Connect with us

Politik

Reses I 2019, Ibnu Ubay Tinjau Jalan Kubah Berlumpur di Medan Martubung

Published

on

Anggota DPRD Medan Ibnu Ubay Dilla SE saat meninjau jalan rusak ketika menjanlakan reses I 2019 gelombang I di Kel Martubung, Kec Medan Labuhan.

Medan, Geosiar.com – Anggota DPRD Medan Ibnu Ubay Dilla SE minta Pemko Medan melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan memperbaiki infrastruktur Jalan dan Drainase di Kelurahan Martubung. Saat reses, Ibnu banyak menemui Jalan rusak ibarat kolam akibat tidak memiliki drainase.

Hal tersebut disampaikan Ibnu Ubay Dilla kepada wartawan kemarin usai menyerap aspirasi warga Martubung ketika melakukan reses I Tahun 2019 gelombang I di Jl Kubah Gg Jamaatin, Lingkungan I Kelurahan Martubung Kecamatan Medan Labuhan, Selasa (29/1/2019). Disebutkan, saat reses gelombang I dihadiri tokoh masyarakat dan ratusan konstituen.

Ditegaskan Ubay, Pemko Medan diharapkan dapat memberikan pelayanan pembangunan infrastruktur di Kecamatan Medan Labuhan. Sehingga, kondisi jalan yang rusak parah tidak terjadi lagi. “Kita prihatin menyaksikan warga akses jalan menuju rumah dan tempat ibadah selalu kebanjiran dan berlobang,” ujar Ibnu Ubay.

Seperti yang dikeluhkan Erlis Sukmawati, banyak Jalan rusak dan saluran drainase yang tidak berfungsi. Sehingga, pembuangan air dari rumah tidak dapat mengalir. Parahnya, bila hujan turun air meluap masuk ke rumah. Erlis berharap Pemko Medan dapat merespon keluhan warga.

Keluhan lain juga disampaikan Aflan alamat T Bunga 3 Martubung, minta kepada Ibnu Ubay Dilla dapat memfasilitasi perbaikan dan pemasangan Lampu Penerangan Jalan Umum (Lpju) di seluruh lingkungan Kelurahan Martubung. Menurut Aflan, banyak Lpju yang rusak dan belum terpasang sehingga kondisi gelap gulita. Kondisi demikian kerap memicu tindak kejahatan.

Berbeda dengan yang disampaikan Aisyah, warga TO 4 Martubung, berharap dapat menertipkan truk yang melintas karena selalu kelebihan tonase. Sehingga, badan jalan cepat rusak kupak kapik karena beban yang tidak seimbang.

Sedangkan Ibu Lenny minta kepada pihak Kelurahan dapat merekrut ibu ibu perwiritan dilibatkan di PKK. Sehingga, nantinya dapat membentuk kelompok usaha berupa home industri dan kegiatan yang lain untuk membantu ekonomi rumah tangga.

Diakhir reses, anggota DPRD Medan Ibnu Ubay Dilla dari Partai PBB dan duduk di komisi D DPRD Medan bidang pembangunan, mengaku akan mentabulasi seluruh aspirasi warga. Nantinya, aspirasi akan disampaikan ke Pemko Medan secara resmi melalui rapat paripurna DPRD Medan.

Selanjutnya, Ubay akan berupaya menindaklanjuti ke Pemko Medan kiranya aspirasi warga tadi dapat direspon Pemko Medan hingga segera terealisasi dengan skala prioritas. (lamru)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Politik

Tompi dan Rocky Gerung Bersaksi di Sidang Ratna Sarumpaet

Published

on

Persidangan Ratna Sarumpaet di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (23/4/2019).

Geosiar.com, Jakarta – Penyanyi sekaligus dokter, Tompi dan Dosen filsafat Universitas Indonesia, Rocky Gerung memenuhi panggilan Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebagai saksi dalam persidangan kasus hoaks Ratna Sarumpaet di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (23/4/2019).

Keduanya terlihat akrab dengan duduk berdampingan dan sempat berswafoto dalam ruang sidang sebelum memberi kesaksian.

Dalam sidang Ratna kali ini, JPU memanggil Tompi dan Rocky sebagai saksi fakta. Sementara, untuk saksi ahli akan dipanggil setelahnya.

“Untuk ahli akan diperiksa setelah saksi fakta selesai,” terang Koordinator Jaksa Penuntut Umum, Daroe Tri Sadono, Selasa (23/4/2019).

Hadirnya Tompi dan Rocky sebagai saksi, dinilai Ratna, tidak ada hubungannya dengan dakwaan.

“Mereka hanya terlibat di awal perkara. Sedangkan dakwaan terkait keonaran.” ujar Ratna Sarumpaet kepada awak media.

Sebelumnya, Tompi dan Rocky sudah dua kali dipanggil oleh kejaksaan untuk bersaksi, namun keduanya tak kunjung memenuhi panggilan kejaksaan. Ini merupakan panggilan ketiga mereka dan terpenuhi.

Continue Reading

Korupsi

Sidang Vonis Kasus Suap Idrus Marham

Published

on

Terdakwa kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1 Idrus Marham bergegas seusai menjalani sidang putusan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (16/4/2019). (Foto: ANTARA)

Geosiar.com, Jakarta – Idrus Marham menjalani sidang vonis terkait kasus suap proyek PLTU Riau-1 hari ini, Selasa (23/4/2019) di Pengadilan Tipikor Jakarta.

“Iya benar sidang vonis (hari ini),” tutur pengacara Idrus Marham, Samsul Huda, Selasa (23/4/2019).

Mantan Sekjen Partai Golkar tersebut dituntut hukuman 5 tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider 4 bulan kurungan.

Sebelumnya, Idrus dituduh menerima suap Rp 2,25 miliar dari pengusaha Johanes Budisutrisno Kotjo. Suap tersebut dilakukan guna membantu Johanes mendapatkan proyek PLN.

Berdasarkan keterangan KPK, mantan Menteri Sosial itu menerima suap lantaran membutuhkan dana untuk pencalonan diri sebagai Ketua Umum Golkar menggantikan Setya Novanto.

Namun, sebelum persidangan digelar, Idrus tetap yakin dirinya tidak bersalah. Dia mengaku menerima uang tersebut, tapi tidak menikmatinya

“Tidak ada fakta di situ (persidangan) ada keterkaitan, memang tuntutan salah satu meringankan menerima tapi tidak menikmati coba bayangin saja, oleh karena itu saya berharap tidak usah pikiran saya,” ujar Idrus sebelum persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Selasa (23/4/2019).

Sementara, mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR, Eni Maulani Saragih, orang yang bersama Idrus menerima suap tersebut telah divonis hukuman 6 tahun penjara. Sedangkan penyuap, Johannes Budisutrisno Kotjo menerima hukuman 4,5 tahun penjara.

Continue Reading

Korupsi

Dua Pejabat Kemenag Jadi Saksi Kasus Suap Romahurmuziy

Published

on

Romahurmuziy (Rommy) di sidang perdana praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (22/4/2019).

Geosiar.com, Jakarta – Dua pejabat Kementerian Agama (Kemenag) dijadwalkan akan menjalankan pemeriksaan terkait kasus suap Romahurmuziy (Rommy) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah menyampaikan pemanggilan kedua pejabat tersebut dimaksud sebagai saksi atas Romahurmuziy (Rommy).

“Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka RMY (mantan Ketua Umum PPP, Romahurmuziy),” tutur Kabiro Humas KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Selasa (23/4/2019).

Febri menyebut, kedua pejabat yang dipanggil, yakni Kepala Bagian Mutasi Setjen Kemenag, Sujoko, serta Kepala Tata Usaha Pimpinan Biro Umum Setjen Kemenag, Khoirul Huda Basyir Habibullah.

Selain itu, Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur, Haris Hasanuddin juga telah dijadwalkan untuk melakukan pemeriksaan.

Sebelumnya, Rommy telah ditetapkan sebagai tersangka kasus suap jual-beli jabatan di Kemenag dalam OTT yang dilakukan KPK.

Bersama Rommy, KPK juga telah menetapkan dua tersangka lainnya, yakni Kepala Kantor Kemenag Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi, dan Kepala Kanwil Kemenag Jatim Haris Hasanuddin.

Dalam penyidikan, KPK menyebut Rommy menerima suap Rp 300 juta dari Muafaq dan Haris untuk memuluskan proses seleksi jabatan yang sedang diikuti keduanya. Namun, sebenarnya, Rommy memiliki jabatan di Komisi XI DPR itu tidak punya kewenangan terkait pengisian jabatan di Kemenag.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com