Connect with us

Nasional

Menteri Perdagangan Buka Rakernas GPEI di Bandung

Published

on

Seminar dan Rakernas GPEI Industri Unggulan Ekspor Jawa Barat, di Hotel Prama Grand Preanger, Jalan Asia Afrika No. 81 Bandung, pada Kamis (21/2/2019).

Geosiar.com, Bandung – Menteri Perdagangan Indonesia (Mendag) Enggartiasto Lukita melalui Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Oke Nurwan, Dipl., Ing. membuka sekaligus memberikan sambutan dalam Seminar dan Rakernas GPEI Industri Unggulan Ekspor Jawa Barat, di Hotel Prama Grand Preanger, Jalan Asia Afrika No. 81 Bandung, pada Kamis (21/2/2019).

Mendag Enggartiasto Lukita yang diwakili oleh Dirjen Oke Nurwan menyampaikan, Jawa Barat merupakan provinsi yang paling besar menyumbang ekspor di Indonesia dan itu perlu terus ditingkatkan. “Provinsi Jawa Barat merupakan kontributor tertinggi ekspor Indonesia,” kata Oke Nurwan saat memberikan sambutan.

Oke Nurwan menyebutkan ada tiga provinsi di Indonesia yang berkontribusi besar terhadap ekspor yaitu Jawa Barat, Jawa Timur dan Kalimantan Timur. Walaupun masih menjadi Provinsi terbesar yang menyumbangkan ekspor, namun perlu diperhatikan  juga sudah mulainya industri yang bergeser dari Jawa Barat ke Jawa Tengah dan juga Jawa Timur.

Dikatakan Oke, saat ini struktur permintaan pasar dunia, 81 persennya didominasi oleh ekspor produk manufaktur. “Hanya 19 persen yang produk primer,” katanya, Kamis (21/2/2019)

Di sisi lain, ekspor produk sumber daya alam juga rentan. Perbaikan kinerja ekspor mudah terpengaruh oleh pergerakan harga komoditas. Oleh sebab itulah Oke mengatakan agar kinerja perdagangan dalam negeri bisa digenjot, pemerintah harus melakukan transformasi agar ekspor yang selama ini hanya bertumpu pada sumber daya alam bisa bergeser ke produk manufaktur.

Badan Pusat Statistik (BPS) sendiri telah mencatat neraca perdagangan Indonesia sepanjang 2018 mengalami defisit sebesar USD 8,57 miliar pada Desember 2018. Dengan demikian, defisit itu menjadi yang terbesar sejak tahun 1975 lalu. “Nah, saat ini pemerintah sedang berusaha mengatasi defisit tersebut. Segala jurus saat ini tengah mereka jalankan agar defisit tersebut bisa diatasi. Salah satunya adalah dengan mengontrol impor,” ungkapnya.

Acara yang diawali dengan Pelantikan Pengurus DPD GPEI Jawa Barat ini kemudian dilanjutkan dengan Seminar Dialog Interaktif yang dipimpin oleh Ketua DPP GPEI Jawa Barat Abdul Sobur.

Seminar dan Rakernas GPEI Industri Unggulan Ekspor Jawa Barat dihadiri oleh Pengurus DPP GPEI Jawa Barat, Ketua Umum DPP Pusat GPEI H. Benny Soetrisno, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Oke Nurwan, Dipl., Ing. mewakili Menteri Perdagangan Indonesia, Wakil Ketua Umum KADIN Jawa Barat Cucu Sutara mewakili Ketua Kamar Dagang & Industri Indonesia (KADIN) Jawa Barat,  Kepala Bidang Industri Agro, Kimia, Tekstil, dan Aneka Ir. Veronica Sri Widayanti MM mewakili Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Direktorat Jenderal Perhuhungan Laut Wisnu Handoko.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jawa Barat Saifullah Nasution, Ketua DPP APINDO Hariyadi B. Sukamdani, Ketua DPP GPEI Sumut Drs Hendrik Halomoan Sitompul MM, Ketua DPP GPEI DKI Jakarta Ir. Irwandy MA Rajabasa, Ketua DPP GPEI Jawa Timur Isdarmawan Asrikan, Ketua DPP GPEI Jawa Barat Abdul Sobur, Ketua DPP GPEI Sulawesi Selatan HM. Drs Zaenuddin Djalil, Ketua DPP GPEI Sulawesi Tengah Herman Agan, dan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Ir. R. Agus H. Purnomo.