Connect with us

Nasional

Proyek Dalam Awasan TP4D Kejari Deliserdang Langgar Batas Waktu Pelaksanaan

Published

on

jembatan sei belawan sunggal kanan kabupaten deliserdang (02/01/2019) masih tetap dikerjakan hingga melewati tahun anggaran 2018

Geosiar – Deliserdang – Proyek pembangunan Jembatan Sei belawan dikecamatan sunggal kanan kabupaten Deliserdang yang pelaksanaanya dikawal dan diawasi oleh TP4D Kejari Deliserdang diduga telah melanggar batas waktu kontrak yang telah ditentukan, yakni masa pelaksaanaan kegiatan hingga akhir desember 2018, serta pihak kontraktor melanjutkan kembali proses pembangunan jembatan tersebut (02/01) patut diduga tanpa melalui proses addendum kontrak.

Pembangunan jembatan Sei Belawan Tersebut mempergunakan Alokasi Anggaran APBD 2018 Kabupaten Deliserdang, Rp 4.517.584.000.00 (empat miliyar limaratus tujuhbelas juta limaratus delapanpuluh empat ribu) yang digarap kontraktor konstruksi PT. Nunut Karya dengan masa pekerjaan dimulai juli 2018 hingga Desember 2018.

Amatan geosiar dilapangan terlihat pembangunan jembatan tersebut belum selasesai dilaksanakan dan belumlah dapat dipergunakan oleh pengguna jalan dan jembatan (02/01/2019), terlihat juga sebuah Plang proyek yang terpampang disekitar lokasi, dan plang tersebut tidak memberikan informasi yang jelas terkait pelaksaanaan kegiatan tersebut, dan terkesan ada unsur kesengajaan pihak pelaksana sebagai pembuyaran informasi, dan diduga ada upaya oknum oknum terkait untuk mempermainkan keuangan milik Pemerintahan Daerah (Pemda) Kabupaten Deliserdang.

pasalnya didalam pelang proyek tidak ada ditemukan penjelasan Volume dan nomor kontrak, serta alamat kantor kontraktor yang menjadi rekanan Pemkab Deliserdang juga tidak dilampirkan, serta dibagian bawah plang proyek tersebut tertulis ” Proyek ini dalam Pengawasan dan Pengamanan Tim Pengawalan, Pengamanan Permerintahahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Negri (Kejari) Deliserdang.

Terlihat juga dilapangan para pekerja sedang bekerja mengerjakan proyek tanpa didampingi dan diawasi oleh petugas tekhnis dari dinas PUPR kabupaten Deliserdang, dan awak media bertanya kepada salah satu pekerja terkait keberadaan pimpinan proyek dan tim pengawas tekhnis dari dinas terkait, pekerja tersebut mengatakan, kami cuma bekerja dan kami tidak tahu.

Pasca berakhirnya masa pelaksanaan kegiatan ditahun Anggaran 2018, dan sesuai amatan geosiar dilokasi (rabu, 2 january 2018) kontraktor pelaksana proyek terlihat melanjutkan kembali proses pembangunan jembatan sei belawan sunggal kanan (02/01/2019), dan diduga telah mengabaikan regulasi dan ketentuan hukum yang ada, serta patut diduga tanpa melalui proses Addendum Kontrak, ini dikarenakan terlihatnya para pekerja yang terus mengerjakan pembangunan jembatan sei belawan yang tidak selesai dikerjakan hingga melewati batas tahun Anggaran 2018.

Melihat dari ketentuan dan Regulasi hukum yang ada, maka penyedia barang/jasa sebenarnya dapat diberikan kesempatan menyelesaikan pekerjaan harus terlebih dahulu melalui proses dan mekanisme, yakni addendum kontrak sebagaimana disebutkan dalam Pasal 93 Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 4 tahun 2015 Tentang Perubahan Keempat Atas Perpres Nomor 54 tahun 2010 Tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan Pasal 56 Perpres No. 16 tahun 2018 Tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

Terkait hal tersebut diatas, awak media mencoba mencari dan menghubungi pihak pihak terkait, namun hingga berita ini di naikan belum berhasil tersambung./Hdy – Eps.