Connect with us

Sumut

Hubungan Tak Direstui, Sejoli ditemukan Tewas di Hotel Central Asahan

Published

on

Pihak kepolisian saat melakukan olah TKP di tempat pria dan wanita tewas terbunuh di dalam salah satu kamar hotel di Kisaran, Senin (7/1/2019). (tribun)

Geosiar.com, Kisaran – Tim keposisan masih menyelidiki asal senjata yang digunakan Hasyim Prasetya (33) untuk membunuh mantan tunangannya, Depi Istiana (22) dan bunuh diri. Diketahui senjata rakitan itu berlaras pendek namun menggunakan peluru senapan serbu.

“Jadi senjata yang digunakan oleh Hasyim untuk menembak Depi dan dirinya sendiri yakni senjata api laras pendek rakitan, menggunakan peluru 5,56 milimeter,” ujar Kapolres Asahan AKBP Faisal Napitupulu, Selasa (8/1/2019).

Hasyim adalah warga Bunut Barat, Kecamatan Kisaran Barat, Asahan, dan Depi yang merupakan warga Pondok Karang Air, Lingkungan III, Kelurahan Karang Anyer, Kecamatan Kisaran Timur, Kota Kisaran, Asahan, ditemukan tewas mengenaskan di di kamar hotel nomor C12, Hotel Central, Jalan Sei Gambus, Kota Kisaran, Senin (7/1/2019) lalu.

Ketika ditemukan, jasad Hasyim tidak mengenakan busana telungkup di lantai. Kepalanya pecah. Sementara jasad Devi nyaris bugil, hanya mengenakan bra dan celana dalam yang melorot. Sebelah kakinya menekuk di lantai sedangkan bagian kepalanya telungkup di tempat tidur.
Faisal mengatakan, Depi ditembak dari jarak dekat di belakang kepala hingga menembus ke pelipis mata sebelah kiri. “Kemudian Hasyim menembak kepalanya sendiri di bagian tulang alis depan hingga tewas,” kata Faisal.

Mantan Kapolres Nias Selatan ini kembali menuturkan, kasus pembunuhan itu bermotif asmara. Motif ini terungkap berdasarkan hasil pembicaraan pesan singkat WhatsApp antara Hasyim dan Depi.

Dalam percakapan itu, Hasyim diduga kecewa batal bertunangan dengan Depi. Sebelumnya pasangan ini sudah sempat bertunangan, namun dibatalkan pihak perempuan.

“Hasyim yang diduga sakit hati kemudian mengajak Depi untuk menginap di hotel pada Minggu (6/1/2019) siang. Ada kemungkinan Hasyim sudah merencanakan untuk menghabisi nyawa Depi dan kemudian bunuh diri. Perencanaan itu dikuatkan dengan adanya temuan sebilah senjata tajam jenis celurit di dalam tas miliknya. Celurit tersebut diduga dipersiapkan Hasyim jika dirinya gagal membunuh dengan senjata api,” kata Faisal.

Polisi menyita barang bukti antara lain 1 pucuk senjata api rakitan laras pendek, 2 butir proyektil, 2 unit handphone, tas sandang warna krim kehijauan, 1 bilah celurit, 2 unit sepeda motor, serta pakaian dan barang-barang lain milik Hasyim dan Depi.

Penyelidikan kasus pembunuhan ini, kata Faisal, sudah selesai karena pelakunya meninggal dunia. “Tidak ada pihak lain yang terlibat dalam kasus pembunuhan ini. Kasus pembunuhan ini sudah selesai. Namun kami akan terus berkoordinasi dengan tim Labfor Polda Sumut untuk menyelidiki terkait kepemilikan senjata api,” tutup Faisal.

Sebelumnya, jasad Hasyim dan Depi ini ditemukan tewas dalam kamar C12 Hotel Central, Jalan Sei Gambus Kelurahan Sendang Sari Kecamatan Kisaran Timur, Asahan Senin (7/1/2019). Mayat keduanya ditemukan karyawan hotel yang hendak menanyakan apakah keduanya masih melanjutkan sewa kamar atau tidak, namun tidak ada jawaban. Pihak hotel kemudian membuka pintu dengan kunci cadangan dan melihat keduanya tewas mengenaskan.