Connect with us

pemilu 2019

KPI: Ada Indikasi Pelanggaran Siaran Kampanye Jokowi-Prabowo

Published

on

Jokowi-Ma'ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga Uno, Pasangan capres dan cawapres pada Pilpres 2019.

Geosiar.com, Jakarta – Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Yuliandre Darwis sedang berkoordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), tentang dugaan pelanggaran kampanye dua paslon Pilpres 2019 melalui lembaga penyiaran.

Yuliandre menyampaikan, dari audit terhadap dua model tayangan kampanye visi misi, KPI menemukan indikasi-indikasi pelanggaran kampanye dua paslon tersebut.

“KPI menemukan indikasi-indikasi pelanggaran terhadap tayangan kampanye dua calon presiden baik Jokowi maupun Prabowo. Tapi definisi pelanggaran ini tentu tafsirannya akan diserahkan kepada gugus pemilu,” kata Yuliandre Darwis melalui sambungan telepon, Selasa (15/1/2019).

Gugus Pemilu yang dimaksud Yuliandre adalah Gugus Tugas Pengawasan dan Pemantauan Pemberitaan, Penyiaran, dan Iklan Kampanye Pemilu 2019 yang dibentuk September 2018. Gugus tersebut beranggotakan KPI, KPU, Bawaslu, dan Dewan Pers. Melalui gugus tersebut, kata dia, keputusan dibuat.

KPI mengakui pascapaparan visi misi yang disampaikan dua paslon melalui lembaga penyiaran memancing banyak laporan dari masyarakat. Namun sejauh ini, kata dia, laporan melalui institusi resmi belum diterima pihaknya.

Jika memang pada akhirnya diputuskan terdapat pelanggaran kampanye sesuai UU Pemilu, kata Yuliandre, maka KPI juga akan memberlakukan sanksi terhadap lembaga penyiaran sesuai peraturan dan perundang-undangan berlaku.

“Mulai dari teguran, pengurangan durasi tayang, hingga pencabutan hak siar,” kata Yuliandre menegaskan.

Sebelumnya, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) menyebut ada potensi pelanggaran administrasi kampanye oleh dua calon presiden, Joko Widodo dan Prabowo Subianto.

Anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar mengatakan selain kedua capres itu, pelanggaran juga berpotensi telah dilakukan kepada stasiun televisi yang menayangkan acara kedua capres.

Jokowi sebelumnya menyampaikan visi lima tahun ke depan lewat program di lima stasiun televisi pada Minggu (13/1/2019). Sementara Prabowo menyampaikan visi dan misi lewat pidato yang juga disiarkan stasiun televisi, Senin (14/1/2019).