RSCM Bantah Pernyataan Prabowo Sebut Selang Cuci Darah Dipakai 40 Orang

by

Geosiar.com, Jakarta – Pernyataan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto tentang selang cuci darah dipakai 40 orang, dibantah oleh rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM).

“Pelayanan pasien di RSCM selalu mengutamakan mutu. Pelayanan hemodialisis (cuci darah) di RSCM menggunakan selang dan dialiser satu kali pakai (single use),” ujar Direktur utama RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, dokter Lies Dina Liastuti lewat keterangannya pada Kamis (3/12/2019).

Peralatan hemodialisis, kata Lies, memerlukan tiga komponen utama, yaitu mesin hemodialisis, selang hemodialisis (blood tubing), dan dialiser (artificial kidney/ ginjal buatan). Mesin dialisis berfungsi sebagai pengatur proses dialisis dan tidak ada kontak langsung dengan darah pasien. Mesin dialisis digunakan bergantian untuk beberapa pasien. Selang hemodialisis digunakan untuk
mengalirkan darah dari tubuh pasien ke dialiser dan mengembalikan darah yang sudah didialisis kembali ke tubuh pasien.

“Jadi, selang hemodialisis hanya digunakan untuk satu pasien, demikian juga dengan di RSCM,” kata dia.

Sebelumnya diketahui, Prabowo menyinggung soal selang cuci darah RSCM saat berbicara masalah keuangan di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dalam Ceramah Kebangsaan Akhir Tahun Prabowo Subianto, di Hambalang, Bogor, yang kemudian diunggah di laman Facebook-nya, Minggu, (30/12/2018).

Menurut Prabowo, masalah tersebut membuat kualitas layanan di rumah sakit terabaikan. Hal itu diklaim membuat rumah sakit menggunakan satu selang cuci darah untuk beberapa pasien. “Saya dapat laporan di RSCM ada alat pencuci ginjal, harusnya itu punya saluran-saluran dari plastik, dari karet, dari alat-alat dipakai satu orang satu kali. Saya dengar di RSCM hari ini dipakai 40 orang,” kata Prabowo saat itu.

Prabowo menilai, orang sakit ginjal yang bergantung hidup dari pencucian darah, bisa mendapat macam-macam penyakit jika selang dipakai banyak orang. “Bisa kena hepatitis A, B, C, malaria, HIV. Bayangkan. Ini menurut saya, negara kita ini gagal melayani rakyat,” ujar dia.