Connect with us

Daerah

Wilkum Polres Karo Jajaran Polda Sumut Marak Perjudian Terlibatkan Anak Dibawah Umur

Published

on

terlihat beberapa anak dibawah umur dihadapan mesin jackpot yang sedang menyala

Geosiar – Tanah karo – Bermula dari informasi elektronik disebuah Media Sosial (Medsos) Facebook (FB) yang membuat postingan terkait ada dan maraknya Praktik tindak Pidana Perjudian Jackpot dan ikan ikan diwilayah Hukum (Wilkum) Polres Karo jajaran Polisi Daerah Sumatra Utara (Poldasu) yang sangat meresahkan Masyarakat, serta terkhususnya keresahan para Orangtua dari anak anak dibawah umur yang terlibat didalam praktik tindak pidana perjudian tersebut.

Seperti dilansir dari akun facebook Karo News (25/12) dengan bahasa daerah karo dan diterjemahkan kedalan bahasa indonesia), meminta dengan hormat kepada bapak Polisi agar memberantas Judi Tembak ikan dari Tanahkaro, terutama di kabanjahe, dan menuliskan ” tidak perlu kami bilang dimana tempatnya, pasti lebih tahu Polisi daripada kami.

Anda lihat didalam foto anak usia remaja pun sudah senang disitu menghabiskan uangnya daripada bekerja mengambil rumput untuk makan ternak lembunya. jadi tolong pak Kapolres berantas judi tembak ikan dari tanah karo, terlihat didalam foto dan vidio judi tembak ikan di dua lokasi yang ada di Kabupaten Karo, perjudian ini sangat terbuka dan bebas sekali.

Selanjutnya Tim awak media menelusuri kebenaran dan keberadaan lokasi peraktik tindak pidana perjudian (red : Jackpot dan Mesin ikan – ikan) dikecamatan Laubaleng – Mardinding dan dikabanjahe tersebut.

Warga disekitar lokasi kede kopi (red : warung) di desa Perbulan kecamatan laubaleng, SMB (35) menjelaskan beberapa lokasi yang disinyalir menjadi lokasi perjudian itu, seperti di desa lau soulu, dan sebagian lagi di mardinding kampung jawa, serta terlihat anak anak dibawah umur sedang berdiri dihadapan mesin jackpot yang sedang menyala, dan terlihat seperti bermain dan sangat menikmati permainan tersebut, dan jangan sampailah anak saya terlibat dalam praktik perjudian Jackpot tersebut, pastinya anak saya menjadi korban dua kali karena saya akan memukulnya”, ujarnya.

lanjutnya lagi, bagi yang merasa oknum POLRI dan Lembaga Lainnya di Republik Indonesia ini, tolong berantas perjudian (Togel, Mesin ikan2 dan jackpot) di Karo khususnya Kecamatan Lau Baleng-Mardinding, karena sudah sangat meresahkan masyarakat, disini ada juga diduga seorang oknum Pegawai kecamatan yang merangkap sebagai sub agen (pengepul) dari praktik tindak pidana perjudian Toto gelap (Togel) ujarnya.

Lain halnya lagi seperti yang dikatakan warga kabanjahe yang mengaku bermarga Kaban diseputaran kabanjahe (26/12) mengatakan sembari menunjuk baliho dr junimart girsang SH, MH yang terpampang, dan tertulis juga dibagian bawah baliho sebagai mitra Polres Tanahkaro, cari nomornya dan desaklah anggota DPR RI tersebut untuk turut mendorong Kapolres Karo beserta jajaranya agar segera melakukan pemberantasan praktik perjudian tersebut, mudah mudahan dapat mengurangi praktik perjudian dikaro ini, ujarnya.

Sebelum Geosiar mengkonfirmasi Kapolda Sumut, maka terlebih dahulu mengkonfirmasikan kepada kapolres karo AKBP Benny R Hutajulu melalui Kasat Reskrim AKP Ras Maju Tarigan terkait maraknya kegiatan perjudian di tanah karo yang juga melibatkan anak anak dibawah umur, Kasat Reskrim mengatakan ” trimakasih informasinya, akan kami teruskan kepada Personil Polsek lau baleng ” tulis kasat reskrim singkat (29/12).

Selanjutnya awak media mencari nomor seluler dr Junimart girsang, namun hingga berita ini dinaikan, awak media belum dapat mengkonfirmasi anggota dari komisi III DPR RI tersebut./Eps/Ds/Hendrik

Advertisement

Daerah

Kecelakaan Tol Cipali, 5 Orang Tewas Terbakar dalam Mobil

Published

on

Polisi saat mengevakuasi pikap yang tinggal kerangka setelah terbakar usai tabrakan di Tol Cipali (inews.id)

Geosiar.com, Jakarta – Kecelakaan di Jalan Tol Cikopo-Palimanan atau Tol Cipali Km 154.800 mengakibatkan lima korban tewas terbakar di dalam mobil. Hal tersebut disampaikan Kapolres Majalengka, Jawa Barat, Ajun Komisaris Besar Mariyono.

“Korban yang meninggal itu terbakar di dalam kendaraan,” ujar Mariyono di Majalengka, Sabtu (20/7/2019).

Menurutnya, insiden nahas yang terjadi antara kendaraan bak terbuka dan minibus Suzuki APV ini terjadi pada Jumat (19/7/2019) malam, sekitar pukul 23.00 WIB.

Kecelakaan tersebut terjadi akibat pengemudi kendaraan bak terbuka kehilangan kendali dan menyeberang ke jalur berlawanan, sehingga terjadilah tabrakan.

“Diduga pengemudi kendaraan bak terbuka mengantuk sehingga menyeberang ke jalur berlawanan,” jelasnya.

Usai terlibat tabrakan kedua kendaraan tersebut terbakar, yang posisi akhir bak terbuka terbalik miring di bahu jalan dengan kedua roda kanan di atas menghadap timur.

Sementara kendaraan minibus APV masih dalam keadaan normal yaitu menghadap timur Tol Cipali atau di lajur arah Cirebon.

“Para korban yang meninggal sudah berhasil diidentifikasi,” tandasnya.

Continue Reading

Daerah

Siswa Korban MOS SMA Taruna Palembang Tewas, Gubernur Berduka

Published

on

SMA Taruna Indonesia Palembang.

Geosiar.com, Palembang – Siswa korban Masa Orientasi Siswa (MOS) SMA Taruna Indonesia Palembang, Wiko Jerindra (14) meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis di rumah sakit selama enam hari. WJ menghembuskan napas terakhir pada Jumat (19/7/2019).

WJ merupakan korban penganiayaan kakak pembina di SMA Taruna Palembang saat menjalani masa orientasi. Pelaku bernama Obby Frisman Artakatu (24). Diketahui, WJ merupakan korban kedua pelaku setelah sebelumnya siswa lain inisial DBJ (14) juga meninggal dunia akibat MOS.

Peristiwa ini mendapat perhatian dari Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru. Herman menyampaikan belasungkawanya terhadap para korban.

“Kami turut berduka atas meninggalnya siswa Taruna Nusantara itu. Turut berduka saya, tolong sampaikan. Insya Allah saya akan melayat kepada keluarga korban,” tutur Herman di Palembang, Sabtu (20/7/2019).

Lebih lanjut, Kepala Daerah Sumatera Selatan itu menegaskan akan memberikan sanksi tegas kepada pelaku jika memang terbukti bersalah, termasuk kepada sekolah.

“Saya tetap konsisten dengan pernyataan saya sebelumnya. Kalau nanti terbukti ini kesalahan lembaga pasti akan ada sanksi untuk sekolah tersebut,” tegasnya.

Herman mengatakan bahwa saat ini Dinas Pendidikan tengah membentuk tim investigasi terkait penanganan kasus ini. Dia berharap tim dapat segera memastikan apakah kesalahan memang dilakukan pihak sekolah atau hanya individu.

“Kalau individu kita tidak bisa masuk karena itu ranahnya polisi. Tapi kalau soal kedisiplinan dan ketaatan terhadap aturan itu ada sanksinya tersendiri,” tambahnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Sumsel, Widodo menyebut bakal segera melakukan evaluasi terhadap Sekolah Taruna Palembang tersebut. Bahkan, ia menegaskan akan menyetop izin operasional sekolah tersebut apabila terbukti menghalalkan tindak kekerasan dan pelanggaran secara terstruktur.

“Mestinya secara reguler pihak sekolah memberi tahu kami jika ada kegiatan. Dan semestinya MOS itu hanya pengenalan jadi tidak boleh ada kontak fisik. Apalagi kegiatan yang dilakukan di luar pagar sekolah harusnya ada laporan ke kami biar bisa kami monitor,” tutur Widodo seperti dilansir dari Antaranews, Sabtu (20/7/2019).

Continue Reading

Daerah

Polri Klarifikasi Jumlah Korban Tewas Bentrok Mesuji, 3 Orang

Published

on

Petugas saat mengevakuasi korban tewas dalam bentrok Mesuji. (Foto: prioritas.co.id)

Geosiar.com, Jakarta — Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri, Kombes Pol Asep Adi Saputra, mengklarifikasi jumlah korban tewas dalam bentrok yang terjadi antara kelompok Mekar Jaya Abadi dan kelompok Mesuji Raya pada Rabu, 17 Juli kemarin, sebanyak 3 orang.

Klarifikasi ini dilakukan karena sebelumnya sempat beredar informasi bahwa ada 4 orang tewas dalam bentrok antarkelompok di kawasan hutan tanaman industri Register 45, Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung tersebut.

“Berdasarkan klarifikasi terakhir itu 3 orang meninggal dunia. Beberapa waktu lalu sempat tersiar kabar 4, sudah positif 3 orang meninggal,” jelas Asep di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (18/7/2019).

Selain korban tewas, Asep mengatakan bahwa ada 11 orang mengalami luka-luka akibat peristiwa tersebut. Asep mengatakan pihak Polda Lampung masih mendalami permasalahan itu.

“Dari pihak Polda Lampung, ya sekarang masih dalam terus penyelidikan. Yang jelas dalam upaya ini, antara kami memulihkan situasinya dan upaya penegakan hukum, kami lakukan secara paralel,” tambahnya.

Sebagai informasi, kelompok Mekar Jaya Abadi merupakan masyarakat yang bermukim dan mengolah tanah di Register 45 di dalam wilayah Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung. Sementara kelompok Mesuji Raya bermukim di wilayah Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatera Selatan.

Kedua kelompok ini berada di perbatasan Provinsi Lampung dan Provinsi Sumatera Selatan. Dalam aksinya, massa bentrok menggunakan senjata tajam dan senjata api.

Continue Reading
Advertisement

BERITA NASIONAL

Advertisement

Trending

Alamat Redaksi : Jl. Mataram No. 21 Gedung Catolic Center Lt 2 Medan – Sumatera Utara, Telp. +626180514970 Email : geosiar.com@gmail.com Copyright © 2017-2018 Geosiar.Com