Connect with us

Politik

Pemko Medan Tertibkan Loket Bus Disepanjang Jl Sisingamangaraja

Published

on

Medan, Geosiar.com – Tim Gabungan Pemko Medan dikomandoi Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan melakukan penertiban terhadap loket bus yang masih beroperasi di sepanjang Jalan Sisingamangaraja, Rabu (20/2/2019). 

Kali ini penertiban dilakukan dibeberapa pool bus yang masih beroperasi tersebut. Sebab, sesuai aturan, loket bus tidak diperkenankan beroperasi di sepanjang Jalan Sisingamangaraja.

Penertiban yang dilakukan petugas Dishub Kota Medan, juga didukung unsur kepolisian dan jajaran kecamatan. Tercacat, ada 11 loket  bus Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP)/Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) yang ditemui masih beroperasi.

Adapup loket bus yang kedapatan beroperasi itu yakni PT  Putra Melayu, PT Batu Bara, PT Gopas, PT KBT, PT Bayu Raja Trans, PT  Parsima, PT  Bintang Utara, PT Galant, PT  Palapa serta PT Tao Toba Indah. Meski ada penolakan namun secara umum proses penertiban berjalan dengan lancar.

Tim gabungan memaksa seluruh bus yang ada di loket-loket bus untuk meninggalkan lokasi, sebab Pemko Medan telah menyediakan tempat yang representatif untuk menaikkan dan menurunkan penumpang di Terminal Terpadu Amplas. Dengan berat hati, seluruh pengemudi akhirnya meninggalkan loket bus masing-masing.

Usia penertiban, Asisten Umum Setdako Medan selaku Plt Kadis Perhubungan Kota Medan Renward Parapat mengatakan, penertiban akan terus dilakukan hingga kawasan Jalan Sisingamangraja terbebas dari loket bus. ‘’Kita akan terus melakukan penertiban, terlebih bagi pengusaha jasa angkutan yang tidak mengindahkan surat himbauan yang sudah kita beri sebelumnya. Tindakan penertiban ini sebagai bentuk bahwa kita tidak main-main untuk menegakan peraturan yang berlaku,’’ tegas Renward.

Di samping itu tegas Renward lagi, selain menertibkan loket bus, petugas juga melakukan  penertiban sejumlah parkir liar yang acap kali menjadi biang kemacetan. ‘’Bagi seluruh pemilik kendaraan bermotor, kita himbau agar memarkirkan kendaraan tidak di sembarang tempat. Selain melanggar peraturan, juga memicu terjadinya kemacetan. Untuk itu kami harapkan agar dapat mematuhinya,” ungkapnya. (lamru)