Connect with us

Hukum

Kasat Narkoba Polres Karo Tuding Polsek Berastagi Terkait Dibebaskanya 2 TSK Narkotika

Published

on

Kedua TSK Narkotika yang telah dibebaskan sat res narkoba polres karo, saat diabadikan sedang menunjukan barang bukti usai ditangkap dan diamankan oleh personil reskrim polsek berastagi

Geosiar – Tanahkaro – Keseriusan Polri untuk melakukan pemberantasan Peredaran Narkotika dan Penyalahgunaan Narkoba di indonesia, dan terkhususnya di Tanah Karo sepertinya akan semakin Tercoreng oleh ulah Oknum penegak Hukum itu sendiri, serta akan menjadi Sorotan yang sangat Serius dari berbagai element Masyarakat.

Pasca dilepaskanya kadua Tersangka (TSK) Narkotika tersebut oleh pihak Sat Res Narkoba Polres Karo, yakni M. Rawikan Tarigan alias Black (27) warga Simpang Singa, Gang Melati VII, Kecamatan Kabanjahe, dan Suma Caca Sembiring (36) alias Suma warga Jalan Kejora Kelurahan Gundaling I, Kecamatan Berastagi ini langsung membuat gempar masyarakat dan warga netizen Media Sosial.

Kedua Tersangka Narkotika yang ditangkap dan diamankan Personil Polsek Kota Brastagi, Hari Kamis tanggal 27 Desember 2018 sekira pukul 20.30 Wib.
seolah ingin menunjukkan “Kehebatannya” dengan cara mengunggah dan menyebarkan foto-foto keduanya dimedia Sosial yang sedang asik berkaroke ria, keduanya terkesan mengejek personel Polsek Berastagi yang telah bersusah payah menangkap keduanya.

AKP Sopar Budiman, minggu 13 january 2019 saat dikonfirmasi oleh Tim Media menjelaskan melalui nomor selulernya mengatakan ” Barang bukti Sabu tidak ada, saat digelar secara Prosedural itu tidak bisa dibuktikan, kemudian kita suruh pihak Polsek Brastagi untuk menjelaskanya dan tidak bisa menjelaskan, karena urine nya positif kita serahkan ke Badan Narkotika (BNN) untuk direhab, ujar kasat Narkoba Polres Karo.

Selanjutnya Tim media mempertanyakan terkait sisa sabu yang ada dibong dan dijadikan barang bukti saat TSK dan Barang Bukti dilimpahkan oleh Personil Polsek Berastagi, Sopar berdalih dengan menjawab sembari bertanya “Ada bong rupanya, biar jelas nanti saya suruh KBO saya menjelaskan biar jelas jalan ceritanya ya, karena dia (KBO) yang lebih tau dan dia yang melakukan Penyidikan, yang lebih jelas mengetahui cerita konkritnya, kata Sopar.

Disinggung terkait laporan kepada Kapolda Sumut yang memaparkan Kronologis, foto tersangka yang sedang menunjuk Barang bukti, serta menjadi Rilis berita yang sudah beredar luas, Sopar tidak menanggapi dan mengalihkan jawaban dengan berkata ” dia yang gelar (KBO) maka dialah yang menjelaskan.

Tersangka sudah kita serahkan ke BNN K untuk dilakukan rehab, kita juga miliki batasan 6X24 jam, bila kita tidak bisa buktikan dan keterangan ahli mengatakan negatif narkotika, ya kita keluarkan, gak bisa ditahan, ujar Kasat Narkoba Polres Karo.

sebelum mengakhiri pembicaraan, Tim media memperjelas bahwa Kasat Narkoba tidak paham terkait mengapa kedua Tersangka ditangkap dan mengapa dilepaskan, Kasat Narkoba Polres Karo menjawab “biar KBO saya suruh menelpon dan yang menjelaskan terkait kejanggalan yang anda maksud, karena saya tidak tahu ada sisa Sabu Sabu dibong itu, saya tidak periksa Bong itu, biar saya suruh KBO saya yang menjelaskan, ujar Sopar mengakhiri.

tim media juga mengkonfirmasi kapolsek brastagi Kompol Aron Siahaan beserta Kapolres Karo AKBP Benny R Hutajulu terkait dibebaskanya kedua tersangka narkotika tersebut, namun sayang hingga berita ini dinaikan, kedua petinggi perwira polisi tersebut tidak menjawab konfirmasi tim media.

Selanjutnya Tim media akan mencoba melaporkan dan meminta atensi dari Kapolda sumatra utara Irjen Pol Agus Andriyanto SH, MH./Eps.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum

Direktur CV Anugrah Adukan FIF Group ke KPPU Medan

Published

on

Medan, Geosiar.com – Merasa dirugikan saat mengikuti proses tender yang diduga sarat rekayasa, Direktur CV Anugrah Indo Raya, Ibnu Hajaruddin mengadukan manajemen perusahaan FIF Group ke Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) RI Kantor Perwakilan Kota Medan, Rabu (13/3/2019). Ibnu berharap, KPPU Medan dapat mengungkap dugaan kecurangan proses tender Alat Tulis Kantor (ATK) senilai Rp 1,3 M dan memberi saksi tegas.

Direktur CV Anugrah Indo Raya, Ibnu Hajaruddin usai menyerahkan berkas pengaduan ke KPPU Medan, Rabu (13/3/2019) mengatakan, adapun dasar pengaduan karena pihak FIF diduga melakukan proses tender penuh kejanggalan.

Diuraikan Ibnu Hajaruddin, pada Nopember Tahun 2018 lalu, pihaknya mengikuti proses tender ATK di perusahaan FIF Group. Pada saat itu dianjurkan agar pendaftaran melalui online.

Ketentuan tersebut diikuti pihak CV Anugrah Indo Raya. Namun ditengah perjalanan proses tender melalui online bermasalah dan dianjurkan supaya penawaran diganti menjadi manual. Bahkan, pihak FIF meminta alamat email dan pasword peserta vendor.

“Mulai saat itu kita sudah curiga, apalagi pengumuman proses tender yang seharusnya 15 Desember 2018 ternyata terus molor,” sebut Ibnu.

Ternyata, kata Ibnu Hajaruddin, pengumuman proses tender keluar pada 6 Maret 2019. Namun, dalam pengumuman nama pemenang tidak mencantumkan nilai tender.

Disebutkan Ibnu, proses tender terkesan main main dan diduga terjadi persekongkolan. Pada kesempatan itu Ibnu berharap KPPU Medan dapat memfasilitasi adanya transparansi serta memberikan sanksi tegas kepada pelaku curang. Ibnu berharap ke depan jangan terjadi lagi hal hal seperti itu.

“Kita sangat dirugikan waktu dan pikiran. Harapan kita ke depan jangan ada lagi vendor lain yang dirugikan,” papar Ibnu. (lamru).

Continue Reading

Hukum

Dugaan Adanya Praktik Ilegal Logging Di Jalan Desa Pertibi Tembe Mulai Terkuak

Published

on

dua unit mobil berat berjenis Fuso (BK 9837 LS) dengan bak tertutup berwarna merah dengan tulisan Tona Agung tepat dikaca depan dan mobil berat berjenis yang lazim disebut truck kingkong berwarna kuning tanpa nomor polisi yang sedang mengangkut kayu yang diduga ilegal melintasi jalan pertibi tembe menuju merek secara beriringan.

Geosiar – Tanahkaro – Terkait ditemukan dua unit mobil berat sedang mengangkut Kayu dari lokasi kawasan siosar menuju desa pertibi tembe (11/3/2019) sekira pukul 21.38 Wib menandakan diduga dan terindikasi adanya pengangkutan Kayu Pinus untuk bertujuan lain, serta sangat kuat diduga tidak lagi memasuki Tempat Penumpukan Kayu (TPK) yang berlokasi di desa Nagara, kecamatan merek, kabupaten karo Sumatra Utara. (baca : www.Geosiar.com Diduga Jalur Pertibi Tembe Digunakan Khusus Keluarkan Pinus Dengan Tujuan Lain).

Amatan Tim – media langsung dilapangan melihat dan mendapati dua unit mobil berat berjenis Fuso (BK 9837 LS) dengan bak tertutup berwarna merah dengan tulisan Tona Agung tepat dikaca depan dan mobil berat berjenis yang lazim disebut truck kingkong berwarna kuning tanpa nomor polisi yang sedang melintasi jalan pertibi tembe menuju merek secara beriringan.

Melihat adanya pihak pihak lain dan diduga tidak memiliki kompetensi didalam program percepatan relokasi mandiri tahap III yang mencoba dan berupaya mengelabui dengan modus memakai jalur pertibi tembe, Tim – media yang datang kelokasi bersama pihak Kepolisian Sektor Tigapanah langsung menghampiri kedua mobil berat pengangkut Kayu Pinus dari lokasi program percepatan relokasi mandiri tahap III tersebut.

Supir dan kernet yang ditemui dilokasi sangat terkejut dengan kehadiran enam orang Tim – media yang datang menghampirinya bersama dua orang anggota Kepolisian, Tim langsung mempertanyakan asal muasal dan tujuan diangkutnya kayu pinus tersebut, Supir dan kernet kedua mobil berat tersebut mengatakan kayu pinus diangkut dari areal kawasan siosar, dan dengan tujuan ke jalan lingkar kabanjahe.

Selanjutnya Tim mempertanyakan dokumen dokumen apa saja yang dimiliki terkait pengangkutan Kayu Pinus tersebut dan mempertanyakan siapa nama pemilk mobil dan pemilik Kayu, supir Fuso berwarna merah hanya menyebutkan bermarga Tambunan sembari supir tersebut menghubungi seseorang melalui telepon genggam miliknya, selanjutnya Tim – media akan mengkonfirmasi pihak pihak terkait dengan ditemukan dua mobil berat tersebut./edi surbakti.

Continue Reading

Hukum

Pengusaha BPK Vichada Tewas Bersimbah Darah, Diduga Dibunuh

Published

on

saat petugas Polsek kota berastagi melihat jenazah korban dirumah sakit yang diduga sebagai korban pembunuhan

Geosiar – Tanahkaro – Muliati Sinuhaji (60) pengusaha rumah Makan babi panggang karo (BPK) Vichada di jln Jamin Ginting, desa Raya Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo ditemukan tewas bersimbah darah dibantai OTK didalam kamarnya, kamis (07/03/2019) sekira pukul 07.00 Wib.

Menurut penuturan dari Nia, seorang Karyawan BPK tersebut menyatakan “saya seperti biasanya berangkat bekerja pada Pukul 6.00 Wib, dan sesampainya dilokasi tempatnya saya bekerja, Nia merasa heran karena bapak belum terlihat beraktivitas seperti biasanya.

Lanjut Nia, biasanya setiba saya di tempat kerja (Korban) bapak sudah memasang api dan semua kede sudah terbuka, tapi kali ini tidak dan selanjutnya saya mengedor pintu, namun tidak ada jawaban, akhirnya Nia memutuskan untuk menelpon anak Korban yang juga sebagai Pengusaha rumah makan BPK Vichada, bernama David Sinuhaji sekira pukul 7.00 Wib. ujar Nia didepan ruang satreskrim Polres Tanah Karo, Jumat (07/03/2019) sekira pukul 15.13 Wib.

Mendapat kabar seperti yang diceritakan karyawan bapaknya, Davit Sinuhaji segera berangkat ke lokasi rumah makan, dan setiba di lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP) Davit langsung mendobrak pintu menuju tempat biasa bapaknya beristirahat, dan betapa terkejutnya Davit melihat bapak nya terbujur dengan tertutup selimut, selanjutnya Davit membuka selimut tersebut hingga terlihatlah darah segar membasahi bantal bapaknya.

Merasa bapaknya menjadi korban Pembunuhan David langsung menelpon kepolisian sektor Berastagi, setibanya anggota Polsek Kota Berastagi dilokasi kejadian dan langsung melaporkan kepada Polres Karo dan Tim Indonesia Automatic Fingerprint Identivication Sistem (INAFIS) langsung meluncur untuk melakukan olah TKP.

Usai Polisi melakukan olah TKP jenazah korban langsung dibawa kerumah sakit Efarina Etaham Berastagi, dan pihak kepolisian langsung memasang Police Line di TKP.

Iptu J Munte, Kanit Reskrim Polsek Kota Berastagi mengatakan, Terdapat luka tusukan bekas benda tajam didekat pelipis sebelah kanan, serta mengalami luka yang diperkirakan selebar 3 cm dan dalamnya 1 cm, tapi untuk lebih jelasnya kita tunggu hasil Visum Et Refertum (VER).

Rekan-rekan sabar dulu ya, kami masih mendalami kasusnya, nanti kalau sudah terekspose, takutnya pelaku lari makin jauh, ujar Kanit reskrim.

Tim INAFIS Polres Tanah Karo mengamankan bantal yang belumuran darah sebagai bahan petunjuk untuk penyelidikan lanjutan.

Salah seorang kerabat dekat korban yang tidak ingin menyebutkan namanya menyebutkan bahwa ada barang berharga milik korban berupa cincin emas dan berlian sudah tidak ada ditangan korban, kerugian diperkirakan lebih kurang Rp.20 juta./Mawar

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com