Pengamat: DPT Berpotensi Memicu Konflik di Pemilu 2019

by

Geosiar.com, Jakarta – Potensi konflik dalam Pemilu 2019 April mendatang, harus dapat dikurangi oleh para penyelenggara pemilu. Jika tidak, maka akan dapat mengganggu jalannya proses pesta demokrasi dan menggangu konsesi pemilihan orang nomor satu di Indonesia.

Herminus Kotto, selaku Pengamat Kepemiluan menilai, pemicu potensi konflik terbesar di Pemilu 2019 adalah adanya tudingan dan legitimasi penyelenggaraan pemilu yang curang dan tidak berjalan sebagaimana mestinya. Salah satu faktor penyebabnya bisa melalui tudingan persoalan Daftar Pemilih Tetap (DPT).

“Ada beberapa hal yang menjadi potensi dan menjadi legitimasi. Pertama persoalan DPT yang belum selesai,” kata Herminus Kotto, dalam diskusi “Potensi Ancaman dan Kerawanan Pemilu Serentak 2019” yang digagas Indonesian Public Institute (IPI), Sabtu (23/2/2019) di Jakarta.

Dia menilai, sampai sekarang masih ada DPT yang tidak tetap. Seharusnya, pihak penyelenggara pemilu dapat mengantisipasi kondisi ini agar tidak berlarut-larut.

“Bahwa KPU meski telah menetapkan DPT perubahan kedua, namun saat ini masih terus terjadi perubahan daftar pemilih tambahan. Ini potensi konflik. Berakibat perubahan TPS yang bertambah dan lain sebagainya,” ujar Herminus.

Menurutnya, persoalan DPT tambahan potensi pemicu konfliknya cukup besar. DPT tambahan bisa berujung pada upaya mencetak ulang surat suara.

“Daftar pemilih tambahan potensi pemicu konfliknya cukup besar sekali, berdampak pada surat suara. Jika tidak dikelola dengan baik, bisa menjadi legalisasi tudingan kecurangan pihak yang kalah,” ungkapnya.