Connect with us

pemilu 2019

Debat Kelima, KPU Harapkan Kedewasaan Peserta Pemilu dan Pemilih

Published

on

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman.

Geosiar.com, Jakarta – Dalam menyikapi debat kelima yang jatuh pada tanggal 13 April 2019, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengharapkan kedewasaan dari peserta pemilu dan pemilih. Debat ini digelar satu hari sebelum hari tenang atau 4 hari sebelum pemungutan suara, 17 April 2019.

“Masa tenang itu kan 14, 15, 16 (April), belum masuk masa tenang. Sebetulnya perlu kedewasaan dari kita semua, ya penyelenggara Pemilu, peserta Pemilu, termasuk pemilih,” ujar Arief Budiman di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta, Rabu (27/2/2019).

Arief mengatakan, pada masa itu peserta pemilu harus sudah mempersiapkan diri menghadapi pemungutan suara. Apalagi, menurut UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, perserta pemilu sudah dilarang berkampanye pada masa tenang dan semua alat peraga dibersihkan.

“Peserta pemilu, saya pikir juga harus mempersiapkan diri itu. Kalau menurut Undang-Undang, dia harus membersihkan semua alat peraga kampanye yang dia pasang. Itu jadi kita mudah-mudahanlah, apa yang ditentukan, diperintahkan oleh Undang-Undang kita semua bisa jalankan,” kata Arief Budiman.

Sedangkan untuk pemilih, kata Arief, masa tenang harus dimanfaatkan untuk merenung dan menyiapkan diri memilih peserta pemilu yang terbaik setelah mendengarkan dan mencermati visi, misi, program dari peserta pemilu selama masa kampanye.

“Pemilih saya pikir juga begitu dia kan sudah melihat masa kampanye begitu panjang ya termasuk debatnya. Dia harus merenung dan menyiapkan dirinya kira-kira siapa pasangan yang terbaik, peserta pemilu yang terbaik, yang akan dia pilih di hari pemungutan suara,” ungkap Arief Budiman.

Selanjutnya, Arief mengatakan pihaknya pada masa tenang akan lebih berkonsentrasi untuk memastikan persiapan teknis seperti distribusi logistik sudah aman. Selain itu, KPU juga akan memastikan personil KPU sampai di tingkat TPS dalam kondisi yang siap menyelenggarakan pemungutan suara.

“Kalau KPU pada masa tenang jauh lebih berkonsenntrasi persiapan hari pemungutan suara. Misalnya memastikan distribusi logistiknya siap, memastikan bahwa KPPS-nya siap semua. Jadi KPU pada masa tenang tentu akan mengkonsentrasikan dirinya untuk persiapan hari pemungutan suara,” pungkas Arief Budiman.