Connect with us

Nasional

50,2 Ton Kubis Tanahkaro Di Ekspor Keluar Negri

Published

on

Bupati dan wakil bupati karo bersama Hendrik yang juga Caleg DPR RI Dapil Sumut 1 saat menunjukan contoh sayur kol (kubis) asal tanahkaro yang diekspor keluar negri

Geosiar – Tanahkaro – Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi bersama Bupati Karo Terkelin Brahmana SH, dan Ketua DPP Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Sumatera Utara Drs Hendrik Halomoan Sitompul MM, serta bersama Kementerian pertanian melalui Badan Karantina Pertanian melepas ekspor sayur Kubis (Kol) dari Kabupaten Karo ke Negara Malaysia sebanyak 50,2 Ton, acara pelepasan dilaksanakan juga di Gudang PT. Juma Berlian Exim, Desa Lambar, Kec Tigapanah Kabupaten Karo, Kamis (28/2).

Kubis asal Tanahkaro termasuk didalam 147 jumlah jenis produk pertanian unggulan asal Sumatera Utara yang diekspor keluar Negri dan juga merupakan komoditas hortikultura terbesar sebagai penyumbang jumlah ekspor.

Bupati Karo Terkelin Brahmana SH, dalam sambutannya mengatakan dengan terbukanya peluang ekspor ini, tentu akan memberikan gairah positif bagi petani di Kabupaten Karo dalam mengembangkan tanaman sayuran karena adanya jaminan harga pasar yang lebih stabil.

Bupati Karo juga menambahkan, produksi sayuran kita untuk mengisi pasar ekspor masih terbuka luas, kita tinggal meningkatkan lagi kualitas produksi dan penanganan pasca panennya, mengingat tuntutan konsumen makin menghendaki sayuran yang fresh dan menyehatkan, selain itu juga, dengan dibukanya ekspor ini, membuktikan bahwa produk pertanian tanah karo dapat menembus pasar internasional dan diterima oleh masyarakat” Ungkap Bupati Karo.

Ketua DPP Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Sumatera Utara (Sumut), Drs Hendrik Halomoan Sitompul MM (nomor 3 dari kiri) menyatakan
ekspor dan keberlanjutan produksi komoditi pertanian untuk mengisi pasar ekspor akan terjamin jika semua pemangku kebijakan bersatu, samakan visi untuk satu tujuan kesejahteraan rakyat.

“Hari ini kita bersyukur, kita telah melepas ekspor sayuran kubis (Kol) dari Kabupaten Karo langsung ke Malaysia. Jadi tidak ada alasan lagi kita untuk tidak terus meningkatkan ekspor kita, Kedepan kita harus bersaing dengan negara-negara penghasil yang sama,” ucap Hendrik yang juga Caleg DPR RI Dapil Sumut 1 itu kepada wartawan Geosiar.com.

Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) Ali Jamil saat melepas ekspor 50,2 ton kubis ke Malaysia didesa Lambar, kecamatan Tigapanah (27/2) menyatakan “hingga saat ini ada 5 negara tujuan ekspor kubis asal Tanahkaro, yakni Negara Taiwan, Malaysia, Jepang, Singapura, Korea Selatan, ujarnya.

Kubis sebagai salah satu produk unggulan asal Sumut, dijelaskan oleh Kepala Barantan, bahwa dari data statistik Karantina Belawan, ekspor kubis yang keluar dari pelabuhan Belawan selama 5 tahun pertama terus mengalami peningkatan, kecuali ditahun ke 3 yang mengalami penurunan disebabkan kondisi alam pasca erupsi Sinabung.

Lanjutnya lagi, ditahun pertama tahun 2012, Ekspor kubis sebanyak 11.747 Ton, dengan nilai Rp. 35.243 miliar, tahun 2013 sebanyak 13.133 Ton, dengan nilai Rp. 39.401 miliar, tahun 2014 sebanyak 8.933 Ton dengan nilai Rp. 26.800 miliar, tahun 2015 sebanyak 17.043 Ton, dengan nilai Rp. 51.131 miliar, ditahun 2016 sebanyak 32. 680 Ton dengan nilai Rp. 98.040 miliar rupiah. Namun ditahun 2017 dan 2018 volume ekspor komoditas ini mengalami penurunan, yakni ditahun 2017 hanya sebanyak 18.459 Ton, dengan nilai Rp. 55.379 miliar rupiah dan di tahun 2018 sebanyak 15.228 Ton, dengan nilai Rp. 45.906 miliar rupiah.

Penurunan selama 2 tahun terakhir ini disebabkan semakin ketatnya persyaratan keamanan pangan dari negara tujuan ekspor, terutama Jepang, Korea Selatan dan Singapura yang memiliki standar syarat keamanan pangan yang cukup tinggi, jelas Jamil.

Untuk mengatasi hal ini, di awal tahun 2019 Kementerian Pertanian melalui Barantan melakukan pendampingan kepada para eksportir guna memenuhi persyaratan ekspor, termasuk kepada petani kubis di Kabupaten Karo ini, melalui Karantina Belawan dilakukan mitigasi Organisme Penggangu Tumbuhan (OPT) melalui inline inspection.

Pendampingan mulai dari pertanaman kemudian penanganan pasca panen sampai ke pengangkutan agar sesuai dengan persyaratan negara tujuan ekspor, dan penerapan inline inspection insyaAllah dapat menjadi solusi untuk kembali meningkatkan volume ekspor Kubis asal Sumatera Utara,” ungkap Jamil.

Kepala Karantina Belawan, Bambang Haryanto memberikan rincian data data produk yang telah disertifikasi oleh pihaknya masing-masing sebagai berikut kopi biji sebanyak 788.845 ton senilai Rp. 70,215 Miliar, Sayuran kubis sebanyak 50.2 ton senilai Rp.125 juta, Kayu manis sebanyak 125,5 ton senilai Rp. 4,076 Miliar, Pinang biji 1.485 ton senilai Rp. 22,275 Miliar, Karet lempengan sebanyak 1577.88 ton senilai Rp. 29,976 Miliar, Karet lembaran 469.08 ton sebesar 1,312 ton, Nipah sebanyak 151,533 ton senilai 1,057 Miliar.

Lidi 26,8 Ton senilai 99 juta, getah pinus sebanyak 207,832 Ton, seharga Rp. 1,981 Miliar, Gambir sebanyak 27 Ton seharga Rp. 945 juta, Minyak sawit sebanyak 13620.59 Ton, seharga Rp. 122,572 Miliar, Kelapa parut sebanyak 45.75 Ton, seharga Rp. 2,057 Miliar, kayu oak putih sebanyak 255,8326 m3, seharga Rp. 1,245 Miliar, Kayu Karet sebanyak 1684,10m3, seharga Rp.9,428 Miliar, ekaliptus sawn timber sebanhak 19,7627 m3, seharga Rp. 124 juta, Teh sebanyak 24.8 Ton, seharga Rp 62 juta, kayu olahan 465,13 m3, seharga Rp. 1,991 Miliar, Silver prills/ palmitic acid sebanyak 194,1 Ton, seharga Rp. 1,853 Miliar, beef produk sebanyak 9,103 Ton, seharga Rp. 773 Miliar, jelasnya.

Pada pelepasan ekspor kali ini yang total nilainya mencapai kisaran Rp. 272,166 miliar juga turut dihadiri oleh Anggota DPRD Provinsi Sumatra Utara, Muchrid Nasution, Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Belawan drh. Bambang Haryanto,MM, Wakil Bupati Karo Cory Sebayang, OPD Provsu dan OPD Kab Karo, Pimpinan PT. Juma Berlian Exim, Para pengusaha eksportir serta undangan lainnya.

Bag. Humas Protokol / Badan Karantina Pertanian./Edy surbakty/Mawar.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nasional

Temuan BPK, PT Parbens Terancam Batal Kelola Pasar Pringgan Medan

Published

on

Medan, Geosiar.com – Kepala Perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Sumatera Utara, V M Ambar Wahyuni mengaku jika pihaknya telah melakukan audit aset Pemko Medan terkait Pasar Pringgan yang disewakan ke PT Parbens. BPK menemukan sejumlah temuan dalam kerjasama tersebut. 

“Salah satunya, kekurangan pendapatan. Artinya nominal yang disepakati dalam perjanjian tidak sesuai dengan aturan yang ada. Seharusnya, pihak ketiga membayarkan biaya sewa Rp 4,8 miliar untuk 5 tahun, bukan Rp1,6 miliar,” kata Ambar saat menerima kunjungan Komisi C DPRD Medan. Kunjungan itu dipimpin Ketua Komisi C DPRD Meda Boydo HK Panjaitan didampingi Jangga Siregar, Asmui Lubis, Modesta Marpaung, dan turut dihadiri Sekda Medan, Wiriya Al Rahman, serta jajaran lainnya, Selasa (19/3/2019).

Temuan kedua, sambung Ambar, pembayaran juga harusnya dilakukan langsung begitu kesepakatan disepakati. Bukan bertahap, seperti yang dibuat dalam perjanjian. Dimana, termin pertama pembayaran dilakukan saat menandatangani kontrak, dan termin kedua saat tahun kedua.

“Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) sudah kita serahkan ke Walikota Medan dan Pimpinan DPRD Medan. Tinggal dari Pemko Medan untuk menindaklanjuti hasil LHP tersebut,” tambah Ambar seraya menegaskan temuan itu bersifat final dan mengikat.

Menurut Ambar, PD Pasar tidak bisa bersikap lebih jauh dalam perjanjian pengelolaan Pasar Pringgan. Sebab, pasar tersebut masih tercatat sebagai aset Pemko Medan. “Kalau memang mau dipisahkan, buatkan berita acaranya. Lalu sertakan sebagai penyertaan modal Pemko Medan ke PD Pasar,” sebut Ambar. 

Sementara Sekda Kota Medan, Ir Wiriya Al Rahman, mengaku, pihaknya salah menetapkan perhitungan harga sewa pasar tersebut. Pemko Medan juga telah menyurati pihak PT Parbens, terkait hasil temuan BPK tersebut. “Kita akan revisi perjanjian yang telah disepakati sebelumnya. Pihak ketiga sudah disurati, tapi mereka membalas surat juga bahwa harga tersebut ditentukan Pemko Medan,” urai Wiriya. 

Ditambahkan, Pemko Medan terus berusaha untuk berkomunikasi dengan pihak PT Parbens untuk melakukan revisi perjanjian. Namun bila tidak terealisasi, Pemko Medan akan menempuh upaya hukum. “Kalau tidak ada kesepakatan, bisa saja perjanjiannya batal. Tapi itupun kita lihat respon mereka berikutnya,” tandasnya. 

Ketua Komisi C DPRD Medan, Boydo HK Panjaitan, menerangkan, kunjungan Komisi C DPRD Medan ke BPK untuk mendalami perjanjian kerjasama antara Pemko Medan dan PT Parbens. Boydo menilai, ada yang tidak benar dalam perjanjian tersebut. “Kita ingin mengetahui bagaimana kerjasama ini. Dulu kita berusaha mengambil pasar dari Triloka, masa sekarang diserahkan lagi ke pihak ketiga,” herannya.

Temuan tersebut, kata Boydo, harus menjadi dasar Pemko Medan melakukan kajian ulang terhadap kerjasama dengan PT Parbens. Dia mendorong temuan tersebut untuk segera dituntaskan. “Kalau memang tidak ada kesepakatan baru antara kedua belah pihak, ya perjanjian dibatalkan. Karena keputusan ini sudah bersifat final dan mengikat. Ini harus di-clear-kan, supaya tidak ada lagi kerugian negara,” tambah Boydo. (lamru)

Continue Reading

Nasional

Ingat! Pengumuman SNMPTN Maju Sehari

Published

on

Ilustrasi Ujian

Geosiar.com, Jakarta – Ketua Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Prof Ravik Karsidi mengumumkan bahwa pengumuman hasil seleksi jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dipercepat menjadi Jumat, 22 Maret 2019 mendatang.

“Dimajukannya pengumuman dikarenakan proses seleksi jalur SNMPTN sudah dapat diselesaikan dengan lebih cepat dan agar bisa memberi kesempataan bagi siswa yang tidak lolos SNMPTN untuk mendaftar Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) gelombang satu,” kata Ravik.

Ravik juga mengimbau agar para siswa memperhatikan beberapa hal, yaitu pendaftaran UTBK gelombang satu yang akan ditutup pada 24 Maret 2019 pukul 22.00 WIB.

Ravik mengingatkan pembukaan pendaftaran UTBK gelombang dua akan dimulai pada hari Senin, 25 Maret 2019 pukul 10.00 WIB dan akan ditutup pada Senin, 1 April 2019 pukul 22.00 WIB.

Pengumuman ini sehari lebih cepat dibandingkan jadwal yang sebelumnya sudah ditetapkan, yakni Sabtu, 23 Maret 2019. SNMPTN merupakan seleksi masuk perguruan tinggi negeri berdasarkan nilai akademik dan prestasi lainnya.

Dalam aturan SNMPTN tahun ini, terdapat beberapa aturan yang baru. Aturan baru itu adalah siswa pendaftar dapat memilih paling banyak dua program studi dalam satu PTN atau dua PTN.

Urutan pilihan PTN dan program studi menyatakan prioritas pilihan. Bagi siswa SMK hanya diizinkan memilih program studi yang relevan sesuai ketentuan oleh masing-masing PTN.

Continue Reading

Nasional

Akibat Longsor dan Banjir, 4.917 Warga DIY Masih Mengungsi

Published

on

Banjir dan longsor di Yogyakarta

Geosiar.com, Yogyakarta – Sebanyak 26 desa di Kabupaten Bantul, tergenang air dan delapan kecamatan tanah longsor akibat terjadinya hujan pada pada Minggu (17/3/2019) sejak pagi hingga malam hari di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY Biwara Yuswantana menyampaikan, banjir di Bantul menggenangi rumah warga, lima fasilitas pendidikan, satu perkantoran dan satu jalan rusak berat. Tak hanya itu, pohon tumbang di 16 titik, lima rumah rusak ringan, tiga jaringan listrik di 10 kecamatan dan 12 desa terputus. “Sampai saat ini terdapat 11 titik pos evakuasi dengan jumlah penyintas 4.427 jiwa, dan tiga jiwa masih dalam pencarian, sedangkan dua jiwa korban meninggal dunia,” ungkap Biwara Yuswantana, Selasa (19/3/2019).

Di Kabupaten Kulonprogo, 24 desa yang tersebar di 16 kecamatan terdampak banjir, sementara longsor terjadi di 25 titik di sembilan desa dan tersebar di delapan kecamatan. Banjir mengakibatkan 19 rumah rusak ringan, satu talud ambrol, satu jaringan listrik terputus, satu fasilitas olahraga rusak, dan satu fasilitas air bersih rusak.

Biwara Yuswantana menyampaikan Kabupaten Gunungkidul, wilayah terdampak ada di 23 desa dan 12 kecamatan. Untuk Kabupaten Sleman dilaporkan terdampak tiga desa dan dua kecamatan. “Untuk Kota Yogyakarta wilayah terdampak banjir di wilayah Umbulharjo setinggi 40 cm, angin kencang di Kecamatan Kotagede, dan tanah longsor di Kecamatan Mergangsan,” terang Biwara Yuswantana.

Secara umum, ujar Biwara Yuswantana, curah hujan Selasa ini semakin menurun. Namun hujan ringan-sedang di wilayah DIY masih berpotensi hingga tanggal 20 Maret 2019 yang disebabkan belokan angin (konvergensi) akibat aktifitas vortex (low pressure area) di perairan selatan NTT.

Sedangkan Kepala BPBD Bantul, Dwi Daryanto, mengatakan status siaga darurat di Bantul sudah ditetapkan selama satu Minggu. Status siaga darurat bencana, artinya segala sesuatu terkait penanganan bencana di masyarakat akan dilakukan sesuai prosedur sesuai kondisi darurat.

Sebelumnya diketahui, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati saat meninjau tanah longsor di Imogiri, Bantul, Senin (18/3/2019) menyampaikan, hujan deras yang mengguyur dengan intensitas lama pada Minggu (17/3/2019) di daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya adalah imbas dari siklon tropis savannah yang ada di Samudera Hindia.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com