanjahe Dan Kejari Karo Lakukan Konferensi Pers terkait Kasus Tugu Mejuah Juah Berastagi, hal ini dikarenakan kasus tersebut sangat dianggap Fenomenal yang telah menjadi perhatian Publik dan masyarakat luas.

Kejaksaan Negri (Kejari) Karo mengaku belum mendapatkan salinan putusan dari pengadilan negri Kabanjahe semenjak Putusan Perkara Praperadilan nomor: 3/Pid.Pra/2019/PN.KBj yang sebelumnya telah dibacakan diruang sidang Cakra dan dipimpin oleh Hakim tunggal, Dr. Dahlan S.H, M.H, yang juga menjabat sebagai Ketua Pengadilan Negri (PN) Kabanjahe pada hari Rabu tertanggal 20/02/2019.

Mengingat kembali, terkait informasi sebelumya atas dugaan dugaan adanya Penyimpangan didalam pembangunan Tugu mejuah juah melalui Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Karo ditahun Anggaran (TA) 2016 dengan pagu sebesar Rp. 679.573.000,00. (enamratus tujuh sembilan juta, limaratus tujuhpuluh tiga ribu rupiah) dengan sumber dana dari APBD Karo, dan masa pelaksanaan 50 hari kerja, terhitung mulai 31 Oktober hingga 17 Desember 2016, serta adanya informasi yang didapat terkait hasil Audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI yang menemukan adanya kerugian Negara sebesar Rp. 571.720.387,00.

Terkait hal diatas, geosiar.com mempertanyakan kepada Kepala Kejaksaan Negri (Kajari) Karo tentang nilai nilai, pertimbangan pertimbangan hukum apa saja yang diambil Hakim untuk memenangkan permohonan Pemohon Prapradilan, serta langkah langkah apa saja yang akan dilakukan oleh pihak kejari karo selanjutnya.

Kajari Karo Gloria Sinuhaji SH, MH melalui Arif Kadirman sebagai Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Karo diruang kerjanya mengatakan, hingga kini kami masih menunggu dan belumlah mendapatkan Putusan lengkap yang telah dibacakan diruang sidang PN Kabanjahe beberapa hari yang lalu, maka dari itu kami belumlah mengetahui langkah apa yang akan kita lakukan, kami juga belum mengetahui alasan alasan Yuridisnya (pertimbangan) maka sipemohon dapat dimenangkan oleh Hakim, ujar Kasintel Kejari Karo, kamis (28/02/2019).

Selanjutnya awak media mempertanyakan nasib dari kasus dan tersangka tersangka lainya didalam rangkaian kasus dugaan terjadinya Tindak Pidana Korupsi Tugu Mejuah juah Berastagi (termasuk Pemohon Prapradilan), serta mempertanyakan bila nantinya rekanan dinyatakan terbukti melakukan penyimpangan yang merugikan keuangan Daerah ataupun Keuangan Negara.

Arif menjelaskan bahwa hari ini, kamis (28/2) Agenda Pembacaan Dakwaan digelar kepada Pejabat direktur dari perusahaan rekanan yang melaksanakan pembangunan Tugu Mejuah juah Berastagi, RH Simorangkir di Pengadilan Negri (PN) Medan, serta nanti setelah kami mendapatkan hasil Putusan lengkapnya secara utuh akan kita (pihak kejari karo) jawab seluruh pertanyaan dari rekan rekan Wartawan dan rekan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), ujar Arif diruang kerjanya sembari mengakhiri pembicaraan.

Di hari yang sama, dan sebagai perimbangan berita, serta untuk melaksanakan himbauan dari Presiden Ir. H Joko Widodo beberapa minggu yang lalu di Surabaya terkait informasi yang harus Terverifikasi kebenaranya dari orang orang yang berkompeten.

Tim – awak media langsung menuju gedung Pengadilan Negeri (PN) Kabanjahe yang berketepatan bersebelahan dengan gedung kantor Kejari Karo untuk menemui dan konfirmasi secara langsung kepada Ketua PN Kabanjahe yang juga sebagai Hakim yang memutus Perkara Praperadilan dan memenangkan pemohon Peraperadilan, sekira pukul 13.30 Wib, namun Dr. Dahlan SH, MH sedang tidak berada ditempat.

Soni Ginting yang turut hadir saat mempertanyakan dikantor Kejari Karo (28/02/2019) menjelaskan dengan mengatakan, Pengadilan Negeri Kabanjahe yang mengadili perkara Praperadilan ini dan mengabulkan permohonan yang diajukan Candra Tarigan dan Radius Tarigan melawan Kejaksaan Negeri Karo terkait penetapan keduanya sebagai Tersangka dalam kasus Tugu Mejuah-juah Berastagi dapat menjelaskan kepada publik, serta pihak PN Kabanjahe agar segera memberikan Salinan Putusan Praperadilan kepada seluruh pihak pihak.

lanjut Ginting, kami masyarakat Kabupaten Karo benar benar menginginkan agar kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi, ataupun kasus dugaan adanya penyelewengan Keuangan Daerah Kabupaten Karo ini dapat segera dilakukan konferensi pers secara umum, kami juga inginkan agar Perkara ini terselesaikan dengan sebagaimana mestinya dan tidaklah mengabaikan ataupun menciderai Regulasi regulasi serta Point point Hukum sesuai permintaan Hukum itu sendiri dan yang berlaku saat ini.

Proses Prapradilan di Pengadilan Negeri (PN) Kabanjahe ini memanglah sudah selesai, akan tetapi untuk memutuskan terkait materi materi ada atau tidaknya penyimpangan serta kerugian Daerah atau Kerugian Negara didalam Kasus dugaan Korupsi Tugu Mejuah-juah ini adalah ranah dari Pengadilan Negri (PN) Medan untuk memutuskanya.

PN Medan lah sebagai Lembaga yang telah dikhususkan sebagai salah satu Lembaga Peradilan diprovinsi Sumatra Utara (Sumut) untuk melakukan proses Persidangan dari Tindak Pidana Korupsi yang ada di Provinsi Sumut, proses Hukum terkait Tugu Mejuah juah yang kita lihat saat ini sangatlah Fenomenal.

Marilah kita mengawal implementasi dari Peraturan yang tertulis pada Kitab Undang undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) pada pasal 82 ayat 3b yang menyatakan “Dalam hal Putusan menetapkan bahwa sesuatu penghentian penyidikan atau penuntutan tidak sah, maka penyidikan atau penuntutan terhadap tersangka wajib dilanjutkan, ujar Soni mengakhiri./Edy Surbakti.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum

Direktur CV Anugrah Adukan FIF Group ke KPPU Medan

Published

on

Medan, Geosiar.com – Merasa dirugikan saat mengikuti proses tender yang diduga sarat rekayasa, Direktur CV Anugrah Indo Raya, Ibnu Hajaruddin mengadukan manajemen perusahaan FIF Group ke Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) RI Kantor Perwakilan Kota Medan, Rabu (13/3/2019). Ibnu berharap, KPPU Medan dapat mengungkap dugaan kecurangan proses tender Alat Tulis Kantor (ATK) senilai Rp 1,3 M dan memberi saksi tegas.

Direktur CV Anugrah Indo Raya, Ibnu Hajaruddin usai menyerahkan berkas pengaduan ke KPPU Medan, Rabu (13/3/2019) mengatakan, adapun dasar pengaduan karena pihak FIF diduga melakukan proses tender penuh kejanggalan.

Diuraikan Ibnu Hajaruddin, pada Nopember Tahun 2018 lalu, pihaknya mengikuti proses tender ATK di perusahaan FIF Group. Pada saat itu dianjurkan agar pendaftaran melalui online.

Ketentuan tersebut diikuti pihak CV Anugrah Indo Raya. Namun ditengah perjalanan proses tender melalui online bermasalah dan dianjurkan supaya penawaran diganti menjadi manual. Bahkan, pihak FIF meminta alamat email dan pasword peserta vendor.

“Mulai saat itu kita sudah curiga, apalagi pengumuman proses tender yang seharusnya 15 Desember 2018 ternyata terus molor,” sebut Ibnu.

Ternyata, kata Ibnu Hajaruddin, pengumuman proses tender keluar pada 6 Maret 2019. Namun, dalam pengumuman nama pemenang tidak mencantumkan nilai tender.

Disebutkan Ibnu, proses tender terkesan main main dan diduga terjadi persekongkolan. Pada kesempatan itu Ibnu berharap KPPU Medan dapat memfasilitasi adanya transparansi serta memberikan sanksi tegas kepada pelaku curang. Ibnu berharap ke depan jangan terjadi lagi hal hal seperti itu.

“Kita sangat dirugikan waktu dan pikiran. Harapan kita ke depan jangan ada lagi vendor lain yang dirugikan,” papar Ibnu. (lamru).

Continue Reading

Hukum

Dugaan Adanya Praktik Ilegal Logging Di Jalan Desa Pertibi Tembe Mulai Terkuak

Published

on

dua unit mobil berat berjenis Fuso (BK 9837 LS) dengan bak tertutup berwarna merah dengan tulisan Tona Agung tepat dikaca depan dan mobil berat berjenis yang lazim disebut truck kingkong berwarna kuning tanpa nomor polisi yang sedang mengangkut kayu yang diduga ilegal melintasi jalan pertibi tembe menuju merek secara beriringan.

Geosiar – Tanahkaro – Terkait ditemukan dua unit mobil berat sedang mengangkut Kayu dari lokasi kawasan siosar menuju desa pertibi tembe (11/3/2019) sekira pukul 21.38 Wib menandakan diduga dan terindikasi adanya pengangkutan Kayu Pinus untuk bertujuan lain, serta sangat kuat diduga tidak lagi memasuki Tempat Penumpukan Kayu (TPK) yang berlokasi di desa Nagara, kecamatan merek, kabupaten karo Sumatra Utara. (baca : www.Geosiar.com Diduga Jalur Pertibi Tembe Digunakan Khusus Keluarkan Pinus Dengan Tujuan Lain).

Amatan Tim – media langsung dilapangan melihat dan mendapati dua unit mobil berat berjenis Fuso (BK 9837 LS) dengan bak tertutup berwarna merah dengan tulisan Tona Agung tepat dikaca depan dan mobil berat berjenis yang lazim disebut truck kingkong berwarna kuning tanpa nomor polisi yang sedang melintasi jalan pertibi tembe menuju merek secara beriringan.

Melihat adanya pihak pihak lain dan diduga tidak memiliki kompetensi didalam program percepatan relokasi mandiri tahap III yang mencoba dan berupaya mengelabui dengan modus memakai jalur pertibi tembe, Tim – media yang datang kelokasi bersama pihak Kepolisian Sektor Tigapanah langsung menghampiri kedua mobil berat pengangkut Kayu Pinus dari lokasi program percepatan relokasi mandiri tahap III tersebut.

Supir dan kernet yang ditemui dilokasi sangat terkejut dengan kehadiran enam orang Tim – media yang datang menghampirinya bersama dua orang anggota Kepolisian, Tim langsung mempertanyakan asal muasal dan tujuan diangkutnya kayu pinus tersebut, Supir dan kernet kedua mobil berat tersebut mengatakan kayu pinus diangkut dari areal kawasan siosar, dan dengan tujuan ke jalan lingkar kabanjahe.

Selanjutnya Tim mempertanyakan dokumen dokumen apa saja yang dimiliki terkait pengangkutan Kayu Pinus tersebut dan mempertanyakan siapa nama pemilk mobil dan pemilik Kayu, supir Fuso berwarna merah hanya menyebutkan bermarga Tambunan sembari supir tersebut menghubungi seseorang melalui telepon genggam miliknya, selanjutnya Tim – media akan mengkonfirmasi pihak pihak terkait dengan ditemukan dua mobil berat tersebut./edi surbakti.

Continue Reading

Hukum

Pengusaha BPK Vichada Tewas Bersimbah Darah, Diduga Dibunuh

Published

on

saat petugas Polsek kota berastagi melihat jenazah korban dirumah sakit yang diduga sebagai korban pembunuhan

Geosiar – Tanahkaro – Muliati Sinuhaji (60) pengusaha rumah Makan babi panggang karo (BPK) Vichada di jln Jamin Ginting, desa Raya Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo ditemukan tewas bersimbah darah dibantai OTK didalam kamarnya, kamis (07/03/2019) sekira pukul 07.00 Wib.

Menurut penuturan dari Nia, seorang Karyawan BPK tersebut menyatakan “saya seperti biasanya berangkat bekerja pada Pukul 6.00 Wib, dan sesampainya dilokasi tempatnya saya bekerja, Nia merasa heran karena bapak belum terlihat beraktivitas seperti biasanya.

Lanjut Nia, biasanya setiba saya di tempat kerja (Korban) bapak sudah memasang api dan semua kede sudah terbuka, tapi kali ini tidak dan selanjutnya saya mengedor pintu, namun tidak ada jawaban, akhirnya Nia memutuskan untuk menelpon anak Korban yang juga sebagai Pengusaha rumah makan BPK Vichada, bernama David Sinuhaji sekira pukul 7.00 Wib. ujar Nia didepan ruang satreskrim Polres Tanah Karo, Jumat (07/03/2019) sekira pukul 15.13 Wib.

Mendapat kabar seperti yang diceritakan karyawan bapaknya, Davit Sinuhaji segera berangkat ke lokasi rumah makan, dan setiba di lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP) Davit langsung mendobrak pintu menuju tempat biasa bapaknya beristirahat, dan betapa terkejutnya Davit melihat bapak nya terbujur dengan tertutup selimut, selanjutnya Davit membuka selimut tersebut hingga terlihatlah darah segar membasahi bantal bapaknya.

Merasa bapaknya menjadi korban Pembunuhan David langsung menelpon kepolisian sektor Berastagi, setibanya anggota Polsek Kota Berastagi dilokasi kejadian dan langsung melaporkan kepada Polres Karo dan Tim Indonesia Automatic Fingerprint Identivication Sistem (INAFIS) langsung meluncur untuk melakukan olah TKP.

Usai Polisi melakukan olah TKP jenazah korban langsung dibawa kerumah sakit Efarina Etaham Berastagi, dan pihak kepolisian langsung memasang Police Line di TKP.

Iptu J Munte, Kanit Reskrim Polsek Kota Berastagi mengatakan, Terdapat luka tusukan bekas benda tajam didekat pelipis sebelah kanan, serta mengalami luka yang diperkirakan selebar 3 cm dan dalamnya 1 cm, tapi untuk lebih jelasnya kita tunggu hasil Visum Et Refertum (VER).

Rekan-rekan sabar dulu ya, kami masih mendalami kasusnya, nanti kalau sudah terekspose, takutnya pelaku lari makin jauh, ujar Kanit reskrim.

Tim INAFIS Polres Tanah Karo mengamankan bantal yang belumuran darah sebagai bahan petunjuk untuk penyelidikan lanjutan.

Salah seorang kerabat dekat korban yang tidak ingin menyebutkan namanya menyebutkan bahwa ada barang berharga milik korban berupa cincin emas dan berlian sudah tidak ada ditangan korban, kerugian diperkirakan lebih kurang Rp.20 juta./Mawar

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com