Connect with us

Sumut

Hakim PN Medan Perintahkan JPU Tahan Penganiaya Petugas Parkir Medan Mall

Published

on

Medan, Geosiar.com – Tiga kali tidak menghadiri persidangan, Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan memerintahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk menahan terdakwa RY (33) kasus dugaan penganiayaan petugas parkir.

Hal itu terungkap dalam sidang lanjutan sidang di ruang Cakra VI, PN Medan, Senin (14/1/2019). Sidang tersebut terkait kekerasan di muka umum dengan memakai kekuatan bersama-sama kepada orang atau barang yang berakibat mendatangkan bahaya bagi keamanan umum dari orang atau barang.

“Sudah tiga kali persidangan, terdakwa tidak hadir, agar jaksa untuk melakukan penahanan terhadap terdakwa,” ujar majelis hakim.

Sebelumnya dalam dakwaan JPU Jacky Antonius Situmorang, bahwa terdakwa RY, (33) warga Jalan Pusat Pasar Nomor 101 Kelurahan Pusat Pasar Kecamatan Medan Kota melakukan dugaan pengancaman dengan kekerasan di muka umum.

Selain itu juga memakai kekuatan bersama-sama, kepada orang atau barang, dengan sesuatu kejahatan yang mendatangkan bahaya bagi keamanan umum dari orang atau barang, dengan memaksa atau dengan perbuatan yang melanggar kesopanan, dengan sesuatu kejahatan terhadap jiwa orang, dengan penganiayaan berat atau dengan pembakaran.

Sebagaimana diketahui, pada Selasa tanggal 16 Januari 2018, Sandi Prandana selaku korban sedang bertugas jaga parkir di kawasan parkir Plaza Medan Mall Jalan MT Haryono Kecamatan Medan Kota. Kemudian, terdakwa RY hendak keluar dari lokasi parkiran dengan mengendarai satu unit mobil Innova BK 99 NI. Ketika itu, supir RY memberikan karcis parkir kepada korban.

Selanjutnya, karcis parkir tersebut korban scan dan pintu portal pun terbuka. Lalu korban meminta bayaran uang parkir sebesar Rp 5.000 kepada supir terdakwa sesuai dengan ketentuan yang sudah ditetapkan oleh pihak perusahaan. Namun, supir terdakwa menolak membayar karena alasan merasa sudah membayar uang parkir. 

“Sama siapa ?,” tanya korban. Tiba-tiba terdakwa yang duduk di belakang supir membuka kaca mobilnya. “Uang apa lagi, gak ada lagi ini hitungan parkir perjam-perjam, ini sudah normal,” kata terdakwa.

Lalu korban mentakan, “Setiap keluar dari lokasi parkir, dikenakan biaya parkir Rp 5.000 untuk sekali keluar area parkir,” jawab korban.

Kemudian terdakwa menjawab, “Saya gak mau bayar kenapa rupanya, apa kau,” tantang terdakwa. Kejadian itu dilaporkan korban kepada atasannya bernama Manahan Silaen. Kemudian, Manahan menyuruh korban untuk menutup kembali pintu portal tersebut agar mobil milik terdakwa tidak bisa keluar. Melihat itu, terdakwa turun dari mobilnya dan mendatangi korban. “Awas kalian ya,” ancam terdakwa. 

“Awas apa,” jawab korban. “Ich, melawan kali kau, awas kau ya, siapa nama kau, belum tau kau siapa aku, pergi kau dari sini, cabut kau, kau liat nanti ya ?,” ucap terdakwa dengan nada keras.

Perkataan terdakwa tersebut terdengar oleh Suyono yang berjarak kurang lebih 15 meter dari lokasi. Karena teriakan dengan nada keras tersebut sebahagian warga pusat pasar berdatangan dan berkumpul mengelilingi korban. 

Kemudian terdakwa pun pergi meninggalkan mobil miliknya dan memanggil teman-temannya yang korban ketahui merupakan warga pusat pasar. Alhasil, warga pusat pasar semakin ramai datang dan berkumpul mengelilingi korban. 

Karena sudah ramai, korban memanggil pimpinannya bernama Edwinsyah. Karena merasa takut, korban membuka pintu portal hingga terdakwa mengeluarkan mobilnya tanpa membayar uang parkir.

Korban yang merasa dirinya terancam membuat laporan pengaduan ke Polrestabes Medan. Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 336 ayat (1) KUHPidana. (rel/lamru).