Connect with us

Daerah

Rokok Terdata Jadi Salah Satu Sumber Kemiskinan Warga Sulut

Published

on

Ilustrasi

Geosiar.com, Sulut – Angka kemiskinan di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengalami penurunan pada September 2018 dibanding pada Maret 2018 lalu. Dikabarkan rokoklah yang menjadi salah satu sumber kemiskinan.

“September 2018, jumlah penduduk miskin yakni penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan di Sulut mencapai 189 ribu orang atau 7,59 persen, berkurang 4,26 ribu orang dari kondisi Maret 2018 yang sebesar 193 ribu orang atau sebesar 7,80 persen,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, Dr Ateng Hartono, di Manado, seperti dikutip dari Antara, Selasa (15/1/2019).

Ia menambahkan, jika dibandingkan dengan kondisi Maret 2018 lalu, persentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada September 2018 turun menjadi 0,32 poin menjadi 4,82 persen. Sebaliknya, persentase penduduk miskin di daerah perdesaan naik 0,08 persen menjadi 10,57 persen.

Ateng menjelaskan selama periode Maret hingga September 2018, di daerah perkotaan jumlah penduduk miskin turun 1,77 ribu orang (dari 63,88 ribu orang menjadi 62,11 ribu orang). Sementara di daerah perdesaan turun sebanyak 2,50 ribu orang (dari 129,43 ribu menjadi 126,93 ribu orang).

Peran komoditas makanan terhadap garis kemiskinan lebih tinggi daripada komoditas nonmakanan. Sumbangan garis kemiskinan makanan terhadap garis kemiskinan pada September 2018 tercatat sebesar 77,09 persen.

Kondisi tersebut tidak jauh berbeda dengan kondisi pada Maret 2018, yaitu sebesar 76,97 persen. Jenis komoditas makanan yang berpengaruh besar terhadap nilai garis kemiskinan di perkotaan maupun di pedesaan adalah beras, rokok kretek filter, ikan berjenis tongkol/tuna/cakalang, kue basah, dan cabai rawit.

Sedangkan komoditas nonmakanan yang memengaruhi nilai garis kemiskinan di perkotaan ataupun perdesaan ialah perumahan, listrik, angkutan, bensin, dan perlengkapan mandi.

Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) mengalami kenaikan selama periode Maret-September 2018. Gini ratio Sulut pada September 2018 sebesar 0,372. Ada penurunan yang sangat kecil jika dibandingkan dengan Maret 2018 yang sebesar 0,394.