Connect with us

Politik

Demokrat Harapkan Pemerintah Jangan Baper Hadapi Kritikan

Published

on

Geosiar.com, Jakarta – Wakil Sekjen Partai Demokrat Didi Irawadi mengatakan dalam menjaga semangat pemilu, perlu adanya kebersamaan. Baginya hal tersebut dapat menjaga mutu dan kredibilitas pemilu. Hal itu disampaikan Didi dalam diskusi Perspektif Indonesia bertema “Menuju Pemilu Bermutu”..

“Pemilu kita ini kan tinggal 3 bulan lagi. Artinya kalau tidak ada kebersamaan untuk menjaga pemilu agar tetap baik ini agak susah. Tahun politik ini panas, jauh sebelum ini sudah saling kritik (antar kubu),” ujar Didi dalam diskusi tersebut, di The Atjeh Connection, Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (5/1).

Didi menambahkan, dalam menjaga kualitas dan mutu pemilu di Indonesia, peran pemerintah sangat penting. Oleh sebab itu pemerintah harus kuat dan tidak boleh baper dalam menerima kritikan-kritikan..

Didi mengaku tak sepakat dengan pendapat sejumlah pihak yang menganggap Demokrat dan ketua umumnya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) baperan. Didi mengatakan, justru pemerintah yang sangat baperan dengan merespons kritikan secara berlebihan.

Menurut Didi, sikap baper pemerintah dapat dilihat dari kasus Andi Arief soal cuitannya tentang tujuh kontainer surat suara tercoblos. Bapernya pemerintah dibuktikan dari pelaporan yang dibuat Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo ke Bareskrim Polri.

Didi mengharapkan agar pemerintah harus kuat dan tegar dalam menghadapi kritikan-kritikan. “Kalau pemerintah galau, resah baper, gimana masyarakat?” ucap Didi.

“Masa pemerintahan SBY lima tahun sebelumnya apa enggak gila juga kritikan yang datang, dan tak sedikit yang memicu kegaduhan dan bahkan berpotensi memecah belah. Tapi tidak ada laporan yang dibuat oleh Pak SBY maupun menteri-menterinya saat itu,” tutup Didi.