Connect with us

Hiburan

Pesta Tahunan Desa Batukarang Meriah, Diharapkan Generasi Muda Tak Lupa Adat Istiadat

Published

on

kemeriahan suasana berlangsungnya pesta kerja tahun desa batukarang

Geosiar – Tanahkaro – Kabupate Karo indektik dengan Adat istiadat yang sangat kental, serta untuk mempererat silaturahmi dan Persaudaraan diantara Masyarakat baik yang tinggal dikampung halaman ataupun yang berada diluar Desa dan diperantauan, maka disetiap tahun tetap diadakan Pesta Rakyat Yang Lazim disebut dengan Kerja Tahun (red: Pesta Tahunan), Kerjatahun Desa Batukarang, sabtu (19/1/2019).

Tokoh Masyarakat desa Batukarang, Indon Putra Bangun SH, memaparkan (19/1)
didalam tanggalan kelender karo, disebut dengan kata Cukra Dudu Lau, dan dihari pertama Perayaan masyarakat akan melakukan Motong yang mana dapat diartikan saat waktu sesi Motong, maka setiap Tamu yang datang akan dijamu dan dengan makanan pembuka, yakni makanan khas pesta tahunan “Bohan Rires” sebagai tanda penghormatan.

Selanjutnya, pada hari kedua yang lazim juga disebut dengan kata “Matana” yang dapat diartikan masyarakat yang menggelar acara pesta tahunan didesanya akan menghantar bunga Pada Leluhur masing masing yang telah meninggal dunia (red : berada ditanah Kemulihen) dan pada hari ketiga Perayaan yang lazim juga disebut “Rebu” yang mana pada hari tersebut masyarakat tidak dibenarkan melakukan pekerjaan pekerjaan dengan mengunakan Senjata Tajam.

Kali ini Pesta tahunan yang dilaksanakan didesa Batukarang, kecamatan payung Kabupaten Karo, Sumatra Utara terlaksana dengan sangatlah Meriah, itu terlihat dengan banyaknya serta antusiasnya masyarakat yang melakukan Ngelemang ataupun Ngerires sebagai simbol dari kehormatan kepada Leluhur, ujar indon Putra Bangun SH, yang juga putra Asli Desa Batukarang dari kesaint (kelompok) Bangun Rumah Kesaint Jambor Tandok.

Adapun tujuan dari diadakanya secara rutin Pesta Tahunan Ngerires ini untuk mempererat hubungan Kekerabatan dikalangan masyarakat Tanah Karo, dan khususnya warga Batukarang ini, dan juga agar generasi muda nantinya tidak lupa akan Adat istiadat beserta Leluhur mereka, seperti tata cara didalam Perlandek (Menari) yangmana ada aturan boleh atau tidak menjadi pasangan menari, ataupun tidaklah Tabu, tegas Indon.

lanjutnya lagi, disaat Pesta Kerja Tahun berlangsung, sering sekali mereka juga yang bertemu saat perayaan bertutur, dan saling memperkenalkan diri, seperti tutur Rimpal (red: pariban) yang kemungkinan besar dapat menjalin suatu hubungan, dan tidak jarang juga diantara para Muda Mudi akhirnya mendapatkan jodoh pada saat Pesta Tahunan hingga melangsungkan pernikahan.

Terlepas dari itu semua, yang Terpenting dilaksanakanya Acara Pesta tahunan didesa Batukarang ini, Muda Mudi Karo harus menanamkan Merga Silima, Tutur siwaluh, Rakut Sitelu, Perkadede Kaden Sepuluh Dua, Tambah Sada, dikarenakan ini adalah kata Kunci untuk orang Karo Sebagai Pegangan hidup, ujar indon mengakhiri.

Lain halnya juga seperti yang dikatakan Janpri Bangun (19/1), salah satu Muda Mudi Desa batu karang mengatakan didalam Acara Kerjatahun Ngerires ini bisa juga bertemu dengan teman-teman yang sudah lama merantau dan berbagi pengalaman, yang langsung diamini oleh Viona br Ginting yang Notabene sudah berdomisili di kota Solo (Jawatengah) dengan logat Karo Menyahut ” Bas kerja Tahun e adi danci mulih kukuta bene kerina ngalah ngalah Erlajang (red : didalam merayakan Pesta tahunan ini, kalau bisa pulang kampung juga dapat menghilangkan rasa capek saat di perantauan) harap Viona sembari tertawa.

Terpisah, Rondi Sembiring dan Reza, serta Jodi Warga kaban jahe, sebagai tamu dalam pesta tahunan Desa Batukarang mengatakan dengan sedikit reaksi malu malu mengatakan, saya baru kali ini menghadiri dan menyaksikan Pesta Adat Kerjatahun Ngerires didesa Batukarang, berbekal informasi dari teman bahwa Kerja tahun di Batukarang sangat ramai yang merayakan.

Sesampainya kami didesa Batukarang dan menuju losd pusat acara berlangsung, ternyata memang benar sangat ramai, dan kami terjebak macet hingga tiga jam lamanya baru Sampai ke rumah Teman kami, walaupun terjebak macet, kami merasa senang juga sih karena melihat anak Muda Mudi sini orang orangnya sangat care, ditambah terlihat juga gadis gadisnya yang berparas cantik dan Ramah, jadi gak terasa macatnya, ujarnya sembari tersungging dan tersipu malu./Mawar

Advertisement