Connect with us

Politik

Sosialisasi Perda 7/2016, Iswanda Ramli: Warga Medan Gratis Berobat ke Puskesmas

Published

on

Medan, Geosiar.com – Bagi seluruh warga kota Medan kendati tidak memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS) namun memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) bisa berbat garatis ke Puskesmas. Perda Kota Medan menjamin pembebasan ritribusi biaya berobat bagi warga Medan.

Penjelasan itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Medan H Iswanda Ramli SE (Nanda) saat menggelar sosialisasi II Tahun 2019 Perda Kota Medan No 7/2016 tentang Retribusi Pelayanan Kesehatan di Jl Bunga Asoka, Gang Subur, Kelurahan Asam Kumbang Kec Medan Selayang, Minggu pagi (10/2/2019). Hadir dalam kegiatan reses, Sekretaris Camat Medan Selayang, Lurah Asam Kumbang Endang, tokoh masyarakat, tokoh agama dan ratusan konstituen.

Dikatakan Nanda, selain KTP juga bagi keluarga miskin, anak jalanan dan korban kekerasan juga dibebaskan dari retribusi layanan kesehatan Pusat Kesehatan Maayarakat (Puskesmas). Hal itu diatur bab VI Pasal 11 yang menyebutkan bahwa bagi penduduk daerah yang memiliki dan menunjukkan KTP/KRT/KS atau kartu jaminan/asuransi kesehatan lainnya tidak dipungut biaya retribusi.

Sama halnya dengan Bab IX Pasal 16 menyebutkan bahwa pembayaran retribusi untuk keluarga miskin, anak jalanan, korban kekerasan dan yang dipersamakan dan kelompok tertentu dibebankan kepada Pemerintah Daerah.

Sebagaimana diketahui, tersebut terdiri XX BAB dan 30 Pasal, kata Iswanda, Perda Nomor 7 Tahun 2016 tentang Retribusi Pelayanan Kesehatan itu perlu disempurnakan. Karena, belum jelas definisi wajib retribusi kesehatan di dalam Perda tersebut.

Seperti disebutkan di Bab II Pasal 5 Perda tersebut bahwa wajib retribusi pelayanan kesehatan adalah orang pribadi atau badan yang menurut ketentuan peraturan perundang-undangan retribusi diwajibkan untuk melakukan pembayaran retribusi, termasuk pemungut atau pemotong retribusi tertentu.

“Perda ini perlu penyempurnaan. Karena belum jelas, retribusi yang dimaksud mencakup retribusi apa. Soalnya, yang kita tahu berobat ke Puskesmas gratis,” ungkapnya.

Diakhir sosialisasi, Iswanda Ramli mengaku senang bertemu dengan warga Medan Selayang. Pada kesempatan itu Nanda menyampaikan bersedia membantu masyarakat. “Keluhan apa saja khususnya infrastruktur dan pelayanan lain. Sampaikan melalui Lurah dan akan saya tindaklanjuti,” sebut Iswanda Ramli. (lamru)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Politik

DPRD Sumut Minta KPK Usut Dugaan Alih Fungsi Lahan Pasar Timah

Published

on

Medan, Geosiar.com – Anggota Komisi A DPRD Sumut minta agar pihak Kepolisian atau Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) supaya turun mengusut dugaan pengalihan fungsi lahan Jalan Pasar Timah di Kelurahan Sei Rengas II Kec Medan Area.

Kesimpulan itu diambil saat melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) di ruang Komisi A DPR Sumut, Kamis (14/2/2019). Rapat dipimpin Sekretaris Komisi A DPRD Sumut H Hanafiah, didampingi Wakil Ketua Komisi A Brilian Moktar, Ramses Simbolon dan Nezar Djoeli.

Seperti yang disampaikan anggota komisi A DPRD Sumut Ramses Simbolon bahwa bangunan milik pengembang CV Dwi Jaya Manunggal Pratama diduga ilegal. Karena bangunan berdiri diatas lahan badan Jalan dan jalur hijau PT Kereta Api Indonesia (KAI). Sementara lahan yang sebelumnya diatas badan jalan hingga saat ini belum ada perubahan peruntukan resmi sesuai Perda.

“Atas dasar apa badan jalan dialifungsikan sehingga berdiri bangunan.
Kita suratin saja KPK, karena dengam berdiri bangunan tanpa izin resmi. Ini pasti ada persekongkolan dan kospiraai jahat,” tuding Ramses Simbolon.

Dalam rapat juga terkuak, benar pihak PT KAI memberikan kontrak dan persetujuan kepada pihak ke tiga. Sementara lahan dimaksud sebahagian merulakan lahan jalur hijau.

Pernyataan Ramses Simbolon juga disambung anggota komisi lainnya seperti Nezar Djoeli, menyebut dalam pendirian bangunan diduga ada kejanggalan.

Untuk itu kata Nezar Djoeli, supaya pihak aparat hukum mengusut adanya dugaan pelanggaran hukum. “Atas dasar apa PT KAI menyewakan lahan jalur hijau. Ini diduga ada kejahatan sistematik, ” ujar Nezar.

Pada kesempatan itu sekretaris Komisi A DPRD Sumut H Hanafiah selaku pimpinan rapat menyimpulkan bangunan revitalisasi pasar timah supaya dibatalkan atau distanvaskan. “Besar kemungkinan untuk dibongkar,” sebut Hanafiah.

Turut hadir Dir Keuangan PD Pasar Medan Osman Manalu, Dishub Medan Suriono, Kabag Perekonomian Pemko Medan Nasib, Dinas Tata Ruang Pemko Medan dan PT KAI Simangunsong. Sedangkan mewakili pedagang selaku tim advokasi pedagang pasar Timah M Asril Siregar. (lamru)

Continue Reading

Politik

Hasyim SE: Pemko Didesak Terapkan Perda Kemiskinan Agar Warga Lebih Sejahterah

Published

on

Medan, Geosiar.com – Pemko Medan diharapkan dapat menyahuti permintaan bedah rumah bagi warga yang berdomisili di Jl Tuba Kelurahan Tegal Sari Mandala III Kecamatan Medan Denai. Pemko Medan kiranya melakukan bedah rumah warga dengan skala prioritas dan bukan karena senang atau tidak.

Permintaan dan harapan itu disampaikan anggota DPRD Medan Hasyim SE (PDI P) saat menggelar sosialisasi I Tahun 2019 Perda Kota Medan No 5/2015 tentang Penanggulangan Kemiskinan di Jl Jermal VI Kelurahan Denai Kecamatan Medan Denai, Minggu (3/2/2019). Hadir saat sosialisasi tokoh agama, tokoh masyarakat dan tiga ratusan warga konstituen.

Disampaikan Hasyim, Pemko harus cermat melihat kebutuhan masyarakat secara skala prioritas. Sehingga tidak terjadi kesenjangan dimasyarakat.
Begitu juga tentang permintaan masyarakat saat menghadiri sosialisasi diharapkan menjadi pertimbangan skala prioritas.

“DPRD bersama Pemko sudah mengalokasikan anggaran untuk biaya bedah rumah untuk 1000 unit di Tahun 2019. Pemko harus cermat dan mengakomodir menilai warga yang paling butuh. Tujuan nya kan untuk mensejahterahkan masyarakat,” tegas Hasyim yang juga Ketua DPC PDIP Kota Medan itu.

Apalagi, saat ini Pemko Medan sudah memiliki Perda Penanggulangan Kemiskinan, tentu Perda dimaksut harus diterapkan dengan benar. Sehingga, masyarakat terbantu dalam segala hal. Membantu warga miskin dengan harapan dapat lebih sejahterah.

Sebagaimana diketahui, Perda Kota Medan No 5 Tahun 2015 tentang Penanggulangan Kemiskinan terdiri XII BAB dan 29 Pasal. Seperti pada BAB II Pasal 2 disebutkan tujuan Perda adalah menjamin perlindungan warga miskin secara bertahap.

Mempercepat penurunan jumlah warga miskin. Sedangkan pada BAB IV Pasal 9 yakni setiap warga miskin mempunyai hak atas kebutuhan pangan, pelayanan kesehatan, pelayanan pendidikan, pekerjaan dan berusaha, modal usaha, perumahan, air bersih dan sanitasi yang baik, mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat, rasa aman dari ancaman tindak kelerasan dan berpatisipasi dalam kehidupan sosial dan politik.

Sama halnya Pasal 10 dikuatkan untuk pemenuhan hak sebagaimana Pasal 9 dibiayai dan bersumber dari APBD. Untuk merealisasikan pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan, Pemko wajib menyisihkan minimal 10 % dari Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dalam percepatan penuntasan kemiskinan Pemko dapat menggalang partisipasi masyarakat dalam dunia usaha, lembaga pemerintah dan kemasyarakatan.

Sedangkan pada BAB V Pasal 11 menyebutkan agar warga miskin berkewajiban mengusahakan peningkatan taraf kesejahteraannya serta wajib mentaati dan berperan aktif terhadap segala upaya penanggulangan kemiskinan. Warga miskin juga berkewajiban mentaati norma, estetika dan peraturan per undangundangan yang berlaku. (lamru)

Continue Reading

Politik

Dugaan Kesewenangan Mutasi Kepsek, DPRD Akan Panggil Marasutan Siregar

Published

on

Medan, Geosiar.com – Dugaan kesewenangan mutasi Kepala Sekolah (Kepsek), Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) akan memanggil Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Medan. Marasutan Siregar dipanggil terkait laporan dugaan kesewenangan mutasi mantan Kepala Sekolah (Kepsek) SD Negeri 060955 di Kecamatan Medan Marelan, Tiurmaida Situmeang.

Diketahui, Tiurmaida keberatan dengan keputusan Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin yang memutasinya ke SD Negeri 060901 yang berlokasi Kecamatan Medan Polonia. Sebelumnya, Tiurmaida Situmeang (foto) sudah mengadu ke DPRD Medan dan Rabu pagi kembali mendatangi kantor dewan dan singgah di ruang wartawan.

“Ya, pekan depan kita akan panggil dia (Kadisdik Medan), ” kata Ketua Komisi B DPRD Medan, HT Bahrumsyah kepada wartawan via telephon Rabu (13/13/2019). Bahrumsyah mengaku sudah menyusun pihak-pihak yang bakal dipanggil untuk klarifikasi terkait mutasi Kepsek tersebut.

Selain persoalan mutasi tersebut, sambungnya, pihaknya juga akan mempertanyakan komitmen Kadisdik yang baru Marasutan Siregar dalam upaya meningkatkan pendidikan di Medan.

“Diketahui Marasutan Siregar itu pernah jadi Kadisdik Medan. Dan kala itu berbagai pihak termasuk DPRD Medan minta Walikota mengevaluasinya karena dinilai gagal meningkatkan kualitas pendidikan di Medan, ” keluhnya.

Setelah dievaluasi, lanjutnya, kini Walikota Medan kembali mengangkat Marasutan Siregar pimpin Disdik Medan.

Menjadi pertanyaannya,apakah Walikota Medan tidak melibatkan Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) dalam penentuan jabatan di Medan.

Diketahui Tiurmaida Situmeang, kepala SD Negeri 060955 di Kecamatan Medan Marelan mengadu ke Komisi B DPRD Medan, Jumat (8/2/2019). Tiurmaida keberatan memutasinya Ianya ke SD Negeri 060901 yang berlokasi Kecamatan Medan Polonia. (lamru)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com