Connect with us

Politik

Ziarah ke Makam Pahlawan Syekh Yusuf, Ma’ruf: Ini Merupakan Seorang Pejuang

Published

on

Ma'ruf Amin dan istrinya Wury Estu Handayani berziarah ke makam Syekh Yusuf Al Makassari di Makassar (Kumparan)

Geosiar.com, Makassar – Calon wakil presiden (Cawapres) nomor urut 01 Ma’ruf Amin mengunjungi Makassar, Sulawesi Selatan, untuk melanjutkan kampanye. Pada kesempatan itu, Ma’ruf yang bersama istrinya, Wury Estu Handayani, menyempatkan berziarah ke makam Syekh Yusuf Al Makassari Al Batani.

Tiba di lokasi, Ma’ruf dan Wury berdoa di makam dan menaburkan bunga di atas makam tersebut. Ma’ruf menganggap Syekh Yusuf tidak hanya sekadar tokoh ulama besar, tetapi juga seorang pejuang.

“Syekh Yusuf seorang ulama, pejuang berani, dan juga pemimpin tarekat. Jadi pahlawan yang lengkap sekali,” ungkap Ma’ruf dalam keterangan tertulisnya, Kamis (21/2/2019).

Syekh Yusuf pernah berjuang saat melawan Belanda bersama Sultan Hasanuddin Makassar.

Ma’ruf bercerita, dahulu tidak hanya Sultan Hasanuddin, tetapi Syekh Yusuf dan Sultan Agung Tirtayasa juga ikut ditipu Belanda. Hingga pada akhirnya Syekh Yusuf dibuang ke Afrika Selatan, sementara Sultan Agung Tirtayasa ditahan di Batavia.

“Beliau pejuang yang tidak berhenti begitu saja, sampai dibuang ke Afrika Selatan. Tapi beliau tidak takut. Ini contoh pahlawan yang bisa jadi panutan,” tambah Ma’ruf.

Sebelumnya, Presiden ke-2 RI Soeharto menyematkan gelar Pahlawan Nasional kepada Syekh Yusuf pada tahun 1995. Tak hanya itu, Pemerintah Afrika Selatan juga memberikan gelar pahlawan untuk Syekh Yusuf karena dianggap ikut berjuang masyarakat Afrika Selatan. Ketika dicampak ke Afrika Selatan, Syekh Yusuf tetap berdakwah hingga memiliki banyak pengikut.

Mantan Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela juga pernah menyebut Syekh Yusuf sebagai ‘Salah Seorang Putra Afrika Terbaik’.