Connect with us

Sumut

31 Oknum Polisi Dipecat Polda Sumut

Published

on

Ilustrasi pemecatan anggota polisi.

Geosiar.com, Medan – Pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) dilakukan oleh Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) terhadap 31 dari 56 oknum polisi. Pemecatan ini akan berlanjut jika 25 oknum polisi ini tidak bisa dipertahankan lagi.

“Mereka yang dipecat merupakan personil yang meninggalkan tugasnya (desersi) dan ada juga terkait narkoba,” ujar Kepala Sub Bidang Penerangan Masyarakat Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan di Markas Polda Sumut, Kamis (10/1/2019).

Nainggolan menympaikan, dua di antara 31 oknum polisi yang dipecat itu merupakan perwira. Di Polda Sumut merinci, ada 17 personil yang direkomendasikan untuk PTDH. Namun, untuk sementara diputuskan dengan memecat delapan orang.

“Untuk satuan wilayah jajaran Polda Sumut, ada 39 personil yang direkomendasikan supaya dipecat. Saat ini, yang diputuskan untuk dipecat ada sebanyak 23 personil. Proses evaluasi pun masih berjalan terhadap oknum polisi yang diusulkan dipecat,” katanya.

Dia menilai tindakan tegas pemecatan yang dilakukan pimpinan Polri setelah melalui mekanisme sesuai peraturan yang ada. Pimpinan menelaah bentuk pelanggaran yang dilakukan anggota, kemudian berlanjut dalan proses menyidangkan perkara.

“Tindakan tegas pimpinan ini merupakan peringatan kepada seluruh bawahannya supaya menjalankan tugas dengan baik dan benar. Pimpinan tidak akan menoleransi anggota jika terlibat kasus penyalahgunaan narkoba. Tidak ada ampun langsung dipecat,” sebutnya.

Sumut

BNN dan Polres Tebing Tinggi Amankan 191 Kg Ganja Kering Asal Aceh

Published

on

Press release kepemilikan ganja oleh Kombes Sugiri dari BNN Pusat, didampingi Kapolres AKBP Sunadi, Wakapolres Kompol R Manurung, Kasat Narkoba AKP Cahyadi, Jumat (16/8/2019). (Foto: WH/Geosiar.com)

Geosiar.com, Tebing Tinggi – Badan Narkotika Nasional (BNN)bekerja sama dengan Polres Tebing Tinggi, berhasil mengamankan 191 kg ganja kering pada sejumlah lokasi di Kota Tebing Tinggi, Jumat (16/8/2019).

Berdasarkan keterangan dalam press release, daun ganja tersebut berasal dari Aceh yang sudah empat hari dipantau dan diikuti.

Adapun kronologi pengungkapan kasus narkotika ini berawal dari penangkapan terhadap tersangka atas nama Sopian Sahputra (27) warga Letda Sujono Lk II, Kelurahan Bulian, Kecamatan Bajenis dan tersangka Kalid (39) warga Dusun IX Pondok Ringin, Desa Paya Bagas, Serdang Bedagai. 

BNN dan Polres Tebing Tinggi saat press release.

Kombes Sugiri dari BNN Pusat mengatakan, kedua tersangka ditangkap pada Rabu (14/8/2019) pukul 14.30 WIB di Jalan Kutilang, Kecamatan Bajenis. Dari tangkap tangan kedua tersangka, polisi menyita sekitar 200 gr narkotika jenis ganja. 

“Kemudian dilakukan pengembangan pada tanggal (15/8/2019) pukul 15.30 WIB, dimana BNN pusat menangkap tersangka ketiga,” ujarnya Kombes Sugiri.

Tersangka ketiga bernama Risnal Nasution (41) warga Kf Tandean Lk 1, Kecamatan Bajenis. Kemudian, dilakukan penangkapan terhadap tersangka keempat atas nama Rudi Hartono (41) warga Kf Tandean Lk 5. Dari keduanya, polisi mengamankan 11 Kg ganja.

“Pada Jumat (16/8/2019) pukul 09.00 WIB, BNN Pusat dan BNNK Tebing Tinggi, serta  Satresnarkoba Polres Tebing Tinggi, kembali melakukan pengembangan terhadap kasus narkotika ini. Petugas melakukan penggerebekan terhadap sebuah rumah di Jalan Sukarno Hatta Gg. Keluarga  yang tidak diketahui pemiliknya. Dari situ, kita temukan 180 kg ganja yang diketahui milik tersangka Risnal Nasution,” jelasnya.

Atas kepemilikan ganja itu, keempat tersangka dijerat pasal 114 ayat 2, Subs 111 ayat (2) Jo pasal 132 ayat 1 UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun s/d seumur hidup dan/atau hukuman mati.

Empat tersangka pemilik ganja.

Press release itu dipimpin oleh Kombes Sugiri dari BNN Pusat didampingi Kapolres Tebing Tinggi AKBP Sunadi, Wakapolres Kompol R Manurung, dan Kasat Narkoba AKP Cahyadi. (WH)

Continue Reading

Sumut

Sosialisasi Bahaya Narkoba, Polsek Bandar Khalifah Sambangi Madrasah Aliyah Swasta Hidayah

Published

on

Kapolsek Bandar Khalifah, AKP Leo Sembiring memberikan materi dalam sosialisasi penyalahgunaan narkoba di Madrasah Aliyah Swasta Hidayah, Kamis (15/8/2019). (Foto: WH/Geosiar.com)

Geosiar.com, Tebing Tinggi – Polsek Bandar Khalifah, Tebing Tinggi menyambangi Madrasah Aliyah Swasta Hidayah di Dusun Pasar Balok, Desa Bandar Tengah, Kecamatan Bandar Khalifah, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), dalam rangka penyuluhan bahaya penyalahgunaan narkoba, Kamis (15/8/2019).

Penyuluhan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Bandar Khalifah, AKP Leo Sembiring SH didampingi Waka Polsek, IPTU P Sitompul, Ka Sium, IPDA A Nababan, Bhabinkamtibmas BRIPKA B Samosir,Kepala Sekolah Madrasah Aliyah Swasta Hidayah, Ibnu Hasyim, serta para guru.

“Penyalahgunaan narkoba di negeri ini sudah semakin meningkat. Tidak padang bulu lagi hanya orang yang mempunyai uang saja, melainkan para pelajar dan anak di bawah umur juga sudah banyak menjadi korban ataupun disalahgunakan oleh para pelajar,” kata Kapolsek Leo saat menyampaikan materi.

Dalam kegiatan itu, pihak Polsek menjelaskan jenis-jenis narkoba beserta efek negatif yang ditimbulkan di dalam tubuh apabila dikonsumsi.   

“Dalam kegiatan ini, kita akan memberitahukan dan memperkenalkan kepada para siswa/i dalam bentuk dan jenis-jenisnya serta juga efek samping pengguanaannya,” ujar dia.

Leo berharap, penyuluhan ini dapat memberikan manfaat dan pengetahuan akan bahaya narkoba bila digunakan masyarakat, terutama para pelajar.

“Mudah-mudahan dengan penyuluhan ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya kalangan pelajar agar paham dan lebih berhati-hati terhadap peredaran narkoba, serta bahaya yang akan ditimbulkan dari gaya hidup yang tidak sehat dan juga dapat untuk memperluas informasi kepada para pelajar tentang bahaya narkoba yang bisa mengakibatkan hancurnya masa depan generasi muda penerus perjuangan bangsa,” pungkas dia.

Berdasarkan pantauan Geosiar.com, kegiatan ini disambut antusias para pelajar. Kegiatan sosiaslisasi penyuluhan penyalahgunaan narkoba ini berjalan lancar, aman, dan kondusif. (WH)

Continue Reading

Sumut

Paripurna DPRD Sergai Gagal, Ustor: Ada Skenario

Published

on

Anggota DPRD Sergai Usman Effendi Sitorus alias Ustor (tengah) didampingi Delpin Barus (kiri) serta Junaidi (kanan), Kamis (15/8/2019). (Foto: WH/Geosiar.com)

Geosiar.com, Sergai – Rapat Paripurna DPRD Serdang Bedagai (Sergai) yang seharusnya dijadwalkan pada Kamis (15/8/2019) pukul 16.00 WIB, akhirnya gagal digelar lantaran tidak kuorumnya peserta rapat. Anggota dewan yang hadir hanya 15 orang.

“Cuma 15 orang yang hadir, tentunya jumlah itu tidak memenuhi kuorum untuk dilanjutkan pembahasan  dalam rapat paripurna tersebut,” kata salah satu anggota dewan, H Usman Effendi Sitorus atau akrab disapa Ustor.

Ustor menduga, ketidakhadiran anggota dewan ini dikarenakan ada skenario yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu. Menurutnya, tindakan seperti itu sangat tidak beretika.

“Ketika anggota DPRD Sergai menggagalkan rapat paripurna yang sudah disepakati, padahal sebelum paripurna diadakan, sudah dilakukan pertemuan antar rekan anggota dewan yang tergabung dalam Banggar (Badan Anggaran). Anehnya anggota Banggar itu tidak hadir. Ini cara-cara yang berdemokratis dan ini merupakan cara-cara orang yang bodoh. Saya jelas kecewa sebagai anggota dewan yang tidak terpilih lagi,” ujarnya.

Adapun agenda dalam rapat paripurna yang seharusnya dilaksanakan itu berkaitan dengan pembahasan agenda laporan hasil pembahasan Badan Anggaran DPRD serta pengesahan nota kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS), serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sergai Tahun 2020.

Ustor mengatakan, rapat paripurna itu digelar untuk tujuan yang baik, yakni mempermudah pekerjaan anggota dewan yang baru saja terpilih. Salah satunya dengan membahas KUA-PPAS sebab jika ini tidak ada, maka APBD 2020 tak bisa dirancang.

“Kita sekarang ini sedang mendorong supaya ini cepat selesai sehingga rekan anggota DPRD Sergai yang baru tinggal melanjutkan. Jika KUA –PPAS tidak selesai, tentunya tidak bisa PAPBD 2019 dan APBD 2020. Kalau ini diberikan kepada DPRD Sergai yang baru, sama saja dengan menghambat APBD 2020, sebab anggota DPRD Sergai terpilih 2019 -2024 dilantik itu pada tanggal 26 Oktober 2019. Belum lagi alat kelengkapan dan sebagainya. Nah, pengesahan terakhir pada 1 November 2019 dan jika ini terjadi maka sama halnya DPRD Sergai menghambat APBD 2020, makanya saya tidak mengerti logika apa yang dipergunakan,” ucapnya kesal.

Oleh karena itu, Ustor menduga adanya oknum tertentu yang memang sengaja membuat skenario untuk menggagalkan rapat paripurna tersebut. Sebab, belum ada lagi pembicaraan terkait sampai kapan rapat ditunda.

“Kalau logikanya untuk percepatan, tidak seperti ini lho. Makanya ada dugaan memang diciptakan dengan skenario dan ada unsur kesengajaan agar ini memang gagal. Rapat ini akan dilanjutkan dengan waktu yang tidak ditentukan,” lanjutnya.

Selain Ustor, rapat paripurna tersebut juga dihadiri Plh Bupati Sergai, H Darma Wijaya, Ketua DPRD Sergai Syahlan Siregar, dan Kepala OPD. (art)

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com