Connect with us

Sumut

St Thomas 2 Medan Bersama Pelopor Muda Gelar Gebrakan Edukasi Antikorupsi Tingkat SMA

Published

on

Pelopor Muda bersama dengan SMA St. Thomas 2 menggelar acara seminar pendidikan antikorupsi.

Geosiar.com, Medan – Pelopor Muda bersama dengan SMA St. Thomas 2 yang telah lakukan kelas antikorupsi selama satu semester di St. Thomas 2 menggelar acara seminar pendidikan antikorupsi. Seminar yang dihadiri oleh puluhan siswa-siswi ini diadakan pada (23/2/2019), pukul 9.30 WIB bertempat di Gedung Catholic Center Lt I Jalan Mataram Medan.

Acara yang mengusung tema ‘Membangun Generasi Millenial yang Berintegritas dan Antikorupsi’ ini diawali dengan sambutan MC, dilanjut sambutan dari penggagas acara yaitu perwakilan Pelopor Muda, doa serta terdengar pula lantunan lagu Indonesia Raya.

Adapun pembicara yang akan menabur materi terkait antikorupsi antara lain, Ombudsman, mewakili Dinas Pendidikan James Panjaitan, Koordinator Pelopor Muda Hotmartua Sipangkar dan Perwakilan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Benedictus.

Hotmar Sipangkar selaku koordinator Pelopor Muda manyampaikan bahwa pendidikan antikorupsi sangat penting khususnya di tingkat sekolah, seperti melihat dari situasi Indonesia saat ini bahwa nilai antikorupsi yang dimiliki masih minim.

“Siswa-siswi sekarang merupakan estafet dari pemerintahan untuk menjadikan generasi sekarang di 20 tahun kedepan menanamkan nilai antikorupsi dan dapat melayani masyarakat dengan baik,” kata Hotmar.

Koordinator Pelopor Muda menyampaikan materi seminar antikorupsi

Hotmar menambahkan, upaya untuk memberantas korupsi di Indonesia khususnya tidak cukup hanya dengan melakukan tindakan represif, namun yang lebih mendasar harus dilakukan adalah tindakan preventif atau pencegahan.

Sembilan nilai antikorupsi lanjut Hotmar antara lain jujur, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, sederhana, mandiri, adil, berani, peduli. Sementara proses terbentuknya melalui pendidikan, pengalaman, cobaan hidup.

Pada kesempatan itu juga, perwakilan KPK, Benedictus juga menyebarkan materi korupsi. Ia menyampaikan karakter korupsi tidak lain secara seketika atau para korupter tercipta bukan secara tiba-tiba.

Perwakilan KPK Sampaikan materi antikorupsi

Benedictus menuturkan, pemberantasan sederhana yang dapat dilakukan sebagai generasi muda bisa dilakukan lewat beberapa cara seperti sekarang ini, setelah menerima seminar anti korupsi, siswa-siswi bisa share di sosial media. Bisa pula lewat musik, seperti buat lagu atau film bertajuk antikorupsi.

Kegiatan ini juga membubuhkan sesi tanya jawab. Salah seorang siswi SMA St Thomas 2 bertanya “apa yang akan dilakukan Pelopor Muda dalam rangka memberantas korupsi selain melakukan kelas antikorupsi,” tanyanya.

“Kami pelopor muda mengajak semuanya dalam arti bukan hanya pelopor muda. Semua harus sama-sama mengkampanyekan 9 nilai anti korupsi. Seperti membuka lapak baca,” jawab Hotmar, selaku Koordinator Pelopor Muda yang juga pembicara dalam seminar ini.

Diakhir acara, dilakukan pemberian souvenir kepada para pembicara dalam seminar ini.  Selanjutnya semua pembicara serta Pelopor Muda berfoto bersama mengabadikan acara tersebut.

Pemberian souvenir

Salah seorang siswi yang mengikuti seminar tersebut, Evelyn Tambunan mengaku senang dengan kegiatan tersebut.

“Senang ya, agar kami menjauhi hal-hal berbau korupsi atau mengambil hak orang lain,” ungkap Evelyn Tambunan, salah seorang peserta acara seminar. (tees)