Connect with us

Politik

Parlaungan Simangunsong Minta Gubsu Sahuti Keluhan Warga Medan Soal Air Bersih

Published

on

Medan, Geosiar.com – Anggota DPRD Medan Parlaungan Simangunsong ST minta Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi supaya mencari solusi perbaikan kualitas air minum di kota Medan. Sebab, hampir disetiap reses anggota DPRD Medan, warga menyampaikan keluhan buruknya kualitas air minum yakni bau, kotor dan distribusi macet.

“Terkait hal itu, kita harapkan Gubsu Edy Rahmayadi mampu mengatasi keluhan warga dan solusi perbaikan masalah air minum. Selama ini persoalan air kotor dan bau sering kita terima dari masyarakat Medan. Namum karena PDAM Tirtanadi satu satunya pemasok air bersih di Medan merupakan perusahaan milik Pempropsu bukan Pemko Medan, akhirnya kita tidak dapat berbuat banyak. Harapan kita Gubsu dapat respon berkenan menyahuti keluhan warga Medan dan mencari solusi, ” harap Parlaungan Simangunsong ST.

Penegasan dan harapan itu disampaikan Anggota DPRD Medan Parlaungan Simangunsong ST saat menggelar reses I Tahun 2019 gelombang ke 2 di
Jl Tangguk Bongkar 6 Tegal Sari Mandala II Kec Medan Denai, Selasa (19/2/2019). Pelaksanaan reses dihadiri tokoh masyarakat dan ratusan masyarakat. Juga hadir perwakilan Camat Medan Denai Asri, Lurah Tegal Sari Mandala 2 Zebua, Dinas PU Abidan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Arfian Saragih, Dinas Sosial Dedy Pardede, Dinas Kebersihan dan Pertamanan Helmi, mewakili Camat Medan Kota dan DODY Robet Simangunsong.

Sebelumnya, saat reses, Op Laura Nababan, warga Tangguk Bongkar 8 Kel Tegal Sari Mandala II Kec Medan Denai mengeluhkan kualitas air PDAM Tirtanadi. Disebutkan, kualitas air sering bau dan jorok. Bahkan, siang hari distribusi macet.

“Distribusi air PDAM Tirtanadi jorok tidak layak pakai. Air kotor dan bau tetap kami bayar. Kami selalu kesulitan air bersih. Kami berharap Parlaungan membantu kesulitan kami,” keluh Nababan.

Keluhan yang berbeda disampaikan Emelia br Sipahutar warga Tangguk Bongkar 8 terkait kualitas bantuan beras dari Dinas Sosial Kota Medan tidak layak komsumsi.

Emelia br Silahutar selaku peserta Program Keluarga Harapan (PKH) penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) mengaku jatah bantuan beras sebesar 10 kg untuk bulan Januari 2019 kualitas jelak. “Beras nya bau, berwarna hitam dan kekuning kuningan,” ujar Emelia selaku warga Jl Tangguk Bongkar 8 T Sari Mandala II itu seraya mengaku beras tersebut masih disimpannya.

Berbeda dengan keluhan yang disampaikan Toni Simanjuntak terkait buruknya sistem drainasi di Jl Tangguk Bongkar I hingga 9 Kelurahan Tegal Sari Mandala II Kec Medam Denai. Akibat saluran drainase yang tumpat akhirnya air tergenang.

Bahkan, kata Toni, perbaikan parit/ drainase di Kel Tegal Sari Mandala II tidak pernah terealisasi dan hanya janji janji saja. Maka itu, Toni akan melihat pembuktian perbaikan drainase di lingkingannya. Sedangkan, Juliana mengeluhkan kondisi Lampu dekat SD Jl Tangguk Bongkar 9. Juliana berharap perbaikan lampu karena rawan kejahatan.

Sementara itu Kepala UPT
Medan Kota Dinas PU Kota Medan, Abidan menyahuti keluhan warga mengatakan, selalu siap membantu warga apalagi kepentingan umum terkait jalan dan drainase.

Namun pada kesempatan itu, Abidan berharap ada kerjasama antara masyarakat dengan Dinas PU untuk peningkatan pembangunan. “Setiap ada pembangunan agar tetap menjaga dan jangan membuang sampah sembarangan karena akan membuat saluran macet dan mengakibatkan genangan air. Mari kita sama sama merawat,” harap Abidan.

Diakhir penutupan reses, Parlaungan Simangunsong yang saat ini Caleg DPRD Sumut (Partai Demokrat) No urut 2 dapil Sumut 1 mengatakan, seluruh aspirasi warga akan disampaikan ke Pemko Medan lewat paripurna. Parlaungan
mengaku akan tetap memperjuangkan keluhan warga. Sehingga, persoalan di masyarakat dapat segera terealisasi. (lamru)