Connect with us

Nasional

Isi Surat Ahok untuk Pendukungnya Jelang Bebas

Published

on

Surat Ahok.


Geosiar.com, Jakarta – Menjelang berakhirnya masa tahanan tinggal menghitung hari, Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok kembali menulis surat yang ditujukan kepada publik khususnya Ahokers pada Kamis (17/1/2019).

Dalam surat yang ditulis tangan menggunakan pena berwarna biru tersebut Ahok menyampaikan banyak pesan dan curahan isi hatinya. Salah satu bagian surat tersebut tertulis bahwa dirinya ingin meminta maaf kepada banyak pihak atas kesalahan yang ia lakukan di masa lampau.

  • Jika waktu bisa berulang, Ahok ingin tetap ditahan di Mako Brimob

Jika waktu bisa berulang kembali, kata Ahok, dirinya lebih memilih ditahan di Mako Brimob selama dua tahun ketimbang harus menjadi gubernur untuk satu periode lagi. Gubernur DKI Jakarta 2014-2017 itu pun merasa bersyukur tak terpilih lagidi Pilkada DKI 2017.

Pria yang ditahan karena kasus penodaan agama tersebut meyakini bahwa dirinya akan semakin arogan dan kasar seandainya terpilih lagi menjadi gubernur. Hal tersebut akan membuat semakin menyakiti hati banyak orang. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada semua orang yang telah disakitinya.

“Pada kesempatan ini saya juga mau sampaikan kepada Ahokers, PNS DKI, para pembenciku sekalipun, aku mau sampaikan mohon maaf atas segala tutur kata, sikap, perbuatan yang sengaja maupun tidak sengaja menyakiti hati dan perasaan saudara dan anggota keluarganya,” tulisnya.

  • Ahok tak ingin ada yang menyambutnya dan menginap hanya demi dirinya

Bupati Belitung Timur 2005-2006 ini mengaku mendapat kabar bahwa sejumlah orang berencana untuk menyambut kebebasannya pada Kamis, (24/1/2019). Ia pun tak ingin orang-orang melakukan hal tersebut termasuk rencana ingin menginap demi menyambut kebebasannya. Sebab, menurutnya hal tersebut akan menggangu orang-orang yang akan bekerja.

“Saya sarankan demi kebaikan dan ketertiban umum bersama, dan untuk menolong saya, sebaiknya saudara-saudara tidak melakukan penyambutan apalagi menginap,” ujarnya.

  • Ahokers diminta tak golput

Walau berada dalam Mako Brimob, Ahok juga mengikuti perkembangan politik Indonesia. Ia pun mengajak pendukungnya yang disebut Ahoker untuk segera menentukan pilihan karena ia ingin empat pilar bernegara yakni yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI harus ditegakkan.

“Saya menghimbau seluruh Ahokers jangan ada yang golput,” jelasnya.

Isi lengkap surat Ahok

Depok, 17-1-2019

Kepada saudara-saudara Ahoker dimanapun saudara berada

Terima kasih atas doa serta dukungannya selama ini untuk saya. Tidak pernah dalam pengalaman hidup saya bisa menerima begitu banyak pemberian dari makanan, buah-buahan, pakaian, buku-buku, dan lain-lain dari saudara-saudara. Saya merasa begitu dikasihi dan kasih yang saudara-saudara berikan kepada saya lebih baik daripada emas dan perak maupun dibandingkan kekayaan yang besar.

Saya mendengar ada yang mau menyambut hari kebebasan saya di Mako Brimob, bahkan ada yang mau menginap di depan Mako Brimob. Saya bebas tanggal 24 Januari 2019, adalah hari kamis, hari orang-orang bekerja, jalanan di depan Mako Brimob dan di depan Lapas Cipinang adalah satu-satunya jalan utama bagi saudara-saudara kita yang mau mencari nafkah. Saya sarankan demi untuk kebaikan dan ketertiban umum bersama, dan untuk menolong saya, sebaiknya saudara-saudara tidak melakukan penyambutan apalagi menginap.

Saya sangat bersyukur kepada Tuhan, Allah pencipta langit dan bumi, bahwa saya diijinkan untuk ditahan di Mako Brimob. Saya bersyukur diijinkan tidak terpilih di Pilkada DKI 2017, jika saya terpilih lagi di Pilkada tersebut, saya hanyalah seorang laki-laki yang menguasai Balai Kota saya, tetapi saya di sini belajar menguasai diri seumur hidup saya. Kuasai balai kota hanya untuk 5 tahun lagisaya jika ditanya jika waktu bisa diputar kembali, mau pilih yang mana? Saya akan katakan saya memilih ditahan di Mako untuk belajar 2 tahun (Liburan resmisi 3,5 bulan), untuk bisa menguasai diri seumur hidupku.

Jika terpilih lagi, aku akan semakin arogan dan kasar dan semakin menyakiti hati banyak orang. Pada kesempatan ini saya juga mau sampaikan kepada Ahokers, PNS DKI, para pembenciku sekalipun, aku mau sampaikan mohon maaf atas segala tutur kata, sikap, perbuatan yang sengaja maupun tidak sengaja menyakiti hati dan perasaan saudara dan anggota keluarganya. Saya mohon maaf dan saya keluar dari sini dengan harapan panggil saya BTP bukan AHOK

Pemilu dan Pilpres 2019 akan dilangsungkan tgl 17 April 2019. Saya menghimbau seluruh Ahokers jangan ada yang golput. Kita perlu menegakkan 4 pilar bernegara kita yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI dengan cara memiliki partai politik yang mau menegakkan 4 pilar di atas di seluruh Indonesia. Kita harus mendukung agar di DPRD-DPRD dan DPR RI maupun DPD RI memiliki jumlah kursi yang mencapai di atas 30 persen untuk partaiyang teruji dan berkomitmen pada pancasila.

Saya ingin mengutip pidato Presiden Soekarno yang saya kutip dari buku Revolusi Belu Selesai,. Kumpulan Pidato Presiden Soekarno 30 September 1965 – pelengkap Nawaksara (10 Januari 1967) PenyuntingL Budi Setiyono dan Bonnie Triyana, terbutan Serambi (www.serambi.co.id) apa yang presiden Soekarno sampaikan, aku harap juga diterima menjadi pikiran dan harapanaku kepada seluruh Ahokers dimanapun domisili saudara: “Saudara-saudara Pancasila adalah jiwa kita, bukan hanya jiwaku. Tetapi ialah jiwa Angkatan Bersenjata Republik Indonesia. Dan selama Angkatan Bersenjata Republik Indonesia berjiwa Pancasila, Insyah Allah SWT engkau akan tetap kuat tetap kuat dan sentosa, tetap kuat dan sentosa, tetap kuat dan sentosa, menhadi tanduk daripada banteng Indonesia, yang telah kita dirikan pada tanggal 17 Agustus 1945…., engkau adalah penegak daripada Pancasila dan setialah kepada Pancasila itu, pegang teguh kepada Pancasila, bela Pancasila itu sebagaimana akupun berpegang teguh kepada Pancasila, membela Pancasila bahkan sebagaimana kukatakan lagi tadi. Saudara-saudara, laksana panggilan ang aku dapat daripada atasan untuk memegang teguh Pancasila ini.

Majulah demi kebenaran, perikemanusiaan, dan keadilan. Ingatlah sejarah dan tujuan para proklamator di negeri ini.

Meredeka!

Salam dari Mako Brimob

TTD. BTP

Basuki Tjahaja Purnama