Connect with us

Selebritis

Pencipta Lagu ‘Jogja Istimewa’ Keberatan Karyanya Dipakai Kampanye

Published

on

Kill the DJ bersama kuasa hukumnya usai melapor di Polda DIY. (detikcom)

Geosiar.com, Jakarta – Sebagai pencipta lagu Jogja Istimewa yang dinyanyikan bersama Java Hip Hop, Akun Instagram @killthedj menyampaikan keberatan atas penyalahgunaan lagunya.

Musisi Marzuki Mohamad atau yang bernama panggung Kill The DJ kini resmi melaporkan dua akun media sosial ke Polda DIY. Dua akun itu mengunggah video penggalan lagu Jogja Istimewa ciptaan Marzuki yang liriknya diubah dukungan ke capres nomor urut 02, Prabowo-Sandi. 

“Melaporkan pemilik dua akun media sosial, twitter dan instagram atas nama yang sama, atas nama CakKhum,” kata kuasa hukum Marzuki, Hilarius Ngaji Mero di Mapolda DIY, Jalan Padjajaran Ringroad Utara, Sleman, Rabu (16/1/2019).

Dua akun itu dilaporkan dengan sangkaan pelanggaran Undang-undang Hak Cipta dan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Sebelumnya, ia mengunggah satu video dan dua foto yang jadi dasar keberatannya.

Pada video pertama, terlihat kumpulan wanita yang menyanyikan Jogja Istimewa dengan mengubah liriknya. Mereka mengubah lirik menjadi dukungan kepada calon presiden dan wakil presiden nomor 2.

Slide kedua menunjukkan akun twitter @CakKhum yang diduga menyebarkan video tersebut untuk kali pertama. Begini bunyi protes sang pencipta lagu.

“Karena video ini sudah viral dan banyak yang salah persepsi kepada saya, selaku pencipta lagu Jogja Istimewa yang dinyanyikan bersama @javahiphop – maka dengan ini saya perlu melakukan klarifikasi:

Bahwa saya tidak akan pernah memberikan ijin kepada siapa pun lagu Jogja Istimewa tersebut digunakan untuk kampanye pilpres, baik itu pasangan nomer urut 01 maupun 02. Bagi saya, @javahiphop, dan sebagian besar warga Yogyakarta, pasti tahu sejarah dan kebanggaan pada lagu tersebut, itu kenapa saya tidak akan pernah mengganti liriknya untuk tujuan lain, baik komersil apalagi kampanye politik. Meskipun saya pendukung @jokowi saya tidak akan pernah mengkhianati nilai lagu tersebut dengan mengubah liriknya,” tulis pria bernama Marzuki Mohammad ini.

“Siapa pun Anda yang mengubah lagu tersebut, membuat videonya, dan ikut menyebarkanya, Anda telah melanggar undang-undang dan saya bisa membawanya ke ranah hukum,” ujarnya. Ia pun berpesan siapapun pilihannya agar tetap memiliki etika.

“Menjiplak lagu orang lain jelas tidak beretika dan melanggar hukum, plus, jangan warisi generasi mendatang dengan fitnah dan sampah kebencian,” katanya.