Connect with us

Politik

Saran TKN Jokowi untuk Debat Kedua: Penambahan Durasi Bicara

Published

on

Abdul Kadir Karding (tirto.id)

Geosiar.com, Jakarta – Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) paslon nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin, Abdul Kadir Karding, tak mempermasalahkan rencana KPU yang meniadakan kisi-kisi pertanyaan dalam debat pilpres kedua.

Menurut Karding, debat tanpa kisi-kisi akan dapat meningkatkan daya tarik publik.

Tak lupa Karding memberikan kritik, terutama mengenai peran moderator dalam debat hingga waktu berbicara menanggapi pertanyaan lawan.

“Sisi KPU ya, mungkin moderator harus lebih luwes, lebih pada fungsi moderator itu satu. Artinya dia bisa diimprove dalam kerangka materi gitu ya,” ujar Karding.

“Yang kedua, mungkin pendalaman waktunya. Kalau satu menit itu kurang, ngejar omongan debat itu tidak maksimum,” imbuhnya.
Menurut Karding, waktu menjawab seperti dalam debat pilpres pertama dinilainya terlalu sempit. Sehingga pilihan kata yang disampaikan paslon juga kurang kreatif.

Karding juga menyatakan, dialog akan lebih menarik jikalau bada tambahan waktu untuk masing-masing paslon.

Karding juga meminta jumlah penonton debat sebaiknya ditambah agar suasana lebih meriah. Seperti diketahui, pada debat pilpres pertama lalu, KPU memberikan jatah pendukung masing-masing paslon 100 orang untuk menyaksikan langsung di ruangan.

“Jadi kalau itu juga sudah diturunkan ke bawah, kayaknya enggak perlu. Tapi itu kalau dipertimbangkan enggak ada masalah,” tutupnya.

Setelah mendapat evaluasi dan masukan dari berbagai pihak, KPU memutuskan untuk meniadakan kisi-kisi debat pilpres selanjutnya. Pihak Jokowi-Ma’ruf maupun Prabowo Subianto-Sandiaga Uno juga sudah menyatakan kesiapannya mengikuti debat tanpa bocoran pertanyaan.

Debat kedua akan digelar pada 17 Februari 2019 dengan mengusung tema ‘Energi dan Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup’. Dan hari ini, KPU rencananya akan menggelar rapat pleno untuk persiapan debat kedua yang akan diikuti oleh capres Jokowi dan Prabowo.