Connect with us

Nasional

Polri Sebut Penetapan Tersangka Ketua Alumni 212 Sesuai Prosedur

Published

on

Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 Slamet Ma'arif

Geosiar.com, Jakarta – Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menyampaikan bahwa penetapan Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 Slamet Ma’arif sebagai tersangka kasus dugaan pelanggaran kampanye di luar jadwal, telah melalui prosedur hukum yang berlaku.

“Semua berproses hukum. Kami menjunjung persamaan kedudukan di mata hukum. Kami juga mengedepankan asas praduga tidak bersalah,” ujar Brigjen Dedi di Mabes Polri, Jakarta, Senin (11/2/2019).

Polri bekerja dengan Bawaslu dalam mengusut kasus yang melibatkan wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi itu, namun juga bekerja sama dengan Bawaslu.

Slamet rencanya akan kembali diperiksa pada Rabu, 13 Februari 2019. Mengenai status Slamet yang telah menjadi tersangka, Kapolres Surakarta Kombes Ribut Hari Wibowo membenarkannya.

“Betul kami panggil sebagai tersangka,” katanya saat dikonfirmasi, Minggu, (10/2/2019).

Pada surat itu, Slamet disangka melakukan tindak pidana pemilu karena melakukan kampanye di luar jadwal yang ditetapkan KPU provinsi dan kabupaten/kota sebagaimana diatur dalam Pasal 280 ayat (1).

Kampanye di luar jadwal itu berlangsung ketika dia menyampaikan ceramah pada kegiatan Tabligh Akbar PA 212 Solo Raya di Gladak, Pasar Kliwon, Kota Surakarta, pada Minggu, (13/1/2019).

Sebelumnya Slamet sendiri sudah menjalani pemeriksaan di Mapolresta Surakarta selama lebih kurang 6,5 jam, Kamis

Meski begitu, Slamet meyakini bahwa dirinya tidak melakukan pelanggaran kampanye seperti yang ditudingkan oleh pelapor. “Alhamdulillah tadi sudah diperiksa, dan ada 57 pertanyaan yang diberikan kepada saya. Saya jawab satu persatu,” ungkapnya.