Connect with us

Daerah

Hendrik Sitompul Gelar Reses I Tahun 2019 Di Medan Belawan

Published

on

saat Anggota DPRD Medan Drs. Hendrik Halomoan Sitompul, MM dimedan belawan

Geosiar – Medan – Anggota DPRD Medan Drs. Hendrik Halomoan Sitompul, MM mengatakan masih banyak masyarakat Kota Medan belum tersentuh dan merasakan pelayanan dari Pemerintah Kota (Pemko) Medan. Baik pelayanan BPJS, KTP, KK, Akte Kelahiran, air bersih dan lain sebagainya.

Anggota DPRD Medan Drs. Hendrik Halomoan Sitompul, MM Ultimatum PDAM Tirtanadi Jika Tak Serius Tangani Air Bersih.

Bagaimana pelayanan tersentuh kepada masyarakat, jika dinas-dinas yang telah diundang dewan untuk mendengar aspirasi masyarakat saja tidak datang. “Saya sangat kecewa. Untuk itu, saya akan meminta Wali Kota Medan untuk menegur dinas yang tidak menghadiri reses,” tegas Drs. Hendrik Sitompul, MM dalam Reses I Anggota DPRD Medan, di Jalan Karo No. 14, Kel. Belawan I, Kec. Medan Belawan, Minggu (27/1).

Dikatakan politisi Dapil II tersebut, DPRD Medan punya kewajiban untuk menyampaikan program-program yang telah diselesaikan dengan Pemko Medan. Seperti program keagamaan untuk masyarakat beragama Katolik, yang saat ini ada lima program keagamaan yang telah disetujui Pemko Medan. Dan juga keluhan di dapil masing-masing.

“Setiap saya reses, banyak masyarakat Kota Medan mengeluhkan kurangnya kualitas air bersih PDAM. Untuk itu, saya meminta PDAM Tirtanadi serius dalam menangani air bersih ke warga. Jika tidak terealisasi juga, maka kita ultimatum PDAM Tirtanadi diusulkan terpisah dalam pengelolaan air”, ujar politisi Partai Demokrat tersebut.

Saya, kata Hendrik, akan menyampaikan langsung kepada Wali Kota Medan, agar apa yang menjadi keluhan masyarakat dalam reses ini agar ditindaklanjuti. Seperti masalah LPJU, PKH, Air bersih, KTP dan lainnya. Agar permasalahan ini segera diperhatikan dengan serius. Dirinya siap mendampingi masyarakat. Saya akan siap mendampingi masyarakat, ujar anggota Komisi C DPRD Medan itu.

Sebelumnya, Aldi Sitanggang warga Sicanang, Kel. Belawan Sicanang, Kec. Medan Belawan mengeluhkan soal jembatan titi dua Sicanang yang hingga kini belum juga diperbaiki. Dirinya juga mengeluhkan, LPJU yang mati, sehingga ditakutkan maraknya peredaran narkoba di wilayah yang kerap gelap. Selanjutnya, dirinya mengeluhkan air PDAM Tirtanadi yang kotor dan mengeluarkan bau tidak sedap.

Sementara itu, E. Sitohang warga Sicanang mengungkapkan hingga kini surat tanah gereja Katolik di Sicanang tidak nampak. Dan surat tanah seluas 3 rantai hilang. Dirinya bingung harus bagaimana mengurus, karena itu semua aset gereja, ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan Mistar Sidabutar warga Lorong Veteran Bagan Deli. Dirinya menyebutkan, sebanyak 800 KK warga Lorong Veteran tak dapat memiliki sertifikat tanah. Hal ini disebabkan adanya mafia tanah yang bermain, sehingga warga kesulitan dalam mengurus sertikat tanah. Untuk itu, saya berharap agar bapak kiranya sudi mendampingi kami untuk menyelesaikan masalah kami ke BPN.

Selanjutnya, Tiomtina Situmorang warga Bagan Deli mengeluhkan, tidak adanya guru agama Katolik bagi siswa/i yang beragama katolik. Sebab, pelajaran agama Katolik dan Kristen berberda. Untuk itu, saya mohon kepada bapak agar setiap sekolah mempunyai guru agama Katolik, pintanya.

Dirinya juga mengeluhkan, maraknya narkoba, PKH dan bantuan KIP. “Saya takut, wabah narkoba ini hinggapi anak-anak. Dan PKH yang dinilai tidak tepat sasaran, karena banyak orang yang mampu mendapatkan bantuan tersebut”, katanya (X1)