Ini Ucapan Tegas Paus Fransiskus Membela Imigran Masuk Eropa

by

Geosiar.com, Vatikan – Pemimpin tertinggi Katolik Paus Fransiskus menunjukkan kepeduliannya kepada para imigran yang melarikan diri dari negaranya karena perang dan kemiskinan parah. Paus telah berulang kali mengingatkan pemimpin Eropa dan masyarakat dunia untuk mendoakan serta menyambut dan membantu seluruh imigran.

Berikut tiga pernyataan Paus Fransiskus yang membela imigran korban perang dan kemiskinan dan berjuang masuk ke negara-negara Eropa dan Amerika Serikat.

1.Paus Fransiskus mendedikasikan misa memperingati hari pengungsi sedunia untuk mendoakan imigran. Misa yang dihadiri ribuan imigran diadakan di lapangan Basilika Santo Petrus di Vatican pada 17 Januari 2016.

Paus Fransiskus menilai, para imigram membawa sejarah, budaya, dan nilai-nilai dalam diri mereka dan mengajak imigran untuk tidak berhenti berharap.

2.Paus Fransiskus mengingatkan dunia untuk tidak mengabaikan para imigran yang hidupnya terombang ambing dalam ketidakpastian usai meninggalkan tempat lahirnya. Paus Fransiskus juga mengkritik ketimpangan antara meningkatnya orang-orang kaya dan perlakuan tidak adil terhadap imigran yang dianggapnya bagian dari masyarakat miskin.

“Ketidakadilan merupakan akar jahat dari kemiskinan,” kata Paus Fransiskus saat memberi misa memperingati Hari Kaum Miskin, 18 November 2018.

“Tangis kaum miskin setiap hari menjadi semakin kuat namun semakin sedikit yang mendengar, tenggelam oleh hiruk pikuk segelintir orang yang bertumbuh lebih sedikit namun semakin kaya,” ujar Paus.

3.Paus Fransiskus telah meminta setiap pemeluk Katolik atau komunitas Katolik di Eropa menerima keluarga pengungsi yang melarikan diri dari perang di Timur Tengah.

“Di depan tragedi puluhan ribu pengungsi melarikan diri, mati oleh perang atau kelaparan, di jalan menuju harapan hidup, Injil memanggil kita, meminta kita menjadi ‘tetangga’ bagi mereka yang terkecil dan paling ditinggalkan,” kata Paus di lapangan Basilika Santo Petrus, Vatican, 6 September 2015.

Kemudian Paus menentukan setiap paroki, setiap komunitas Katolik, setiap biara, dan setiap tempat kudus Eropa untuk menampung minimal satu keluarga imigran, termasuk keuskupannya sendiri di Roma.