Connect with us

Ekonomi

Menteri Perdagangan Buka Rakernas GPEI di Bandung

Published

on

Foto Bersama : Ketua DPP GPEI Sumut Drs Hendrik Halomoan Sitompul MM (3 dari kiri) foto bersama dengan sejumlah Ketua DPP GPEI provinsi lainnya di Indonesia, Kamis (21/2) di sela-sela acara Seminar dan Rakernas GPEI Industri Unggulan Ekspor Jawa Barat, di Hotel Prama Grand Preanger Jalan Asia Afrika No 81 Bandung.

Geosiar.com, Bandung – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia sepanjang 2018 mengalami defisit sebesar USD 8,57 miliar pada Desember 2018. Dengan demikian, defisit itu menjadi yang terbesar sejak tahun 1975 lalu.

Saat ini pemerintah sedang berusaha mengatasi defisit tersebut. Segala jurus saat ini tengah mereka jalankan agar defisit tersebut bisa diatasi. Salah satunya adalah dengan mengontrol impor, ujar Menteri Perdagangan Indonesia (Mendag) Enggartiasto Lukita melalui Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Oke Nurwan Dipl Ing saat membuka sekaligus memberikan sambutan dalam Seminar dan Rakernas GPEI Industri Unggulan Ekspor Jawa Barat, di Hotel Prama Grand Preanger, Jalan Asia Afrika No. 81 Bandung, pada Kamis (21/2/2019).

Hal itu disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPP) Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Sumut Drs Hendrik Halomoan Sitompul MM via seluler kepada Geosiar.com di sela-sela acara tersebut. Disebutkan Politisi Partai Demokrat itu, dalam acara bertemakan “Memperbaiki Daya Saing Sektor Industri Strategis Guna Peningkatan Ekspor Nasional” tersebut, Oke Nurwan menyampaikan, Jawa Barat merupakan provinsi yang paling besar menyumbang ekspor di Indonesia dan itu perlu terus ditingkatkan.

Disebutkannya, ada tiga provinsi di Indonesia yang berkontribusi besar terhadap ekspor yaitu Jawa Barat, Jawa Timur dan Kalimantan Timur. Walaupun masih menjadi provinsi terbesar yang menyumbangkan ekspor, namun perlu diperhatikan juga sudah mulainya industri yang bergeser dari Jawa Barat ke Jawa Tengah dan juga Jawa Timur.

Saat ini struktur permintaan pasar dunia, 81 persennya didominasi ekspor produk manufaktur. “Hanya 19 persen yang produk primer,” katanya. Di sisi lain, ekspor produk sumber daya alam juga rentan. Perbaikan kinerja ekspor mudah terpengaruh oleh pergerakan harga komoditas. Oleh sebab itulah diharapkan agar kinerja perdagangan dalam negeri bisa digenjot, pemerintah harus melakukan transformasi agar ekspor yang selama ini hanya bertumpu pada sumber daya alam bisa bergeser ke produk manufaktur.

Sebelum seminar, acara diawali pelantikan Pengurus DPD GPEI Jawa Barat, kemudian dilanjutkan dengan Seminar Dialog Interaktif yang dipimpin oleh Ketua DPP GPEI Jawa Barat Abdul Sobur.

Dalam kesempatan itu, Hendrik Sitompul mengucapkan selamat atas dilantiknya pengurus DPD GPEI Jawa Barat Periode 2018-2023. “Selamat atas pelantikan ini dan semoga para pengusaha ekspor dapat membantu para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) Jabar memasarkan produk-produk lokal ke pasar global,” ujar Hendrik Sitompul yang juga merupakan Caleg DPR RI.

Hendrik berharap, terjadi loncatan pertumbuhan ekonomi nasional yang signifikan. Hal ini akan mendukung target Making Indonesia 4.0, yakni masuk 10 besar perekonomian terkuat di dunia pada tahun 2030. “Maka itu, perlu mengakselerasi ekspor produk yang memiliki nilai tambah tinggi,” pungkas Alumni Lemhannas ini.

Seminar dan Rakernas GPEI Industri Unggulan Ekspor Jawa Barat dihadiri Pengurus DPP GPEI Jawa Barat, Ketua Umum DPP Pusat GPEI H Benny Soetrisno, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Oke Nurwan Dipl Ing mewakili Mendag, Wakil Ketua Umum KADIN Jawa Barat Cucu Sutara mewakili Ketua Kamar Dagang & Industri Indonesia (KADIN) Jawa Barat, Kepala Bidang Industri Agro, Kimia, Tekstil, dan Aneka Ir Veronica Sri Widayanti MM mewakili Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Direktorat Jenderal Perhuhungan Laut Wisnu Handoko.

Hadir juga Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jawa Barat Saifullah Nasution, Ketua DPP APINDO Hariyadi B. Sukamdani, Ketua DPP GPEI Sumut Drs Hendrik Halomoan Sitompul MM, Ketua DPP GPEI DKI Jakarta Ir Irwandy MA Rajabasa, Ketua DPP GPEI Jawa Timur Isdarmawan Asrikan, Ketua DPP GPEI Jawa Barat Abdul Sobur, Ketua DPP GPEI Sulawesi Selatan HM Drs Zaenuddin Djalil, Ketua DPP GPEI Sulawesi Tengah Herman Agan dan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Ir R Agus H Purnomo. (yl)