Kubu Jokowi dan Prabowo Saling Klaim Peduli Bencana

by



Geosiar.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan akan menambah anggaran untuk pengadaan alat pendeteksi tsunami setelah kejadian tsunami di Selat Sunda. Jokowi meminta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menambah alat pendeteksi.

Sementara kubu calon presiden Prabowo Subianto-calon wakil presiden Sandiaga Uno tak mau kalah menunjukkan perhatiannya terhadap bencana. Juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan Prabowo akan membentuk kementerian urusan bencana jika terpilih menjadi presiden.

Dahnil menilai pemerintah tidak peduli terhadap ancaman bencana alam. “Ini ditunjukkan dengan tiadanya sistem yang mumpuni untuk penanggulangan bencana,” kata dia, Senin (31/12/2018) lalu.

Dahnil melanjutkan, selama ini kekuatan penanganan bencana di Indonesia hanya bertumpu pada solidaritas masyarakat. “Early warning system tsunami saja bisa rusak atau hilang dicuri,” kata dia.

Di sisi lain, juru bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin, Ace Hasan Syadzily, menyebut pernyataan Dahnil sebagai hal yang keliru. Sebab, menurut dia, Indonesia telah memiliki badan khusus untuk menangani bencana, yakni Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Ace menyampaikan pembentukan BNPB diatur dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Ini adalah badan khusus yang menangani bencana, langsung di bawah presiden. BNPB, kata Ace, sudah mampu bekerja dengan baik terhadap penanganan bencana, terlihat dari bencana yang terjadi di Nusa Tenggara Barat, Palu, serta tsunami di Banten dan Lampung. “BNPB telah mampu bekerja dengan sigap, cepat, tanggap, dan responsif,” kata Ace, Rabu (1/1/2019).

Sebagai bentuk kepedulian terhadap BNPB, Ace menyampaikan, Jokowi juga akan melantik pengganti Laksamana Muda Willem Rampangilei untuk jabatan Kepala BNPB hari ini. Willem Rampangilei dilantik Presiden Jokowi sebagai Kepala BNPB pada 7 September 2015.