Connect with us

Dunia

China Vonis Mati Warga Kanada, Trudeau Diminta Hormati Hukum

Published

on

Ilustrasi

Geosiar.com, Beijing – Pemerintah China tidak terima dengan keluhan yang disampaikan oleh Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau usai menjatuhkan hukuman mati terhadap salah satu warganya dalam kasus narkoba. Mereka meminta Trudeau menghormati hukum yang berlaku di Negeri Tirai Bambu, dan tidak mencampuri.

Melansir AP, Rabu (15/1/2019), pernyataan itu disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Hua Chunying. Dia menyatakan pemerintah China tidak sepakat dengan pernyataan Trudeau.

“Mereka tidak menghormati aturan hukum, menghormati kedaulatan peradilan Tiongkok, memperbaiki kesalahan dan berhenti membuat pernyataan yang tidak bertanggung jawab,” ujar Hua.

Seorang warga Kanada, Robert Loyd Schellenberg, dijatuhi hukunan mati karena terbukti menyelundupkan narkoba berjenis metamphetamine (sabu). Putusan ini menjadi babak baru ketegangan antara kedua negara, selepas penahanan Direktur Keuangan Huawei, Meng Wanzhou, tahun lalu.

Zhang Dongshuo, Kuasa hukum terdakwa menyatakan akan mengajukan memori banding ke Mahkamah Agung. Dia menilai, jaksa tidak punya bukti baru yang menyatakan kliennya terlibat sindikat narkoba. Dia juga menyayangkan hakim pada pengadilan tinggi menaikkan hukuman. Diduga hal ini adalah sinyal pembalasan karena Kanada menahan Meng atas permintaan Amerika Serikat. Trudeau merasa kecewa dengan putusan pengadilan China.

“Ini sangat memprihatinkan bagi kami sebagai pemerintah, dan juga terhadap seluruh sahabat internasional dan sekutu-sekutu kami, China telah memilih untuk memulai menerapkan hukuman mati untuk kasus-kasus, yang saat ini, dihadapi oleh seorang warga negara Kanada,” kata Trudeau dalam jumpa pers tak lama setelah putusan Schellenberg dibacakan.

Schellenberg mengatakan keluarganya telahmencoba berkomunikasi, tetapi dia mengaku belum bisa menghubungi sama sekali. Keluarga Schellenberg merilis pernyataan meminta pemerintah Kanada melindunginya.

“Keluarga Schellenberg sangat peduli dengan Robert kami yang sedang menghadapi situasi sulit di China,” seperti dikutip dari CNN.