Connect with us

Politik

Dinilai Mengandung Fitnah, BPN Prabowo Laporkan Tabloid ‘Indonesia Barokah’ ke Dewan Pers

Published

on

(www.suara.com)

Geosiar.com, Jakarta – Badan Pemenangan Nasional (BPN) capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno melaporkan tabloid ‘Indonesia Barokah’ ke Dewan Pers. BPN menilai pemberitaan yang dipublikasikan ‘Indonesia Barokah’ mengandung fitnah kepada Prabowo dan Sandiaga.

Laporan tersebut dibuat oleh Anggota Direktorat Advokasi dan Hukum BPN Prabowo-Sandiaga, Y Nurhayati ke kantor Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (25/1/2019), sekitar pukul 10.30 WIB.

“Karena tabloid ‘Indonesia Barokah’ edisi I Desember 2018 baik judul maupun isi kontennya mengandung fitnah dan ujaran kebencian kepada Bapak H Prabowo Subianto selaku capres dan Bapak Sandiaga Salahudin Uno selaku cawapres nomor 02,” ujar Nurhayati.

Sebagai bukti, BPN paslon Prabowo-Sandiaga juga menyertakan tabloid ‘Indonesia Barokah’ kepada Dewan Pers. Menurut BPN, pemberitaan di halaman 6 tabloid tersebut menjelekkan dan menurunkan kewibawaan Prabowo dan Sandiaga.

“Beberapa isi konten tabloid ‘Indonesia Barokah’ tersebut memberitakan makna negatif yang mendiskreditkan capres nomor 02 Bapak H Prabowo Subianto dan cawapres Bapak Sandiaga Salahudin Uno pada halaman 6 yang berjudul ‘Membohongi Publik untuk Kemenangan Politik?’,” jelas Nurhayati.

BPN menganggap ‘Indonesia Barokah’ juga berpotensi menciptakan permusuhan antar golongan pendukung Prabowo. Bahkan, berpotensi menimbulkan permusuhan antarumat Islam.

BPN menilai pemberitaan ‘Indonesia Barokah’ tak sesuai dengan kode etik jurnalistik yakni Pasal 1, 3, 4 dan 8, juga tidak sesuai dengan Surat Edaran Dewan Pera Nomor 02/SE-DP/VIII/2018 tentang Posisi Media dan Imparsialitas Wartawan Dalam Pemilu 2019.

Tabloid ‘Indonesia Barokah’ sudah tersebar ke sejumlah daerah di Jawa. Tabloid tersebut diedarkan ke masjid-masjid serta pondok pesantren.