Hina Raja di Facebook, Pria di Kamboja Dibui 3 Tahun

by

Geosiar.com, Phonm Penh– Menghina Raja di Facebook, pengadilan Kamboja menjatuhkan hukuman terhadap seorang pria selama tiga tahun berdasarkan undang-undang “lese mejeste” yang diberlakukan tahun lalu.

Kelompok-kelompok hak asasi manusia takut UU itu dapat digunakan untuk membungkam mereka yang berbeda pendapat.

“Pengadilan mengumumkan amar putusan terhadap Ieng Cholsa dengan hukuman penjara 3 tahun dan memerintahkannya membayar lima juta riels (1.250 dolar AS),” ujar Y Rin, juru bicara Pengadilan Kotapraja Phnom Penh seperti dilansir dari Antara, Rabu (9/1/2019).

Y Rin menilai, pengadilan menemukan tulisan-tulisan tersebut yang diunggah pada Juni tahun lalu telah menghina Raja Norodom Sihamoni.

Pihak Facebook tidak segera menanggapi permintaan untuk berkomentar. Terdakwa itu tidak dapat dihubungi untuk dimintai berkomentar dan pengadilan tidak mengatakan apakah ia didampingi seorang pengacara.

Parlemen Kamboja mengesahkan UU tersebut pada Februari tahun lalu. Kelompok-kelompok hak asasi manusia menyampaikankeprihatinan pada waktu itu bahwa UU tersebut, yang serupa dengan legislasi di Thailand, tetangga Kamboja, dapat digunakan untuk membungkan para pengeritik pemerintah.

Diketahui pada Oktober lalu, satu pengadilan di Provinsi Siem Reap, di bagian utara Kamboja, menghukum seorang anggota Paratai Penyelamat Nasional Kamboja (CNRP) yang sudah dibubarkan berdasarkan UU itu.

Mahkamah Agung membubarkan CNRP tahun 2017 atas permintaan pemerintah usai ditemukan bersalah melakukan persekongkolan untuk merebut kekuasaan dengan bantuan Amerika Serikat, tuduhan yang dibantah partai itu dan AS.

Partai Rakyat Kamboja (CPP) pimpinan Perdana Menteri Hun Sen menang dalam pemilihan umum Juli tahun lalu yang para pengeritik katakan pemungutan suara itu cacat karena tak ada oposisi yang kredibel.