Connect with us

Daerah

Meriahkan Hari Jadi Ke-15, Ribuan Masyarakat Sergai Ikuti Marathon 5 Km

Published

on

Dalam rangka perayaan hari jadi Serdang Bedagai ke-15, Bupati Serdang Bedagai (Sergai) Ir H Soekirman melepas peserta Maraton 5 km (geosiar.com)

Geosiar.com, Serdang Bedagai – Dalam rangka perayaan hari jadi Serdang Bedagai ke-15, Bupati Serdang Bedagai (Sergai) Ir H Soekirman melepas peserta Maraton 5 km yang berlangsung di Replika Istana Sultan Serdang, Kelurahan Melati Kebun, Kecamatan Pegajahan, Sabtu (12/1/2019) pagi.

Ribuan peserta maraton menempuh jarak sepanjang 5 km dengan rute mulai dari Komplek Replika Istana Sultan Serdang menuju Kelurahan Melati Kebun dan kembali lagi ke Komplek Replika.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Sergai Ir. H. Soekirman, Wakapolres Sergai Kompol Henri Sibarani, para Kepala OPD, Camat, Ketua KONI Sergai Siswanto, ribuan peserta maraton dari masyarakat umum dan pelajar.

Bupati Sergai Ir. H. Soekirman dalam sambutannya mengatakan hingga usia Kabupaten Sergai yang ke-15 tahun ini, ia berharap warga Sergai harus tetap dalam keadaan sehat serta terus menjalin persaudaraan yang erat dan bersatu untuk Sumatera Utara yang bermartabat.

Ia juga berharap, melalui kegiatan maraton 5 km ini dapat menjaring atlet-atlet muda yang dapat dibina hingga nantinya dapat menajadi atlet yang bisa diandalkan oleh Kabupaten Tanah Bertuah Negeri Beradat untuk mewakili di ajang olahraga maraton tingkat Provinsi Sumut maupun nasional.

“Semakin sering kita berolahraga maka akan mendapat tubuh yang sehat dan jiwa yang kuat, oleh karenanya mari kita tingkatkan semangat dan harus tetap kita jaga kondusifitas dalam memajukan Kabupaten Sergai yang kita cintai ini,” tandas Soekirman.

Sebelumnya, kepala Dinas Pora Parbud Drs Santun Banjarnahor melaporkan bahwa kegiatan ini dalam rangka hari jadi ke-15 Kabupaten Sergai tahun 2019 yang bertujuan mengajak masyarakat agar berolahraga, karena dengan berolahraga masyarakat bisa menjadi sehat. Salah satunya adalah dengan mengikuti olahraga maraton ini.

“Olahraga ini termasuk olah raga murah dan terjangkau oleh siapa saja. Dengan jumlah peserta umum sekitar 500 orang dan pelajar sekitar 2500 orang dari berbagai sekolah se- Kabupaten Sergai,” tutup Soekirman. (art)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Daerah

Menipu Honorer, PNS Pemko Banda Aceh Ditangkap

Published

on

Ilustrasi

Geosiar.com, Aceh – Oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemko Banda Aceh ditangkap polisi setelah menipu sejumlah tenaga honorer PNS.

Diketahui, pelaku berinisial IY (36) menjanjikan pengangkatan menjadi pegawai tetap dan ujung-ujungnya meminta uang.

“IY pegawai Kesbangpol asal Banda Aceh. Dia kita tangkap pada 5 Maret lalu dan dilakukan penahanan mulai 6 Maret,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Aceh Kombes Agus Sarjito dikutip Detik, Selasa (19/3/2019).

Penangkapan dilakukan setelah sejumlah korban melapor ke Polda Aceh. Tiga korban yang telah melapor di antaranya MU (29) tenaga kontrak di KKR, FS (29) honorer Paud, dan Dar (29) honorer Paud.

Tersangka IY mengaku dapat membantu pengangkatan korban menjadi PNS kepada ketiga. Dari ketiga korban, IY memperoleh uang Rp 86 juta.

Tersangka IY juga sempat membuat SK pengangkatan PNS namun belakangan diketahui palsu. Selain itu, IY juga membuat surat undangan yang ditujukan kepada korban dengan kop surat Wali Kota Banda Aceh.

Menurut Agus, penipuan ketiga korban dilakukan pada Jumat 20 Juli 2018 lalu di musala SPBU Jeulingke, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh. Di sana, tersangka menjanjikan korban jadi PNS.

“Tersangka menjanjikan korban yang masih honorer dan kontrak untuk diangkat jadi PNS pada tahun 2018 dengan biaya untuk 3 orang korban sebesar Rp 86 juta. Namun apa yang dijanjikan tidak sesuai dengan kenyataannya. Tersangka menggunakan uang tersebut untuk membayar uang korban yang lain yang pernah diurus untuk jadi PNS” jelas Agus.

Continue Reading

Daerah

Hari Jadi Tanah Karo Ke-73 Tidak Tepat Sasaran

Published

on

Perayaan hari jadi Tanah Karo yang ke-73

Geosiar.com, Kabanjahe – Perayaan hari  jadi Tanah Karo yang ke-73 yang diketahui menghabiskan anggaran sebesar Rp 386.000.000 yang disedot dari Anggaran Pendapatan, dan Belanja Daerah (APBD) 2019 sangat dipaksakan, asal jadi dan tak sesuai harapan.

Acara tahun ini dengan tahun lalu dianggap tidak jauh berbeda. Masih terlihat sangat monoton dan membosankan.

Salah satu orang muda milenial yang juga penggiat music, Elias Pranata Purba mengaku sangat kecewa dengan acara hari jadi Tanah Karo tahun ini, karena minimnya persiapan dan tidak terkonsep dengan baik.

Elias mengatakan, dihari jadi Tanah Karo kali ini pemerintah hanya mengedepankan kuliner saja. Padahal di tanah Karo mempunyai banyak seni-budaya, ada alat musik kulcapi, tarian, fashion, keterampilan yang menyangkut kekini karoan, ertutur aksara karo dan masih banyak lagi.

“Kita mempunyai bahasa ibu, masak mc tidak bisa berdialog dua arah dengan audens . Kita Semua tahu ini hari jadi Kabupaten Karo, kenapa yang digunakan GeLora Fajar Purba bahasa Toba, bahasa Inggris dan bahasa Indonesia, disini jelas sekali bahasa ibu bahasa khas Karo dihilangkan. Bahasa kita bahasa Karo karena ini hari jadi kabupaten Karo,” jelas Elias Pranata Purba .

Elias berharap agar di hari jadi Tanah Karo kedepannya dikemas lebih baik lagi. Manfaatkan orang muda di Tanah Karo yang berpotensi, ”Banyak sanggar seni dan tari di Tanah Karo, tidak seharusnya marcing band yang ditonjolkan karena bukan pada tempatnya, ada kok event hari kemerdekaan untuk moment  itu.”

“Saya tidak mencari kesalahan pemkab dalam acara tersebut , karena saat orang yang benar ditempat ditempat yang tidak benar maka hasilnya tetap tidak benar,” Elias menambahkan.

Elias kecewa karena acara ini hanya melibatkan Event Organizer (EO) yang hanya berkompeten dibagian teknis sound, panggung dan stan.  “Jika memang EO dirangkul, berikan keleluasaan dalam berperan  jangan hanya seolah formalitas.”

“Jika memang dibutuh kan EO berikan mereka kewenangan sepenuhnya, agar EO dapat bekerja maksimal  tanpa ada tekanan, yang dalam bahasa karonya ‘Pulahi Tempa iketna, iketna Tempa Tapi Pulahi na,” tegas Elias.

Ditempat yang sama, awak media menghampiri ketua DPD Pemuda Merga Silima Kabupaten Karo, Beres brahmana yang mengatakan acara hari jadi Tanah Karo memang membutuhkan EO agar lebih terarah. Ketua Umum Pemuda Merga Silima Mbelin brahmana juga mengaku siap mengaspirasi hari jadi Kabupaten Karo di tahun yang akan datang. /Mawar

Continue Reading

Daerah

Liput Akses Jalan yang Diportal PT. DRM di Siosar, Sopir Pengangkut Kayu Bentak Wartawan Karo

Published

on

Sopir truck yang sedang membentak wartawan (Kaos lengan panjang dan celana ponggol jeans) berinisial OM

Geosiar com, Sumut – PT DRM memportal jalan yang selama ini dilalui pihak PT SGM karena merasa terusik dengan adanya kehadiran beberapa orang wartawan yang ingin meliput proses pemortalan akses jalan oleh pihak PT. Dewantara Radja Mandiri (DRM), di hutan pinus kawasan Siosar, Kabupaten Karo, Kamis (7/03/2019) sekitar pukul 14:00 WIB.

Oknum sopir truk pengangkut kayu pinus yang diketahui pemilik perusahaan berinisial AM di Merek terkesan ‘mengancam’ wartawan yang sedang meliput. Bergaya bak preman, lelaki berbadan gempal itu turun dari truknya dan langsung menggertak wartawan yang sedang meliput.

“Siapa yang menutup jalan ini !!, siapa!!, biar tau aku,” ujarnya dengan suara keras.

Padahal dilokasi tersebut, ada pihak Humas PT. DRM, Maskot Pintu Batu dan Humas PT. SGM pemenang tender penebangan kayu Siosar, Anju Simarmata serta beberapa orang warga Desa Portibi Tembe.

Terkait bentakkan oleh oknum sopir yang diketahui berinisial OM, wartawan salah satu media di Sumut langsung mendokumentasi wajah sopir dan nomor plat truknya. Namun oknum sopir itu langsung menutup wajahnya dengan masker. Sembari menyuruh agar portal yang menutup akses jalan yang akan dilewatinya dibuka.

“Buka!!, jangan coba-coba menghalangi kami yang lagi cari makan,” tuturnya lagi dengan nada keras dan gaya dada membusung.

Melihat gaya sopir itu, wartawan mulai bertanya-tanya soal pemilik mobil truk yang mengangkut kayu pinus dari kawasan hutan Siosar. Karena dari pengakuan Humas PT. SGM, Anju Simarmata di lokasi kejadian, awalnya tidak mengaku jika mobil-mobil truk berwarna hijau yang mengangkut kayu pinus Siosar bukan dari PT.SGM.

“Mungkin karena takut permainan mafia kayu Siosar akan terungkap. Akhirnya Humas PT. SGM mengakui jika truck-truck itu milik salah seorang pengusaha berinisial AM. “Sebenarnya, mereka salah satu perusahan yang disubkan oleh PT.SGM,” ujar Anju.

Pengakuan tersebut membuat beberapa wartawan yang meliput kejadian itu balik mengancam dan akan mendesak Kapolres Karo dan Dandim 0205/TK untuk melakukan patroli di hutan pinus kawasan Siosar yang diduga mulai dicuri oleh mafia-mafia kayu yang tak bertanggungjawab.

Bahkan disebut-sebut, pembalakan liar selama ini sedang bergerilya di Siosar untuk menghabiskan kayu pinus yang tak masuk areal penebangan untuk lahan usaha tani pengungsi korban Sinabung program relokasi Mandiri Tahap III. Ant/Mawar

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com