Connect with us

Nasional

Obor Rakyat Mau Terbit Lagi, Romy: Kok Enggak Kapok?

Published

on

Ilustrasi

Geosiar.com, Jakarta – Rencana Setyardi Boediono menerbitkan kembali Obor Rakyat, ditanggapi oleh Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuzy.

Setelah sempat dilarang beredar karena menyebarkan fitnah terhadap Presiden Joko Widodo, tabloid Obor Rakyat direncanakan untuk kembali terbit. Pernyataan ini disampaikan oleh Pemimpin Redaksi Obor Rakyat Setiyardi Budiono seusai menghirup udara bebas pascamenjalani vonis hukuman penjara delapan bulan.

Saat ini, menurut Setiyardi, timnya sedag menyiapkan format tampilan Obor Rakyat agar lebih mudah diterima pembaca di tanah air. Ia pun mengaku rencana penerbitan kembali Obor Rakyat mendapat dukungan dari sejumlah tokoh nasional.

Kata Rommy, sapaan akrab Romahurmuzy, dirinya secara jujur menyesalkan terbitnya Obor Rakyat yang dampaknya sampai sekarang masih ada sebagai sebuah fitnah.

“Tentu hal ini tidak boleh diteruskan lagi. Kalau kemudian Obor Rakyat direncanakan terlebih lagi dengan konten yang sama, potret atau imaji tentang Obor Rakyat yang dalam tiga kali penerbitan selama Pilpres lalu sangat terasa negatifnya,” kata Rommy, Kamis (10/1/2019).

Oleh karena itu, dia minta kepada seluruh yang berinisiatif untuk menerbitkan Obor Rakyat agar mengakhiri apa yang dulu pernah dilakukannya lagi.

“Apa enggak kapok-kapok setelah memproduksi Obor Rakyat dan kemudian mendapatkan pidana atas tersebarnya hoaks dan ujaran kebencian itu? Kok sekarang masih mau diulangi lagi,” katanya.

Kalau memang Obor Rakyat mau diarahkan menjadi produk jurnalistik, maka harusnya mendapatkan izin penerbitan terlebih dulu. Dan sebelum mendapatkannya, harus benar-benar diuji. Jangan sampai produksi kampanye hitam seperti 2014 dilakukan lagi.

“Mari kita biasakan rakyat kita untuk membaca fakta bukan lagi fiksi. Karena yang disampaikan oleh relawan-relawan bahkan pimpinan paslon nomor 2 itu banyak di antaranya yang berbau fiktif ketimbang fakta,” kata Rommy.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nasional

Akibat Materai Palsu Kerugian Negara Capai Rp30 Miliar

Published

on

Sejak 2013, Kerugian Negara Akibat Materai Palsu Capai Rp 30 Miliar (Merdeka.com)

Geosiar.com, Jakarta – Jaringan penerbit materai palsu berhasil dibekuk direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya berhasil membekuk. Seperti diketahui materai palsu tersebut diedarkan secara online.

Polisi mengamankan sebanyak sembilan orang pelaku berserta sejumlah barang buktinya.

Wakil Kapolda Metro Jaya, Brigjen Pol Wahyu Hadiningrat menjelaskan, dari hasil pengungkapkan kasus ini potensi kerugian negara ditaksir mencapai sekitar puluhan miliar. Hal tersebut terhitung sejak 2013 lalu.

Sementara barang bukti yang telah diamankan antara lain, mesin pembolong materai, plat alumunium, mesin cacah manual, tinta, lem, alat sablon, blengket, matrai palsu, amplop, hingga bahan baku materai palsu, mencapai Rp 10 miliar.

Wahyu menambahkan dalam pengembangan kasus ini juga pihaknya tidak berperan sendiri. Melainkan telah bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Pajak, Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) dan PT Pos Indonesia.

Wahyu menjelaskan, butuh waktu sekitar 4 bulan dalam proses penyelidikan ini hingga berhasil mengamankan 9 orang dengan perannya masing-masing.
dan satu orang DPO (daftar pencarian orang).

Continue Reading

Hukum

Manotar Ambarita Tetap Klaim Dirinya Sebagai Dirut PT. SGM

Published

on

balok kayu pinus berceceran disepanjang jalan pertibi tembe menuju titik penebangan dikawasan siosar yang dilaksanakan PT. SGM

Geosiar – Kabanjahe – Terkait adanya tudingan dan pelaporan yang telah dilakukan oleh Sarolim Sinaga terhadap Manotar Ambarita kepada Polisi Daerah sumatra utara (Poldasu) beberapa bulan yang lalu tentang peristiwa pidana berupa dugaan Pencurian dan Penggelapan pada hari jumat, tanggal 02 nopember 2018 di Desa Siosar, Kecamatan Merek Kabupaten Karo, dengan Laporan Polisi nomor : LP/1691/Xll/2018/SPKT”l” tertanggal 06 Desember 2018.

Selanjutnya awak media menindaklanjuti informasi yang didapat dengan melakukan konfirmasi kepada Manotar Ambarita yang juga bestatus sebagai terlapor, dan juga terkait pernyataan Sarolim Sinaga yang mana berstatus sebagai pelapor yang menyatakan bahwa dirinya tidak mendapat pembagian dari hasil penjualan kayu didalam proyek relokasi mandiri tahap ke III yang berlokasi di kawasan Siosar Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, serta Sarolim mengklaim dirinya sebagai Direktur Utama (Dirut) PT. Siparanak Gabe Mandiri (SGM) dan Manotar Ambarita sebagai Komisaris Utama.

Manotar ambarita saat dikonfirmasi melalui nomor selulernya membantah dan menegaskan (20/3/2019) sekira pukul 09.00. Wib dengan mengatakan bahwa dirinyalah saat ini tetap menjabat sebagai Direktur Utama PT. SGM.

Lanjut Manotar, dari awal hingga akhir pengerjaan relokasi siosar, sarolim tidak berhak atas apapun dan posisinya sudah tidak ada di PT SGM!, sesuai Akte 34 dan akte 15 tidak berlaku, dan masalah beliau telah mengadu kepoldasu itu ranah institusi dan lmbaga hukum, kita tunggu aja prosesnya bang, ujar Manotar Ambarita kepada awak media.

Mengingat pemberitaan sebelumnya, baca www.Geosiar.com : Dirut PT. SGM Laporkan Manotar Ambarita Kepada Poldasu Terkait Penipuan Dan Penggelapan Hasil Penjualan Kayu).

Pernyataan Sarolim Sebelumnya, Manotar Ambarita selaku Komisaris Utama tidak pernah membagi keuntungan dari penjualan kayu kepada saya, yang mana saya sebagai Direktur Utama PT. Siparanak Gabe Mandiri sesuai hasil pernyataan keputusan rapat yang telah kami sepakati dan tertuang didalam surat Akta Notaris dari Kantor Notaris Robert Tampubolon ,SH nomor 15, tanggal 10 September 2018 tentang perubahan Direksi dan Komisaris PT. Siparanak Gabe Maduma (SGM), berkedudukan dikabupaten Simalungun, telah diterima dan dicatat didalam sistem administrasi berbadan Hukum, jelas Sarolim Sinaga./edy surbakti.

Continue Reading

Nasional

Terkait Kasus Suap, KPK Periksa 14 Anggota DPRD Jambi

Published

on

Kasus Suap 'Ketok Palu', KPK Periksa 14 Anggota DPRD Jambi (suara.com)

Geosiar.com, Jambi – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil 14 anggota DPRD Jambi terduga kasus suap ketuk palu APBD Jambi 2017-2018 yang melibatkan mantan Gubernur Jambi, Zumi Zola.

Juru Bic‎ara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan mengatakan bahwa hari ini, Rabu (20/3/2019) diagendakan untuk pemeriksaan terhadap 14 orang saksi untuk 13 tersangka yang sudah ditetapkan.

14 anggota DPRD Jambi itu antara lain Fahrozi, Muntalia, Sainudin, Eka Marlina, Hasyim Ayub, Salim Ismail, Agus Rahma, dan Wiwit Iswara. Kemudian Syofian, Arahmad Eka P, Suprianto, Masnah Busro, Jamaludin, serta Edmon. Pemerikasaan akan dilakukan di Mapolda Jambi.

KPK telah menetapkan 13 tersangka dalam kasus dugaan suap pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun anggaran 2017-2018. Penetapan tersangka tersebut berdasarkan pengembangan fakta persidangan.

Diketahui 13 tersangka tersebut berasal dari berbagai unsur mulai dari, tiga Pimpinan Ketua DPRD Jambi, lima Pimpinan Fraksi, satu Ketua Komisi, tiga anggota DPRD Jambi, dan satu pihak swasta.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com