Connect with us

Sumut

Pasokan Air PDAM Tirtanadi Terbatas, Warga Medan Harus Gigit Jari

Published

on

Medan, Geosiar.com – Niat warga Medan mendapat sambungan baru air bersih dari PDAM Tirtanadi terpaksa gigit jari. Sama halnya soal kualitas air buruk, pelanggan diharap dapat maklum. Pasalnya, kemampuan manajemen perusahaan milik Pemerintah Propinsi Sumatera Utara (Pempropsu) itu masih terbatas.

Tentu saja, banyak harapan masyarakat Medan yang disampaikan lewat reses anggota DPRD Medan soal peningkatan kualitas air yang selama ini sering jorok dan bau serta penambahan sambungan baru bakal tidak terealisasi.

Dari hasil wawancara Geosiar.com dengan Sekretaris PDAM Tirtanadi Jumirin (foto) di kantornya, Jumat (21/2/2019) menyampaikan, kualitas air PDAM Tirtanadi yang terkadang jorok dan bau tidak bisa dipungkiri.

Hal tersebut menurutnya karena faktor ketika piva bocor dan saat pembersihan pipa. Pada saat itu juga distribusi air pasti buruk maka pelanggan diharap maklum.

Sedangkan menyangkut distribusi air yang selalu macet bahkan nyaris mati. Hal itu dikarenakan PDAM Tirtanadi masih kekurangan produksi air. Untuk saat ini hanya berkemampuan produksi 6.600 liter per detik.

Jika dibandingkan dengan jumlah pelanggan di Medan sebanyak 440.000 pada Tahun 2018, maka kekurangan sumber air sebanyak 500 liter per detik. “Idealnya harus ada 8.000 hingga 9.000 liter per detik,” jelas Jumirin.

Ditambahkan Jumirin, adapun penyebab distribusi macet dikarenakan adanya pelanggan yang menggunakan pompa hisap. Akhirnya, bagi pelanggan yang tidak menggunakan pompa menjadi korban tidak mendapat aliran air. “Kita hanya bisa menghimbau, tidak bisa menindak,” terangnya.

Sedangkan untuk mengatasi kekurangan pasokan air dan memenuhi kebutuhan pelanggan. Menurut Jumirin, manajemen PDAM Tirtanadi saat ini sedang berupaya mendapat pasokan dari Tanjung Morawa 400 liter perdetik, Denai 240 liter per detik, Sunggal 400 liter per detik, Deli Tua 300 liter per detik, Pancur Batu 40 liter per detik dan Medan Johor 24 liter per detik. “Mudah mudahan tahun 2019 dapat rampung, sehingga kebutuhan pelanggan dapat terpebuhi,” sebut Jumirin.

Selain itu kata Jumirin, saat ini juga pihaknya sedang berharap adanya Proyek Strategi Nasional untuk pasokan air bersih khusus Medan, Binjai dan Deli Serdang (Mebidang). Proyek mebidang
Itu dimungkinkan mendapat pasokan air 750 per detik pada Tahun 2020. (lamru)