Connect with us

Nasional

Polisi Bebaskan 2 Tersangka Penyebar Hoaks Surat Suara Dicoblos

Published

on

Ilustrasi Surat Suara

Geosiar.com, Jakarta – Polisi telah menetapkan status dua orang penyebar hoaks soal tujuh kontainer surat suara yang telah dicoblos sebagai tersangka. Namun kepolisian tidak menahan dan telah memulangkan kedua pelaku.

“Sudah tersangka HY dan LS. Sudah dipulangkan juga, tidak ditahan,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Syahar Diantono, Sabtu (5/1/2019)

Syahar beri alasan tidak dilakukannya penahanan terhadap kedua tersangka, salah satunya karena ancaman hukumannya di bawah lima tahun. Selain itu juga ada faktor subjektivitas penyidik mengenai kebijakan tersebut.

Penyidik menjerat dua orang tersangka pelaku penyebar hoaks surat suara dengan Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dengan ancaman hukuman dua tahun penjara.

Kedua tersangka berperan sebagai penyebar kabar hoaks tersebut baik dalam bentuk rekaman suara maupun narasi melaui media sosial dan grup WhatsApp. Keduanya memviralkan informasu tersebut tanpa di cek kebenarannya.

Sebelumnya adanya tujuh kontainer surat suara dicoblos di Tanjung Priok, Jakarta Utara menghebohkan masyarakat setelah viral di media sosial dan pesan berantai pada Rabu 2 Januari 2018 malam. Polisi bersama KPU, Bawaslu dan stakeholder terkait langsung terjun ke lokasi untuk memastikan kabar tersebut.

Terbukti nformasi tersebut dipastikan hoaks. Tidak ditemukan kontainer berisi surat suara yang sudah tercoblos di Tanjung Priok sebagaimana info yang beredar di media sosial.

Sejumlah pihak mendesak Polri dan KPU mengusut tuntas pelaku penyebaran hoaks surat suara tersebut.