Connect with us

Politik

Timses: Jika Prabowo-Sandi Menang, dalam 30 Hari Kasus Novel Tuntas

Published

on

Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (kompas.com)

Geosiar.com, Jakarta – Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) capres cawapres nomopr urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar mengatakan, kasus penyiraman air keras terhadap Novel akan menjadi prioritas masalah yang akan diselesaikan jika paslon Prabowo-Sandi terpilih menjadi presiden dan wakil presiden.

Ia mengungkapkan, tim gabungan pencari fakta (TGPF) akan dibentuk Prabowo untuk menuntaskan kasus Novel dalam 30 hari.

“Terkait Novel, kita akan jadi prioritas 100 hari pertama. Bahkan Prabowo bilang ya 30 hari akan selesai TGPF dan ada saya di situ, ada Mas BW (Bambang Widjojanto) juga. Jadi ini akan jadi prioritas kita juga,” ujar Dahnil usai diskusi Polemik, di D’consulate Lounge, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (19/1).

Dahnil menjelaskan, alasan Prabowo yang tidak menyinggung kasus Novel Baswedan pada saat debat pilpres pertama. Baginya Prabowo tidak ingin menjadikan ajang debat untuk menyerang, namun adu gagasan. Walau kasus Novel bisa dijadikan fakta bagi Prabowo untuk membuktikan terkait penegakkan hukum yang belum jelas di rezim Jokowi, tetapi Prabowo tidak melakukan hal itu.

“Sejak awal, Pak Prabowo nggak akan serang kelemahan lawanya, Bang Sandi sudah bersiap dan saya selalu ingatkan (untuk singgung kasus Novel), tapi Pak Prabowo bilang kita tunjukkan keunggulan kita,” kata Dahnil usai diskusi Polemik, di D’consulate Lounge, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (19/1/2019).

Dahnil justru berpendapat bahwa satuan tugas (satgas) yang telah dibentuk oleh Polri demi menuntaskan kasus Novel ini tidak memberikan kontribusi dalam upaya pengungkapaan.